Lukisan Kontemporer Karya Bocah 10 Tahun Laku Rp3,5 Miliar

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 4 Oktober 2022 08:13
Lukisan Kontemporer Karya Bocah 10 Tahun Laku Rp3,5 Miliar
Andres Valencia kerap dipanggil "Little Picaso".

Dream - Andres Valencia, bocah asal San Diego, Amerika Serikat, membuat banyak orang terpana dengan lukisannya yang sangat khas. Anak 10 tahun ini dijuluki " Little Picasso" .

Pada Juni 2022 lalu ia menggelar pameran tunggal di galeri Chase Contemporary di SoHo, New York, AS. Sebanyak 35 karyanya terjual, dengan harga US $50.000 atau Rp766 juta hingga US $125.000 atau Rp1,9 miliar yang terjual melalui balai lelang di Hong Kong.

Lukisan karya Andres Valencia© Instagram @andresvalenciaart

Sumber: Instagram @andresvalenciaart

Lukisan yang termahal nilainya mencapai US$230.000 Rp3,5 miliar. Karya Andres tersebut  dibeli dalam sebuah gala amal di Italia.

Instagram @andresvalenciaart© Instagram @andresvalenciaart

Sumber: Instagram @andresvalenciaart

“ Saya senang bisa membuat orang senang dengan karya seni saya dan mereka bisa menggantungnya di rumah mereka,” kata Andres sambil berdiri di samping “ The Professor”, sebuah lukisan akrilik dan minyak berukuran besar.

 

1 dari 4 halaman

“ Yang ini (The Professor) saya lakukan ketika saya masih muda, ketika saya berusia 8 tahun,” tambahnya.

andresvalenciaart© Instagram @andresvalenciaart

Sumber: Instagram @andresvalenciaart

 

Andres berusia 4 tahun ketika orangtuanya memperhatikan bahwa dia menghabiskan berjam-jam di rumah San Diego membuat sketsa lukisan karya seniman grafiti Retna. “ Saya akan membawa kertas dan duduk di sana dan selalu mencoba menyalinnya, tetapi butuh waktu bertahun-tahun untuk memperbaikinya,” kata Andres.

Dia mulai menjual lukisannya kepada kerabat dan teman-teman seharga US $20. Rupanya ada yang membeli lukisan Andres yang merupakan pemilik galeri lukisan, Bernie Chase. Karya Andres kemudian terdengar di kalangan komunitas seni dan namanya berkibar sampai akhirnya mendapat kesempatan untuk pameran tunggal.

Sumber: NewYork Times

2 dari 4 halaman

Hebohnya Bawaan Anak SD Jepang di Hari Pertama Sekolah

Dream - Jepang dikenal dengan sistem pendidikannya yang sangat disiplin dan berkualitas. Anak-anak sejak usia di bawah lima tahun (balita) sudah dilatih untuk mandiri. Memasuki sekolah dasar (SD) mereka pun sudah terbiasa mengatur dan merapikan barang-barangnya sendiri.

Terutama saat di sekolah di mana guru dan pendamping hanya mengawasi dan mengarahkan. Aktivitas anak tingkatan SD selain mendapat materi pelajar tapi juga ditekankan pada kemandirian. Hal ini membuat mereka membawa banyak peralatan dan perlengkapan ke sekolah di hari pertama sekolah.

Rupanya di hari pertama ke sekolah, murid di Jepang bawaannya cukup heboh. Hal ini digambarkan oleh akun Instagram @bale_tenun, orang Indonesia yang tinggal di Jepang.

Anak SD Jepang© Instagram @bale_tenun

Lewat sebuh video ia memperlihatkan anak lelakinya yang bersekolah di salah satu SD Jepang. Tampak sang putra membawa tas punggung, dengan tas yang juga dijinjing di tangan kanan dan kiri.

Anak SD Jepang© Instagram @bale_tenun

Termasuk juga botol minum yang digantung di leher, lalu tas mungil yang diikat di tas punggung terlihat bergelantungan. Penasaran apa saja yang dibawa?

 

3 dari 4 halaman

Daftar Barang yang Harus Dibawa

Pemilik akun Instagram @bale_tenun menuliskan barang-barang yang harus dibawa putranya ke sekolah di hari pertama. Bukan hanya buku, pensil dan alat tulis lain, tapi juga beberapa barang yang memang cukup banyak.

Anak sekolah Jepang© Instagram @bale_tenun

Berikut daftarnya.

1. Tas punggung khusus bernama Randsel/Randoseru berisi buku cetak, buku tulis, alat tulis.
2. Tas buku dan alat musik (pianika, suling recorder)
3. Tas alat lukis (cat warna, kuas, lap, palet)
4. Tas buku perpustakaan yg harus dikembalikan
5. Tas alat kaligrafi (kertas gulung, kuas, tinta, besi penahan)
6. Tas/kantung baju olahraga
7. Tas/kantung topi&celemek untuk tugas menyiapkan makan siang
8. Tas/kantung sepatu indoor umum dan sepatu indoor khusus lapangan olahraga (di Kansai dibedakan, di Kanto tidak)
9. Tas khusus bantalan duduk yang juga sebagai alat pelindung kepala saat bencana
10. Tas bekal makan siang bagi yag Muslim karena sekolah di Jepang umumnya tidak menyediakan makanan halal

4 dari 4 halaman

Lihat Sibuknya Anak SD di Jepang Hari Pertama Sekolah

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bale Tenun (@bale_tenun)

Beri Komentar