Menyusui Anak, Bolehkah Mintah Upah dari Suami?

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 21 Februari 2020 16:03
Menyusui Anak, Bolehkah Mintah Upah dari Suami?
Syekh Ali Jum’ah, salah satu ulama yang menjadi mufti Al-Azhar Kairo Mesir di dalam kitab Fatawa Ashriyah telah menjawab hal ini.

Dream – Setelah hamil dan melahirkan, tugas ibu dilanjutkan dengan menyusui. Dalam hal menyusui, ada yang berpendapat kalau ibu bisa mendapat upah dari menyusui anaknya sendiri.

Bagaimana hukumnya menurut Islam? Syekh Ali Jum’ah, salah satu ulama yang menjadi mufti Al-Azhar Kairo Mesir di dalam kitab Fatawa Ashriyah telah menjawab hal ini.

Beliau mengatakan bahwa seorang istri mengerjakan tugas-tugas rumah tangga seperti menyusui anak dan merawatnya, melayani suami, dan menjaga rumah merupakan tradisi yang biasa dipraktikkan oleh semua istri di dunia ini, dari dulu hingga sekarang.

Semua itu mereka kerjakan tanpa upah. Sedangkan masalah upah atas semua yang dikerjakan oleh istri tersebut menurut Syekh Ali Jum’ah adalah hal yang tidak dikenal atau dipraktikkan oleh kalangan salafus shalih. Namun hal ini dilihat dari sisi realitas kehidupan masyarakat Muslim.

 

1 dari 5 halaman

Menyusui Bukan Kewajiban Ibu

Menyusui Bukan Kewajiban Ibu © Dream

Adapun dari sisi hukum fiqih, Syekh Ali Jum’ah menjelaskan bahwa beberapa fuqaha’ berpendapat sang istri berhak menerima upah dari menyusui anaknya karena menyusui anak bukan kewajibannya. Bahkan, dia berhak menolak menyusui anaknya sehingga suami mesti memberi perempuan lain upah untuk menyusui anaknya.

Namun, beberapa fuqaha’ lainnya berpendapat bahwa sang istri wajib menyusui anaknya. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah Swt. “ Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 233).

 

2 dari 5 halaman

Jika Orangtua Bercerai

Jika Orangtua Bercerai © Dream

Hanya saja, lanjut Syekh Ali Jum’ah jika keduanya sudah dalam keadaan pisah (cerai) atau sedang dalam proses perceraian di pengadilan. Suami wajib memberi istrinya upah menyusui sekaligus nafkah.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian fuqaha’ berpendapat boleh bagi istri meminta upah menyusui kepada suaminya. Namun sebagian lainnya beranggapan bahwa menyusui adalah kewajiban bagi istri, sehingga tidak boleh baginya meminta upah. Sedangkan menurut Syekh Ali Jum’ah, seorang istri itu berhak dan wajib diberi upah menyusui ketika dicerai suaminya.

Selengkapnya baca di BincangMuslimah

3 dari 5 halaman

Sabar Menanti Hadirnya Buah Hati, Islam Ajarkan Hal Ini

Sabar Menanti Hadirnya Buah Hati, Islam Ajarkan Hal Ini © Dream

Dream - Bagi pasangan suami istri yang kini tengah berusaha untuk mendapatkan keturunan, pastinya akan menghadapi banyak ujian. Mulai dari perbedaan pendapat, melakukan pemeriksaan berjam-jam, hingga harus menghadapi omongan orang lain.

Itu hanya sebagian cobaan, karena seringkali selama menanti momongan, suami istri justru mengalami konflik yang cukup besar. Dalam hal ini, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria bisa jadi teladan.

Keduanya diuji Allah SWT dengan penantian buah hati selama puluhan tahun. Islam mengajarkan kesabaran. Seperti janji Allah SWT dalam surah Az Zumar ayat 10. Dalam surat tersebut tertulis:

Az zumar

" Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas" .

 

4 dari 5 halaman

Ujian dari Allah SWT

Ujian dari Allah SWT © Dream

Dikutip dari Bincang Muslimah, belum diberikannya buah hati merupakan suatu ujian dari Allah SWT untuk hambanya. Dalam Tafsir Ibn Katsir, Al-Auza’iy mengatakan bahwa pahala mereka tidak ditukar ataupun ditimbang melainkan diberikan secara borongan tanpa perhitungan.

Ibnu Juraij juga mengungkapkan bahwa pahala mereka tidak diperhitungkan melainkan ditambah terus-menerus. Dengan demikian ganjaran pasangan yang terus bersabar dalam menanti momongan adalah tiada batasnya.

 

5 dari 5 halaman

Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Sabar Menanti Momongan

Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Sabar Menanti Momongan © Dream

Pertama adalah saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Saat menanti kehadiran buah hati , hendaklah antara suami dan istri saling mendukung satu sama lainnya. Saling memberi semangat dan mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Jangan sampai dalam penantian ini yang terjadi justru pertengkaran antara suami istri karena saling menyalahkana. Hindari sikap saling menyalahkan.

Kedua adalah semangat berikhtiar karena Allah. Selalu berikhtiar dan tidak mudah menyerah adalah langkah tepat bagi pasangan suami istri yang sedang menanti kehadiran buah hati yang tak kunjung hadir.

Banyak cara yang dapat pasangan ini lakukan. Seperti rajin berkonsultasi kepada para ahlinya, mengonsumsi makanan yang akan berpengaruh pada meningkatnya kesuburan, meminum susu, obat, madu, atau ramuan-ramuan herbal yang dipercaya dapat membantu dalam proses pra-kehamilan.

Ikhtiar lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak ilmu mengenai hal berkaitan, yakni tentang reproduksi, pra-kehamilan, dan masih banyak lagi. Selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar