Jangan Sampai Anak Jadi Fatherless, Maksimalkan Peran Ayah

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 Desember 2022 12:48
Jangan Sampai Anak Jadi Fatherless, Maksimalkan Peran Ayah
"Fisiknya ada di sekitar anak tapi jiwanya tidak terkoneksi".

Dream - Sosok ayah dalam keluarga selalu identik sebagai pencari nafkah, menopang ekonomi keluarga dan memastikan seluruh kebutuhan anak istri selalu terpenuhi. Sementara pengasuhan anak-anak lebih ditekankan pada ibu.

Hal ini sebenarnya kurang tepat, sosok ayah sebagai orangtua tetap sangat dibutuhkan anak bukan hanya sekadar sebagai untuk memenuhi nafkah ekonomi, tapi juga nafkah batin alias pengasuhan. Tahukah Sahabat Dream kalau Indonesia menduduki peringkat ketiga ‘fatherless country’ di dunia.

Apa itu fatherless? Fatherless adalah ketiadaan peran dan figur ayah dalam kehidupan seorang anak, bukan karena sang ayah meninggal dunia, tapi karena kurang atau tidak terlibat dalam pengasuhan anak-anaknya.

" Fisiknya ada di sekitar anak tapi jiwanya tidak terkoneksi. Perasaan terlepas dari koneksi ini membuat anak mengalami fatherless," ungkap Irma Gustiana, seorang psikolog keluarga dalam akun Instagramnya @ayankirma.

 

1 dari 4 halaman

Ingatan Penting Anak Soal Ayah

Menurutnya, menjadi ayah yang baik bukan berarti harus menjadi sosok yang super, serba bisa dan serba kaya. Justru ayah harus menunjukkan sisi humanisnya lebih banyak pada buah hatinya.

" Seperti meluangkan waktu, memberikan telinga untuk mendengarkan, memberikan kehangatan melalui kalimat, sentuhan atau bentuk kasih sayang lainnya. Itu saja sudah lebih dari cukup, yang dibutuhkan anak dari ayahnya," ungkap Irma.

Irman menjelaskan saat anak punya hubungan baik dengan ayahnya akan banyak ingatan baik yang tercipta. Anak akan mudah mengingat ayahnya dalam bentuk cerita yang hangat, tawa yang bahagia atau juga perasaan yang menghangatkan hati.

" Ayah dan anak seharusnya tidak sebatas hanya akta kelahiran saja, kartu keluarga atau kumpulan foto yang dibingkai dan diperlihatkan di media sosial tanpa jiwa, karena salah satu tugas ayah adalah memastikan bahwa anak-anaknya bisa tumbuh sehat fisik dan mental," pesannya.

2 dari 4 halaman

Viral Video Bocah Menangis karena Ayahnya Bekerja Terlalu Keras

 Dream - Kewajiban mencari nafkah kerap kali membuat para ayah tak bisa menghabiskan banyak waktu bersama buah hatinya. Pergi bekerja ketika anak masih tidur dan pulang saat anak sudah terlelap di malam hari.

Hal ini kadang membuat anak-anak merasa sedih. Seperti yang dialami Li Yanxi, yang tinggal di Suzhou, Jiangsu, China. Anak perempuan berusia 7 tahun ini menangis terisak melakukan video call dengan ayahnya.

Yanzi© Weibo

Ia khawatir dengan sang ayah yang bekerja terlalu keras. Yanxi memang dikirimkan tempat penitipan anak musim panas dan rutin melakukan video call dengan sang ayah.

3 dari 4 halaman

Yanxi terus memanggil " Ayah" sesaat sebelum matanya mulai dipenuhi air mata. Saat gurunya menghiburnya, Li mengatakan kepadanya bahwa dia merindukan ayahnya dan mengkhawatirkannya.

Ayah Yanzi© Weibo

“ Kenapa kamu merindukan ayahmu? Sudah berapa lama sejak terakhir melihatnya?” tanya guru dalam video.

Li kemudian menangis dan menjelaskan bahwa dia khawatir tentang ayahnya.

" Saya khawatir dia bekerja terlalu keras dan menjadi terlalu lelah."

 

4 dari 4 halaman

Gadis itu menjelaskan bahwa ibunya adalah ibu rumah tangga dan ayahnya sering bekerja lembur sebagai tukang listrik. Dia menambahkan bahwa dia bekerja antara jam 4 dan 5 pagi setiap hari dan berharap dia bisa tetap sehat.

Menanggapi reaksi putrinya, Mingxing sang ayah berharap hal yang sama kepada putrinya. “ Saya berharap putri saya akan sehat dan bahagia setiap hari,” katanya.

Yanzi menangis© Weibo

Rekaman saat ayah dan anak ini melakukan video call rupanya diunggah di Weibo, media sosial yang populer di China. Video percakapan penuh keharuan dan sangat manis ini viral dan ditonton sebanyak 2,7 kali.

Lihat videonya di sini.

Beri Komentar