Meninggal di Usia 11, Abu Bocah yang Ingin Jadi Astronot Dikirim ke Luar Angkasa

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 17 Juli 2022 09:30
Meninggal di Usia 11, Abu Bocah yang Ingin Jadi Astronot Dikirim ke Luar Angkasa
Bocah ini sangat terobsesi dengan luar angkasa. Beberapa abunya akan pergi ke luar angkasa dan ditempatkan di permukaan Bulan.

Dream - Matthew Liam Gallagher dari Lakeland, Florida, Amerika Serikat meninggal pada 18 Mei 2022. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi astronot. Sebelum bisa menjadi astronot, ternyata Tuhan memanggilnya.

Untuk mewujudkan keinginan Matthew yang meninggal di usia 11 tahun, keluarganya memiliki misi khusus. Mereka ingin menaruh abu jasad Matthew di ruang angkasa.

Ayah Matthew, Scott Gallagher yang seorang marinir, bercerita kalau sang putra sangat terobsesi dengan ruang angkasa. Anaknya itu sangat ingin menjadi astronot sejak usia 5 tahun.

" Seluruh kamarnya bertema luar angkasa. Dia telah mengajari gurunya, bahkan guru sainsnya, hal-hal tentang ruang angkasa yang tidak mereka ketahui," kata Cori, ibunda Matthew dikutip dari FOX 13.

Matthew bahkan sudah tahu untuk bisa ke luar angkasa, dia harus menjadi pilot terlebih dahulu. Dalam obituarinya, keluarga menceritakan bahwa Matthew telah memikirkan dengan cermat rencana hidupnya sehingga suatu hari dia bisa mencapai mimpinya pergi ke luar angkasa.

1 dari 4 halaman

Bakal Terbang Pada 2023

Bakal Terbang Pada 2023 © Dream

Orangtuanya kemudian menemukan Celestis Memorial Spaceflights, berupa layanan membawa abu jenazah untuk ditaruh di luar angkasa. Mereka memutuskan untuk menggunakan layanan tersebut.

Menurut situs webnya, Celestis Memorial Spaceflights, " telah membantu keluarga di seluruh dunia memperingati kehidupan orang yang mereka cintai yang telah meninggal" . Sejak 1997, organisasi tersebut telah mengorganisir 17 misi bagi keluarga yang ingin mengirim orang yang mereka cintai ke luar angkasa.

Keluarga Matthew memilih " penerbangan luna" . Beberapa abu Matthew akan pergi ke luar angkasa dan ditempatkan di permukaan Bulan. Untuk mencari dana, keluarganya membuka donasi online.

Hingga kini, keluarga Matthew berhasil mengumpulkan dana US $10.000 dari target US $14.000 melalui GoFundMe. Penerbangan yang dipesan keluarga Matthew rencananya akan diluncurkan pada 2023.

Sumber: CafeMom

2 dari 4 halaman

Hobi Coret-coret, Bocah 12 Tahun Dikontrak Nike

Hobi Coret-coret, Bocah 12 Tahun Dikontrak Nike © Dream

Dream - Jangan melarang jika anak suka membuat gambar dan coret-coret. Bisa jadi itu merupakan bakatnya yang terpendam. Seperti yang terjadi pada Joe Whale, yang dikenal dengan sebutan The Doodle Boy.

Bocah berusia 12 tahun asal Shropshire, Inggris sangat hobi menggambar atau doodle. Gambar yang dibuatnya berupa bentuk kartun, grafis dan fantasinya. Awalnya, ia kerap dimarahi gurunya ketika menggambar dalam kelas.

Rupanya itu merupakan kesukaan Whale yang membuatnya jadi perhatian banyak orang. Gambarnya kemudian viral di banyak media sosial dan membuat salah satu pemilik restoran memintanya menggambar di tembok salah satu restonya.

 

3 dari 4 halaman

Impian Besar

Impian Besar © Dream

The Doodle Boy

Sejak itu, Whale pun membuat banyak karya, seperti buku mewarnai, komik hingga poster. Kini, ia bahkan mendapat tawaran dari Nike, brand sport ternama, untuk berkolaborasi.

" Ini adalah salah satu impian saya. Nike adalah hal yang besar dan akan ada banyak hal menyenangkan yang segera datang yang membuat saya sangat bersemangat.


Aku tidak terlalu memikirkan apa yang aku lakukan, aku hanya melanjutkannya dan hanya berkreasi dari pikiran. Aku tidak benar-benar berencana, aku hanya melakukan apa yang saya rasakan," ujar Whale dikutip dari Mirror.co.uk.

4 dari 4 halaman

Hobi Gambar Sejak Usia 3 Tahun

Hobi Gambar Sejak Usia 3 Tahun © Dream

Bentuk kolaborasi Whale dan Nike memang belum dijelaskan secara detail dan membuat penasaran banyak orang. Whale mulai suka menggambar sejak usia 3 tahun, pada umur 7 ia mulai menemukan coretan khasnya.

The Doodle Boy

Sejak itu, Whale seperti 'kecanduan' menggambar dan kerap mencoret-coret saat pelajaran berlangsung. Akhirnya orangtuanya memasukkan ia ke kelas khusus menggambar setelah pulang sekolah untuk menyalurkan bakatnya.

Orangtua yang peka terhadap kesukaan dan bakat anak memang sangat baik. Hal ini membantu anak jadi lebih fokus untuk jadi yang terbaik dalam hal yang disukainya.

Beri Komentar