Pubertas Anak Terjadi Lebih Cepat, Apa Penyebabnya?

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 7 Juli 2019 11:24
Pubertas Anak Terjadi Lebih Cepat, Apa Penyebabnya?
Pubertas yang terjadi lebih cepat bisa saja akibat dari lingkungan.

Dream - Masa pubertas anak rata-rata terjadi saat mereka berumur 11 tahun (perempuan) dan 12 tahun (laki-laki). Dilansir dari situs NHS, anak perempuan akan mengalami menstruasi dan payudara bertambah besar saat puber.

Sedangkan pada laki-laki, penis dan testis membesar serta suaranya menjadi lebih berat. Masa pubertas pada tiap anak berbeda, jangan khawatir jika anak mengalami masa pubertas lebih lama.

Menurut Oktina Burlianti, psikologi anak dan remaja, pubertas yang terjadi lebih cepat bisa saja akibat dari lingkungan atau kebiasaan anak yang menstimuli organ-organ seksual berkembang lebih cepat.

1 dari 5 halaman

Pubertas Lebih Cepat

Pubertas Lebih Cepat © Dream

Banyak hal kecil yang dianggap biasa oleh orang dewasa yang dapat merangsang perkembangan organ-organ seksual anak. Bisa saja dari film yang ditonton dan lagu yang didengarkan.

Orang dewasa mungkin berpikiran, lagu " dewasa" tidak berdampak pada anak karena mereka tidak dapat mengerti arti dari lagu itu, tapi bisa saja anak akan berusaha untuk mencari tahu.

" Termasuk film tentang prince charming (pangeran ganteng). Ada adegan ciuman mungkin dianggap romantis, tetapi hal tersebut juga membuat anak berpikir soal ciuman dan menstimuli organ seksual anak," kata Oktina.

Pengawasan orang tua diperlukan untuk memantau adegan-adegan film yang akan ditonton oleh anak. Oktina menambahkan, sebaiknya anak-anak diberikan lagu-lagu yang sesuai dengan usianya serta menonton film seusianya dan pengawasan dari orangtua sangat diperlukan.

 Laporan:  Febrianingsih Alamako/ Sumber: Liputan6.com

 

2 dari 5 halaman

Biarkan Buah Hati Merasa Bosan, Ternyata Ada Manfaatnya

Biarkan Buah Hati Merasa Bosan, Ternyata Ada Manfaatnya © Dream

Dream - Pekan-pekan ini liburan kenaikan kelas masih berlangsung. Biasanya orangtua kebingungan mencari aktivitas seru agar anak tak merasa bosan di rumah. Mulai dari berenang, main di playground atau liburan di luar kota.

Jika tak ada kegiatan, anak-anak kerap kali berteriak kebosanan dan membuat ulah. Sebenarnya sebagai orangtua, ayah dan bunda tak perlu selalu sibuk mencari kegiatan untuknya.

Sesekali biarkan anak kebosanan. Justru dengan merasa bosan, anak akan menjadi pemikir dan kreatif. Mengapa demikian? Ini alasannya.

3 dari 5 halaman

Lebih berpikir

Lebih berpikir © Dream

Kebosanan merupakan hal yang memberi kita makna hidup. Pelitian dari American Psychological Association ini menunjukkan bahwa ketika orang bosan, mereka cenderung melihat kembali kehidupan mereka dan merasa bahwa hal-hal yang telah mereka lakukan lebih bermakna. Mereka juga mulai memberi makna lebih pada hal-hal berikutnya yang mereka lihat.

Ketika tidak melakukan apa-apa, kita tidak menghabiskan seluruh hidup kita menatap dinding, otak kita mencoba membuat hidup lebih menarik. Saat anak-anak bosan, itu membantu mereka menemukan nilai dalam pengalaman mereka sendiri dan mengembangkan pandangan dunia mereka sendiri.

4 dari 5 halaman

Lebih kreatif

Lebih kreatif © Dream

Saat merasa bosan di rumah dan hanya ada sedikit mainan, anak akan berpikir keras membuat suatu hal yang menyenangkan baginya. Bisa saja ia membuat area piknik di garasi rumah dengan alas seadanya. Lalu menaruh berbagai camilan miliknya. Kardus bekas yang menumpuk lalu dijadikan mainan seru.

Biasanya saat bosan anak malah jadi lebih kreatif mencari permainan sendiri. Imajinasi mereka terasah. Jauh lebih seru dibandingkan membuat kegiatan yang terstruktur dan terencana.

5 dari 5 halaman

Tanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri

Tanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri © Dream

Nah, ini yang kerap tak disadari orangtua. Banyak yang berusaha terus-menerus membahagiakan anaknya, padahal anak harus belajar kalau bahagia adalah muncul dari diri sendiri. Bukan tanggung jawab orang lain.

Mengenalkan konsep yang agak abstrak ini bisa dimulai dengan membiarkan anak merasa bosan. Biarkan anak berpikir untuk mencari kegiatan menyenangkan yang bisa mengusir rasa bosannya. Dengan begitu ia tahu kalau hal yang menyenangkan bisa dicarinya sendiri.

Sumber: Motherly

Beri Komentar