6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Yosi Apriliya Wijaya
Dream - Membahagianakn orangtua menjadi cita-cita setiap anak. Termasuk Yosi Apriliya Wijaya. Bahkan, ini menjadi impian terbesar dalam hidup peserta Dream Girls 2015 asal Tegal, Jawa Tengah.
Tekadnya begitu besar. Ingin segera menyelesaikan kuliah dan tak lagi menjadi beban orangtua. Bagaimana kisah Yosi ingin membahagiakan orangtua? Baca kisah inspiratif di bawah ini. Jika suka kisahnya, berikan vote kalian untuk Yosi DI SINI.
Assalamua’laikum Wr. Wb.
Nama aku Yosi Apriliya Wijaya, aku tiga bersaudara dan aku anak pertama. Sebagai anak pertama, tentu saja harus memberikan contoh yang baik pada adik-adikku.
Impian terbesarku adalah ingin melihat kedua orangtuaku bahagia. Walau aku belum bisa membanggakan mereka dengan pencampaianku saat ini, seenggaknya aku bisa melihat senyuman mereka setiap hari. Dan melihat tawa mereka adalah hal yang selalu aku nantikan setiap hari.
Saat ini aku sedang kuliah semester 6 di sebuah Perguruan Tinggi Swasta, aku sedang sibuk mengerjalan TA (Tugas Akhir) untuk bisa mendapatkan gelar Amd Komputer Akuntansi. Sekali lagi aku masih belum bisa membanggaka orangtuaku dengan pencapaianku saat ini.
Aku masih menjadi beban untuk mereka karena masih meminta uang untuk membayar setiap semester. Malu rasanya, harus menengadahkan tangan dan meminta uang namun apadaya walaupun aku bekerja tapi hanya cukup untuk membayar setengahnya saja.
Masih teringat jelas di pikiranku, saat ibuku sempat sangsi saat aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Tentang biaya kuliah yang mungkin tidak bisa dipikul oleh kedua orangtuaku. Namun aku tetap kekeh meminta restu mereka agar aku diizinkan untuk kuliah, maafkan anakmu ini Ibu Bapak masih merengek untuk mendapatkan apa yang aku mau.
Jujur saja aku bukan anak yang pintar, tetapi aku juga tidak bodoh. Dulu aku sempat merasa minder karena tidak sepintar teman-temanku, tapi alhamdulillah Allah SWT selalu bersamaku dan tentu saja atas restu kedua orangtuaku yang mengantarkanku pada kesuksesanku meraih kepercayaan diri dan mampu mengubah minder menjadi prestasi. Karena usaha yang tak pernah berhenti, belajar terus menerus, dan memupuk sedikit demi sedikit rasa kepercayaan diri.
Usaha adalah kekuatanku, dan restu orangtua adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan. Semoga aku bisa membalas semua jasa-jasa Ibu dan Bapakku yang selalu membimbing anak-anaknya menjadi anak yang jujur, pintar, pekerja keras dan pantang menyerah. Aamiin :)

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
