Mantra Penenang yang Selalu Ingin Didengar Buah Hati

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 9 Agustus 2017 14:06
Mantra Penenang yang Selalu Ingin Didengar Buah Hati
Untuk membuat anak lebih bahagia, bermental kuat, jadi pribadi yang baik dan percaya diri.

Dream - Tak selamanya orangtua bisa tetap tenang saat menghadapi beragam polah anak-anak. Apalagi ketika mereka menyerempet bahaya, melakukan kesalahan atau bertengkar dengan saudara atau temannya.

Sebagai manusia, orangtua memang tak luput dari kesalahan, terutama dalam hal mengasuh anak-anak. Tak ada yang sempurna, tapi setidaknya orangtua selalu belajar membaca situasi agar bisa mengajarkan anak nilai dan norma kebaikan.

Sebenarnya ada kalimat yang sangat baik diungkapkan pada anak-anak. Kalimat ini semacam mantra penenang untuk membuat anak lebih bahagia, bermental kuat, jadi pribadi yang baik dan percaya diri.

Ingin tahu apa saja?

- " Yuk, kita bereskan bareng-bareng"
Si kecil menumpahkan makanan dan minuman di karpet, padahal Anda sudah memperingatkannya untuk tak berlarian. Jika mengikuti emosi mungkin Anda sudah mengomelinya dengan lontaran kalimat panjang, seperti " Tuh kan, apa mama bilang, kamu dihukum yah, ga dapat es krim hari ini" . Anak pun menangis, mungkin hingga mengamuk.

Akan lebih baik dan menenangkan bagi anak jika Anda mengatakan " Tadi sudah mama bilang kalau lari-larian makanannya tumpah, sekarang ambil lap atau tisu di di belakng, kita bereskan bareng-bareng biar tidak kotor" . Anak akan belajar segala sesuatu ada konsekuensi logisnya, tumpah, kotor dan harus dibersihkan. Ini akan membuatnya jadi banyak belajar.

- " Kamu lebih baik dari kemarin"
" Kamarnya sekarang rapi ya" , " wah, sudah bisa melipat baju sendiri, hebat" , " Kakak hasil ulangannya lebih bagus dari kemarin, belajar terus ya, mama bangga!" . Jika selalu membandingkan dengan anak lain, Anda tak akan pernah memberi pujian pada anak. Cobalah memberi pujian tanpa membandingkan dan atas hal-hal kecil yang dilakukannya.

- " Ayah/ ibu minta maaf yah"
Anak akan sulit meminta maaf jika tak pernah melihat contoh secara langsung. Jika melakukan kesalahan, jangan gengsi untuk minta maaf pada anak. Misalnya saat Anda pulang telat dan tak bisa memenuhi janji untuk bermain dengannya. Dengan meminta maaf, anak jadi merasa dihargai dan ini menenangkannya, ia juga tahu kalau orangtua bisa melakukan kesalahan dan juga meminta maaf.

Sumber: Brightside

 

 

Beri Komentar