Anak Sulit Duduk Diam, Ternyata Ini Pemicunya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 28 Agustus 2018 16:11
Anak Sulit Duduk Diam, Ternyata Ini Pemicunya
Sebenarnya, aktivitas fisik yang intensif, bahkan 'menyerempet' bahaya sangat dibutuhkan si kecil.

Dream - Saat menghadapi anak-anak terutama usia balita, kita cukup dipusingkan karena mereka sangat lincah dan aktif. Anak-anak selalu berlarian seakan tak ada lelahnya.

Sementara orangtua atau orang dewasa seringkali menyuruh anak-anak untuk duduk diam dan tenang. Larangan dan peringatan pun kerap dilontarkan seperti " tak boleh memanjat" , " tak boleh lari kencang nanti jatuh" , " adik belum bisa" .

Sebenarnya aktivitas fisik yang intensif, bahkan 'menyerempet' bahaya sangat dibutuhkan si kecil. Seperti memanjat pohon, berlarian dengan kencang, melompat dari tempat tinggi dan sebagainya.

Untuk itu penting bagi anak untuk bermain di luar rumah secara rutin, terutama di taman dengan banyak pepohonan. Hal ini untuk mengembangkan sistem proprioception dan vestibularnya.

Proprioception dalam psikologi adalah kemampuan otak untuk mengetahui letak tubuh tanpa melihatnya. Kemampuan inilah yang membuat seseorang menyetir dan dengan cepat beralih dari pedal gas ke rem tanpa melihat ke kaki. Atau memasukan popcorn ke mulut tanpa perlu melihatnya.

Tanpa perkembangan proprioception yang baik, anak-anak akan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Begitu juga sistem vestibular, yang membantu anak memahami keseimbangan dan terhubungnya semua panca indera.

Ketika sistem vestibular tidak berkembang dengan baik, semua indera lainnya akan berjuang untuk berfungsi dengan baik. Tanpa sistem vestibular yang kuat, anak-anak tidak akan punya pilihan selain gelisah, frustrasi, sering jatuh, mengamuk, sulit fokus.

Inilah penyebab anak-anak sangat sulit untuk diam. Kondisi tubuhnya sedang melatih dan membentuk dua sistem tersebut. Mereka memang sangat membutuhkan aktivitas fisik yang mumpuni.

Ada beberapa permainan seru untuk merangsang perkembangan sistem vestibular dan proprioception pada anak. Antara lain menggelantung di monkey bar, lompat tali, berputar membentuk lingkaran, memanjat, berenang, lompat di trampolin, bermain playdough dan bermain pelukan.

Beri Komentar