Heboh Rekayasa Genetika Bayi oleh Ilmuwan China

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 30 November 2018 08:12
Heboh Rekayasa Genetika Bayi oleh Ilmuwan China
Jiankui mengungkap kalau ia bisa menghilangkan berbagai gen buruk yang tidak diinginkan dari embrio manusia.

Dream - Klaim seorang ilmuwan asal China yang sudah melakukan rekayasa genetika terhadap seorang bayi dan telah lahir, menghebohkan dunia kedokteran dan genetika. He Jiankui, sang ilmuwan, mengaku dirinya berhasil " menciptakan" manusia pertama dengan rekayasa genetika.

Jiankui mengungkap kalau ia bisa menghilangkan berbagai gen buruk yang tidak diinginkan dari embrio manusia. Dalam sebuah video yang beredar, Jiankui mengatakan kalau dirinya menggunakan alat rekayasa genetika bernama CRISPR-Cas9.

Ia mengklaim telah menghapus sebuah gen pada embrio yang membuat bayi tersebut menjadi resisten dari HIV. Dikutip dari Live Science, Jiankui menjelaskan bahwa dua embrio tersebut telah lahir menjadi bayi kembar sehat yang dinamai Lulu dan Nana.

Dalam sebuah video yang beredar di YouTube itu, dia mengatakan bahwa mereka, " datang menangis ke dunia sesehat bayi lain beberapa minggu lalu."

Klaim ini belum terverifikasi dan belum dipublikasikan dalam jurnal mana pun. Dilaporkan CNN, rumah sakit yang disebut dalam video ini telah terlibat dalam sebuah persetujuan etik, telah membantah keterlibatan mereka dalam prosedur tersebut.

Selain itu, dia juga menolak memberitahu tentang identitas orangtua tersebut.

" Saya merasakan tanggung jawab yang kuat bahwa bukan hanya untuk membuat yang pertama, tapi juga menjadikannya sebagai contoh," kata Jiankui.

1 dari 2 halaman

Masalah Etika

Masalah Etika © Dream

Pernyataan Jiankui tentu saja menimbulkan permasalahan etika. Banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa menggunakan teknologi untuk memanipulasi gen manusia, memiliki dampak kesehatan yang belum diketahui.

" Percobaan pada manusia yang tidak dipertahankan secara moral atau etis," ujar ahli penyuntingan gen University of Pennysylvania Dr. Kiran Musunuru yang juga merupakan penyunting jurnal genetika.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Scripps Research Translational Institute di California Dr. Eric Topol. " Ini terlalu dini. Kita sedang berurusan dengan instruksi operasi seorang manusia. Ini permasalahan yang besar," kata Topol.

Ahli genetika dari Harvard University, George Church berbeda pendapat. Ia mengungkap kalau upaya rekayasa genetika untuk HIV bisa dibenarkan. Hal ini karena penyakit itu adalah ancaman kesehatan masyarakat yang besar dan terus berkembang.

2 dari 2 halaman

Penyuntingan Gen

Penyuntingan Gen © Dream

Dalam beberapa tahun terakhir, ilmuwan telah menemukan cara untuk menyunting gen atau untaian DNA yang mengatur tubuh. Alat ini disebut CRISPR-Cas9. Benda ini memungkinkan operasi pada DNA untuk menyediakan gen yang dibutuhkan atau menonaktifkan satu yang menyebabkan masalah.

Namun, alat ini baru saja dicoba pada orang dewasa untuk mengobati penyakit mematikan terbatas pada hal itu. Menyunting sperma, telur, atau embrio adalah hal yang berbeda karena itu adalah perubahan yang diwariskan.

Amerika Serikat sendiri tidak diizinkan melakukan ini kecuali untuk penelitian di laboratorium. Sementara, Tiongkok melarang kloning manusia, tetapi tidak secara khusus dengan rekayasa genetika.

Laporan Giovani Dio Prasasti/ Liputan6.com

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More