Pesan Kiai Agar Memiliki Keturunan yang Baik dan Membanggakan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 25 April 2022 08:13
Pesan Kiai Agar Memiliki Keturunan yang Baik dan Membanggakan
Tidak ada jaminan orangtua yang baik anaknya pasti baik.

Dream - Hadirnya anak-anak dan keturunan di dunia merupakan suatu amanah luar biasa dari Allah SWT. Anak bisa jadi perhiasan, tapi juga sebaliknya bisa menjadi fitnah. Pengasuhan orangtua dalam hal ini memiliki peranan yang begitu besar.

Sebagai orangtua, kita pastinya menginginkan memiliki keturunan yang baik dan membanggakan. KH Shonhaji Mahfudh dari Mojokerto, mengingatkan tidak ada jaminan orangtua yang baik anaknya pasti baik.

" Kita buktikan ada Kan'an yang merupakan anak dari Nabi Nuh, namun tidak beriman hingga akhir hayat," katanya, dikutip dari NU Online.

Beliau mengingatkan kembali, usaha besar orangtua untuk mendidik anaknya agar memiliki pendidikan dan akhlak yang baik, harus disandarkan pada Allah SWT. Jangan hentinya untuk memohon kepada Allah SWT dan mulailah dengan memperbaiki diri.

" Salah satunya adalah bahwa orang tua hendaknya melaksanakan perintah, serta menjauhi larangan Allah SWT. Jadi jangan berharap anak-anak akan taat kalau ternyata orangtua belum melakukan kebaikan yang diperintahkan," pesannya.

 

1 dari 5 halaman

Keteladanan

Keteladanan, menurut beliau sangat menentukan dalam mendidik anak. Hal lain yang harus dilakukan orangtua adalah riyadhah.

" Ini bisa dilakukan oleh ayah atau ibu dan tentunya lebih baik kalau dilakukan oleh keduanya," ungkapnya.

Karena itu tradisi orangtua dulu yang melakukan puasa Senin dan Kamis sehingga memiliki anak yang dapat dibanggakan. Berpuasalah khusus untuk keselamatan dan keberkahan anak. Selain itu, bisa juga melakukan solat malam. Bila ternyata cara kedua ini belum bisa, maka yang dapat dilakukan para orang tua adalah dengan memperbanyak berdzikir.

" Hal ini penting untuk mengimbangi pergaulan anak yang semakin liar di luar rumah," pesannya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 5 halaman

Penjelasan Imam Ghazali Soal Doa Anak yang Tidak Saleh

Dream - Sebagai umat muslim kita selalu diingatkan kalau kehidupan di dunia adalah sementara. Kelak, kita akan mendapat ganjaran dari Allah SWT atas apa yang dilakukan di dunia.

Setelah meninggal dunia, putus segala amal kita kecuali tiga hal. Hal ini sesuai hadist Rasulullah, riwayat Bukhari dan Muslim.

HR Bukhari Muslim© NU Online

Artinya: “ Dari sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Bila seseorang meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali berasal dari tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya" .

Untuk itu sebagai muslim kita harus selalu melakukan amal jariyah dan menebarkan ilmu bermanfaat. Satu hal lagi, berusaha keras agar anak-anak menjadi orang saleh, yaitu dengan mengasuhnya berdasarkan nilai-nilai Islam.

Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana jika anak bukan orang saleh. Dikutip dari NU Online, hal tersebut berusaha dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin.

 

3 dari 5 halaman

Imam Ghazali Merujuk Surat At-Thur Ayat 21

Imam Al-Ghazali mengakui bahwa hadits itu hanya menyebutkan doa anak yang saleh. Menurutnya secara umum, kesalehan itu melekat pada anak-anak orang yang beriman, terlebih anak orang-orang yang teguh dalam beragama. Mereka dapat dikatakan sebagai anak yang saleh meski juga melakukan dosa dan berbuat fasik.

