Anak Bermain Bersama (Foto: Shutterrstock)
Dream - Mainan dan anak-anak merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Fitrah anak-anak memang bermain. Mereka bisa bermain dengan benda apapun di sekelilingnya, termasuk mainan yang memang sengaja dibelikan untuknya.
Dalam memilih mainan untuk anak orangtua seringkali kebingungan. Namun jika melihat fungsi dan maknanya yang lebih dalam bukan sekedar untuk hiburan, cobalah untuk mengenalkannya dengan permainan tradisional, seperti congklak, bekel atau mainan lainnya.
Johan Tandanu, Secretary General Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI), berharap para orangtua kini lebih kritis dalam memilih mainan untuk anak. Tidak meninggalkan permainan tradisional dan memilih mainan kekinian yang juga memiliki aspek pendidikan.
" Nantinya kami akan membantu untuk orangtua yang tidak terlalu paham bahwa setiap mainan ada manfaat pembelajaran hal baru, bukan hanya membuat anak senang,” ujar Johan dalam pembukaan acara International Toys & Kids Expo 2018, di JIExpo Kemayoran, 23 Juli 2018.
Pentingnya memilih mainan untuk anak bukan hanya karena melihat harga, tapi harus berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).
Jika orangtua membeli sembarangan, bisa menimbulkan insiden luka atau cedera. SNI sendiri diterapkan adalah untuk melindungi anak, bukan untuk pengusaha atau pedagang mainan.
" Saat ini yang kurang diedukasikan kepada orangtua adalah menjelaskan fungsi label SNI pada mainan," ungkap Johan.
Laporan Qonita Lutfia