Perjalanan Dena Rachman, Transgender, Ateis, dan Pindah Agama

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 18 November 2020 11:21
Perjalanan Dena Rachman, Transgender, Ateis, dan Pindah Agama
Inilah kisah perjalanan hidup Dena Rachman hingga memutuskan jadi seorang transgender dan kini menjadi seorang nasrani.

Dream- Mantan artis cilik, Dena Rachman baru-baru ini secara jujur menceritakan tentang perjalanan hidupnya dalam channel YouTube Daniel Mananta.

Dalam video tersebut, Dena yang bernama asli Renaldy Denada Rachman itu juga bercerita bagaimana dia akhirnya memutuskan untuk menjadi transgender.

Seperti diketahui, Dena yang lahir dengan nama asli Renaldy Denada Rachman ini mengubah kelaminnya menjadi seorang wanita pada 2013 lalu.

Rupanya, sejak kecil Dena sudah merasakan ada yang berbeda dengan dirinya. Mantan penyanyi cilik ini akhirnya mulai berani menunjukkan dirinya sejak duduk di bangku sekolah.

Kepada Daniel, Dena mengungkap kisah perjalanan hidupnya hingga menjadi seorang transgender yang berparas cantik seperti saat ini. Seperti apa cerita Dena Rachman? Berikut penjelasannya!

1 dari 10 halaman

1. Berprestasi di Sekolah

Dena Rachman© Foto : Youtube/Daniel Mananta Network

Dena Rachman menceritakan soal perjalanan hidupnya sebelum akhirnya memutuskan menjadi transgender di kanal YouTube Daniel Mananta Network.

Di momen itu, Daniel penasaran apakah Dena memiliki masa lalu kelam yang membuatnya memutuskan untuk berganti kelamin seperti cerita-cerita yang pernah didengar dari orang yang mengambil keputusan serupa.

" Lu di rumah enggak ada maksudnya kayak gua banyak denger cerita soal transgender atau misalnya even gay gitu, di mana mungkin ada kejadian yang kelam di childhoodnya. Kayak abuse by uncle atau apapun itu, sama temennya gitu. Lu sebenernya itu kayaknya masa kecil lu smooth smooth aja gitu," tanya Daniel Mananta.

Tidak disangka, Dena Rachman mengaku sangat bersyukur tidak pernah merasakan hal tersebut. Kehidupannya berjalan dengan normal dan dia selalu berprestasi dalam bidang akademik. Hal ini sejalan dengan prinsip keluarganya yang mengutamakan pendidikan. 

Makanya gua bilang gua bersyukur banget mereka sama sekali enggak kayak gitu. Itu normal, gua sih enggak berasa yang gimana-gimana ya. Maksud gua pendidikan selalu jadi yang utama, terus gua selalu berpestasi kebetulan dari dulu dan mereka enggak pernah punya masalah dengan sekolah. Jadi enggak ada sama sekali childhood trauma dengan keluarga," ungkap Dena Rachman.

2 dari 10 halaman

2. Suka Dance Sejak Kecil

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Saat kecil, Dena yang terlahir dari keluarga pegiat seni. Ayahnya seorang koreografer dan ibunya yang memiliki banyak teman di dunia hiburan Tanah Air. Dena saat TK sudah senang menampilkan bakatnya seperti bernyanyi dan menari.

" Dari TK tuh udah sering ada pertunjukan gitu gue suka ikutan nge-dance terus ikutan tampil disuruh nyanyi tuh seneng," kata Dena pada Daniel Mananta.

Ketika anak laki-laki seusianya lebih suka bermain bola, robot-robotan dan lain sebagainya, Dena justru tidak suka.

Sehingga mungkin banyak orang di sekitarnya mengira Dena tidak seperti anak laki-laki pada umumnya. Dan kedua orang tuanya akhirnya mengarahkannya untuk menjadi artis cilik.

3 dari 10 halaman

3. Merasa Berbeda Saat SMP

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Ketika memasuki bangku SMP dan sudah mengalami puber, Dena merasa dirinya berbeda dengan anak laki-laki pada umumnya. Ketika melihat teman-temannya yang laki-laki, Dena merasa berbeda dengan teman-teman seumurannya.