Imam Ghazali kita Ihya© NU Online

Artinya: “ Seseorang berkata, ‘Anak kadang tidak saleh sehingga doanya tidak berpengaruh bagi kedua orangtua. Padahal ia mukmin. Kesalehan sudah umum pada keturunan orang beragama, terlebih kalau orang bertekad mendidik dan mengantarkannya pada kesalehan. Secara global, doa orang beriman untuk kedua orang tuanya tetap berguna baik ia anak berbakti maupun anak durhaka. Kedua orang tuanya akan tetap diberi pahala atas doa dan kebaikan anaknya karena itu bagian dari ikhtiarnya dan ia tidak akan disiksa karena dosa keturunannya. Pasalnya setiap orang tidak menanggung dosa orang lain,” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz II, halaman 30).

Imam Al-Ghazali berpijak pada Surat At-Thur ayat 21 dalam membangun argumentasinya. Ia mengutip Surat At-Thur ayat 21.

At Thur ayat 21© NU Online

Artinya: “ Orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan keturunan mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat pada apa yang dikerjakannya,” (Surat At-Thur ayat 21). Menurut Imam Al-Ghazali, Allah berdasarkan Surat At-Thur ayat 21 tidak akan mengurangi pahala kedua orang tua yang telah meninggal karena amal fasik dan dosa yang diperbuat anaknya yang masih hidup. Sebaliknya, Allah menjadikan kehidupan anak mereka sebagai tambahan pahala bagi kedua orang tuanya. (Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H], II/30).

4 dari 5 halaman

Baca Doa yang Dicontohkan Nabi Ibrahim untuk Buah Hati

Dream – Mengasuh dan membesarkan anak bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak sekali cobaan yang datang dan sebagai orangtua kita harus selalu meminta perlindungan dan kekuatan dari Allah SWT.

Dikutip dari BincangMuslimah.com, Nabi Ibrahim a.s. merupakan salah satu sosok orangtua ideal yang telah dicontohkan Allah SWT di dalam Alquran. Menurut Prof. Quraish Shihab dalam tafsirnya, beliau mengutip pendapat sebagian ulama yang menyatakan bahwa nama Ibrahim merupakan bentuk majmu’ dari kata ab dan rahim.

Ab berarti ayah dan rahim berarti penuh kasih. Beliau adalah ayah yang penuh kasih. Ada juga yang berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Ibrani, Abram yang bermakna ayah kelompok manusia yang banyak. Sifat penuh kasih Nabi Ibrahim a.s. ditunjukkan dengan doa-doa beliau untuk anak-anaknya dan keturunan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah mengabadikan doa-doa Nabi Ibrahim a.s. yang selalu menyertakan anak cucunya dalam doanya. Di antaranya adalah Q.S. Al-Baqarah ayat 124.

Albaqarah ayat 124© Bincang Muslimah

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “ Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “ Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “ (Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”

Pada Q.S. Ibrahim ayat 35, Nabi Ibrahim a.s. berdoa kepada Allah SWT agar anak cucunya dijauhkan dari penyembahan berhala. Beliau memohon agar kiranya fitrah kesucian yang dianugerahkan Allah dalam jiwa setiap manusia yaitu Tauhid terus terpelihara dalam jiwa anak cucunya.

Surah Ibrahim ayat 35© Bincang Muslimah

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “ Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

 

5 dari 5 halaman

Doa Agar Anak Cucu Selalu Beribadah

Nabi Ibrahim a.s. tidak hanya memohon kepada Allah agar anak keturunannya memiliki iman yang kokoh. Beliau juga berdoa seperti dituliskan di Q.S. Ibrahim ayat 40 demi anak dan keturunannya menjadi hamba-hamba Allah yang selalu melaksanakan perintah-Nya berupa sholat.

Surah Ibrahim ayat 40© Bincang Muslimah

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Doa Nabi Ibrahim a.s. tersebut, mengingatkan para orangtua agar tidak lupa mendoakan putra putrinya agar termasuk orang yang istiqamah dalam menjalankan sholat.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More