Wanita AS Jadi Mualaf Setelah Baca Surat Al Anbiya

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 25 Agustus 2014 10:00
Wanita AS Jadi Mualaf Setelah Baca Surat Al Anbiya
Awalnya JF begitu taat dengan agamnya namun lambat laun ada pergolakan dalam hatinya. Dia tiba-tiba memiliki banyak pertanyaan tentang agamanya saat usianya menginjak dewasa.

Dream - Perjalanan seorang wanita asal Amerika Serikat, JF dalam mencari Islam dilaluinya dengan penuh liku. Awalnya JF begitu taat dengan agamnya namun lambat laun ada pergolakan dalam hatinya. Dia tiba-tiba memiliki banyak pertanyaan tentang agamanya saat usianya menginjak dewasa.

Saat JF bertanya tentang pertentangan-pertentangan yang dialami batinya, dia selalu mendapat jawaban yang sama. 'Yakini saja dan jangan bertanya'. Dia menjadi jengkel dengan semuanya, kecuali dia menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan. Sementara ini JF hanya mengandalkan hatinya bahwa ada penguasa di alam semesta ini dan dirinya adalah salah satu ciptaan-nya.

Tidak sampai setahun di SMA, JF belajar apa itu Islam. Guru sejarah JF memperkenalkan Islam sebagai bagian dari studi tentang dunia Arab.

Saat mendapat pelajaran singkat tentang teologi Islam dari guru sejarahnya, JF mendapat suatu kenyataan yang mengejutkan. Gurunya mengatakan bahwa ada satu miliar Muslim di dunia. Muslim percaya pada satu Tuhan. Islam adalah agama wahyu.

JF mendengarkan penjelasan gurunya itu dengan kagum. Dan gurunya menyebutkan seseorang yang belum pernah dia dengar: Muhammad. Gurunya menggambarkan Muhammad sebagai seorang pemimpin politik brilian yang mengaku telah menerima wahyu dari Allah, yang disebut 'Quran'. Menurut JF, guru sejarahnya itu menggambarkan Muhammad dengan akurat, namun tanpa cinta.

Penjelasan tentang Islam itu menggelitik JF. Dia ingin mencari tahu tentang wahyu yang dibawa oleh Muhammad ini yang bernama Quran.

Dari hari pertama sejak JF membelinya, Quran telah menjadi buku favoritnya. JF bahkan tidak akan memperlakukannya seperti bukunya yang lain. Buku tersebut seperti ingin dihormati dan dicintai. Cover depannya dirancang sangat indah dengan kulit dan ukiran emas di sisi-sisinya.

JF kemudian membaca Quran dengan penuh kesabaran. Sampai dia membaca Surah Al Anbiya, JF menemukan apa yang selama ini selalu mengganjal hatinya. JF begitu bahagia bahwa apa yang dicari-carinya bisa terjawab secara lengkap. JF pun menjadikan Islam sebagai agama alaminya.

Sekitar satu tahun setelah selesai membaca Quran, JF mengucapkan kalimat syahadat pada usia 16 tahun. Beruntung, orang tua JF menerima keputusannya itu sejak hari pertama dia menjadi mualaf.

Tak lama setelah JF mengenakan hijab di depan umum, ayahnya menerima beberapa selebaran yang memfitnah Islam dan Nabi Muhammad. Mereka sepertinya ingin memperingatkan ayah JF tentang 'kejahatan' dari agama yang dipeluk JF.

Namun ayah JF malah melemparkan semua selebaran itu dengan perasaan jijik. Ayah JF malah membeli beberapa buku tentang Islam yang ditulis oleh muslim. " Ayah ingin mempelajari tentang agama baru yang saya anut," kenang JF. Sikap orang tua JF itu membuatnya merasa diberkati.

Tujuh tahun sejak menjadi mualaf, JF menikah dan memiliki empat anak. Kadang-kadang saat melihat anak-anaknya, JF merasa telah diselamatkan dari sesuatu yang terlalu mengerikan untuk dibayangkan.

JF berharap tetap bisa hidup dalam kehidupan dan keimanan yang diberikan Allah. " Segala puji hanya bagi Allah. Dan semua berkat-Nya. Dan tidak ada yang patut disembah kecuali Allah," ucap JF. (Ism, Sumber: On Islam)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More