Anak Bermain Dengan Telanjang Kaki (Foto: Shutterstock)
Dream - Demi melindungi bayi dari kedinginan, luka gores atau gesekan yang bisa menimbulkan luka kita selalu mengenakannya kaus kaki, sandal atau sepatu. Hal ini jadi semacam 'standar' perlindungan bayi saat membawanya keluar rumah.
Ternyata hal tersebut tak sepenuhnya tepat. Bayi juga perlu stimulasi optimal melalui kulit-kulitnya. Hal ini bisa dilakukan saat si kecil telanjang kaki dan tak memakai sarung tangan. Menyentuh berbagai benda, merasakan berbagai tekstur dan suhu.
Orangtua juga harus rutin memberikan pijatan pada bayi yang sebenarnya bentuk stimulasi untuk seluruh indera perasanya. Hal ini sangat direkomendasikan oleh dr. Tiwi, seorang dokter spesialis anak senior yang praktek di RS Bunda Menteng.
" Kalau bayi pakaian nya lebih " telanjang" lebih bagus nggak? Kulit mempunyai indera perasa banyak sekali, karena itu massage di kulit bayi adalah salah satu stimulasi yang bisa dilakukan sejak dini," ungkap dr. Tiwi.
Saat cuaca tak terlalu dingin, dr. Tiwi juga mengingatkan agar meminimalisir pakaian bayi. Hal ini agar mereka bebas bergerak dan mendapat sentuhan kulit langsung dari orangtua yang sangat penting untuk melatih indera perasanya.
" Meminimalkan pakaian juga sangat baik bila sedang menstimulasi bayi, saat mengajak main bayi, mereka merasakan tubuh mereka melalui kulit yang telanjang dan saat bergerak, persepsi terhadap tubuh lebih baik. Juga penggunaan sarung tangan jangan lama-lama, bayi belajar bagian tubuh mereka melalui 'mulut' nya, jadi yuk minimalkan pakaian mereka," pesan dr. Tiwi di akun Instagramnya.
Untuk itu mulai sekarang, biarkan anak mengeksplorasi benda di sekitar dengan bertelanjang tangan dan kaki. Menyentuh wajah orangtuanya, merasakan tekstur boneka lembutnya, memegang mainan kayu miliknya. Dengan membiarkan kulitnya 'telanjang' dan merasakan beragam tekstur akan sangat baik bagi perkembangan sensitivitas inderanya.