Cara Mengatasi Anak yang Susah Diatur

Reporter : Yoga Tri Priyanto
Selasa, 3 Desember 2019 14:03
Cara Mengatasi Anak yang Susah Diatur
Hal ini sebaiknya jangan dihadapi dengan emosi.

Dream - Saat berbicara dengan anak, kerap kali mereka tak langsung mengiyakan atau mendengarkan. Anak usia balita atau memasuki masa remaja otaknya sedang berkembang pesat. 

Mereka bakal sangat pintar menyiapkan argumentasi dalam hal apapun yang dirasa harus dipertahankannya. Terkadang ketika anak ingin melakukan sesuatu yang menurut orangtua tidak baik, maka orangtua akan melarangnya.

Jika anak tidak terima dengan larangan tersebut, tak jarang ia mengabaikan atau bahkan melawannya. Hal ini sebaiknya jangan dihadapi dengan emosi.

Tetap sabar, tahan selama 20 detik sebelum memberikan penjelasan yang pas dan bisa dimengerti oleh anak. Beberapa cara berikut bisa digunakan untuk mengatasi anak yang susah diatur.

1 dari 5 halaman

Hindari Sikap Memanjakan Anak

Hindari Sikap Memanjakan Anak © Dream

Menghadapi anak yang susah diatur memang tidak mudah dan butuh kesabaran ekstra. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebaiknya sebagai orangtua tidak memanjakannya.

Anak yang manja bisa tumbuh menjadi egois dan lebih susah diatur. Untuk menjadi orangtua yang dicintai anaknya tidak harus memanjakannya. Coba menolaknya dengan cara halus dan mengendalikan emosi ketika anak mulai membangkang.

2 dari 5 halaman

Ajak Bicara

Ajak Bicara © Dream

Jika anak mulai sering mengabaikan perkataan orangtua sebaiknya ajak anak berbicara berdua dan berikan penjelasan dengan baik kepada anak. Obrolan yang diangkat bisa tentang mengapa orangtua selalu memberi tahu anak tentang berbagai hal, melarang untuk mlakukan beberapa hal dan lain sebagainya. Usahakan tahan emosi dan menggunakan cara yang halus serta mudah dimengerti anak.

3 dari 5 halaman

Buat Bersama Peraturan Tegas

Buat Bersama Peraturan Tegas © Dream

Orangtua bisa membuat beberapa peraturan yang sekiranya bisa membatasi perilaku dan kegiatan anak. Ada baiknya, saat membuat peraturan itu lakukanlah bersama-sama dengan anak, sehingga anak paham mengapa peraturan tersebut dibuat dan lebih memahaminya.

Dengan dibuatnya peraturan seperti ini, maka anak akan lebih memahami maksud dan tujuan dari setiap perkataan orang tua. Jangan lupa memberikan penghargaan jika anak sudah berhasil melaksanakan peraturan yang sudah dibuat.

4 dari 5 halaman

Jadilah Orangtua, Bukan Teman

Jadilah Orangtua, Bukan Teman © Dream

Menjadi teman bagi anak merupakan sesuatu yang baik untuk menjaga ikatan anak dan orangtua. Saat orangtua memposisikan diri menjadi teman, maka anak akan merasa lebih nyaman untuk berbagi kisah atau berbagi hal lain.

Untuk saat-saat tertentu jadilah orangtua yang sebenarnya. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang kedisiplinan dan mengerti peran kedua orangtua di hidupnya.

5 dari 5 halaman

Jangan Berbohong

Jangan Berbohong © Dream

Berbohong kepada anak tentang hal-hal kecil yang mereka tahu seperti tentang " mainannya gak dijual" atau " tokonya tutup" bisa membuat anak tidak mau mendengar lagi. Anak kecil pastinya merekam tiap kejadian yang dia alami, ketika anak tahu orangtuanya berbohong dan ingkar janji, maka hal itu akan membuat kepercayaan anak menurun dan menyebabkan anak tak mau mendengarkan perkataan orangtua.

Jangan Menakut-nakuti


Banyak orangtua yang membuat larangan kepada anak menggunakan hal yang menakut-nakuti. Seperti halnya " jangan bermain saat magrib, nanti diculik kuntilanak" Padahal ketika orangtua berbohong pada anak, anak bisa kehilangan sumber informasi yang mereka percayai, sehingga mereka tdak akan percaya lagi.

Mendidik anak yang susah diatur memang tidak mudah, perlu konsistensi dan kesabaran. Ingat, anak adalah titipan dan amanah dari Allah SWT yang bakal diminta pertanggungjawabannya. (mut)

( Jossi Andriani / dikutip dari berbagai sumber )

Beri Komentar