Karena dirinya merasa berbeda, ia berusaha untuk menyesuaikan dengan yang lainnya. Hingga akhirnya Dena berani menunjukkan dirinya yang sesungguhnya karena mendapat dukungan dari temannya saat kelas 2 SMP.

" SMP mulai puber kan? trus mulai ngerasa I'm different," kata Dena.

4 dari 10 halaman

4. Menunjukkan Jati Diri Ketika SMA

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Saat masuk SMA, Dena mulai memberanikan diri untuk menjadi dirinya sendiri sesuai apa yang ia rasakan. Dia menunjukkannya melalui sikap dan preferensinya, meski tetap harus mengikuti peraturan sekolah untuk memakai seragam laki-laki.

" Gue masuk SMA 6 udah nggak pura-pura. Dalam artian masih ikutin regulasi pakai seragam sesuai, cuma dari awal gue sudah menjadi diri sendiri ditunjukkan melalui sikap dan preferensiku. Gue sudah all out," paparnya.

Saat masa orientasi sekolah, alih-alih di-bully atau dicibir oleh teman-teman dan kakak kelasnya, Dena justru disenangi oleh teman-temannya.

" Di awal-awal gue kan ada orientasi gitu, jadi sama senior kayak dikerjain gitu. Ketika gue disuruh macam-macam gue malah totalitas jadi lama-lama kakak kelas yang ngerjain gue malah jadi sayang. Gue tampil aja bodo amat," jelasnya.

5 dari 10 halaman

5. Reaksi Guru Dena Rachman

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Dena Rachman sempat menceritakan tentang sikap gurunya yang memanggil orangtuanya ke sekolah, setelah menganggap dirinya membuat kehebohan.

Wali kelas Dena memanggil orang tuanya untuk memberitahukan ada sesuatu yang aneh dari Dena, yaitu memiliki kecenderungan sebagai anak perempuan.

Lagi-lagi orang tuanya tidak mempermasalahkan hal itu karena Dena berhasil menjadi anak yang berprestasi.

" 'Bu sepertinya anak ibu punya kecenderungan' gitu sih bahasanya. Gue enggak tahu apa yang mereka rasakan tapi mereka (orangtua) enggak pernah datang ke gue dan confront, itu enggak ada," jelas Dena.

6 dari 10 halaman

6. Penampilan Berubah

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Ketika sudah lulus SMA, dan berkuliah di universitas negeri ternama di Indonesia, Dena secara bertahap menunjukkan dirinya yang sesungguhnya melalu penampilan.

" Waktu gue ke kampus gue sudah pakai skinny jeans, pakai baju distro, kaos yang lucu, kemeja floral, tapi belum pakai dress. Nah, di situ mulai, dalamannya mungkin pakai tank top segala macam," jelas ia.

7 dari 10 halaman

7. Bicara Jujur pada Orang Tua

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Ketika sudah mulai kerja, Dena semakin berani untuk menunjukkan jati dirinya dan berkata jujur pada orang tua.

" Gue semakin berani untuk dateng gitu loh, untuk honest to my parents, karna gue tau banget mereka itu concern-nya mungkin adalah about my future," jelas Dena.

8 dari 10 halaman

8. Mendapat Support dari Kakek

Dena Rachman© foto: Instagram/@denarachman

Bahkan, karena dirinya sangat berprestasi, kakek Dena tidak mempermasalahkan dirinya menjadi tansgender. Mengenakan bahasa Sunda, kakek Dena justru memberi dukungan dan membebaskan Dena untuk menjadi dirinya sendiri.

" Biar saja Gin (ibu Dena), yang penting cantik dan berprestasi, iya bagus-bagus tidak apa-apa," pungkas Dena menirukan kakeknya.

 

9 dari 10 halaman

9. Pernah Tidak Percaya Adanya Tuhan

Dena Rachman© Foto : Youtube/Daniel Mananta Network

Lahir dari keluarga Muslim, artis transgender ini sempat menjadi seorang ateis hingga akhirnya pindah agama dan memeluk agama Kristen.

Dena Rachman terang-terangan mengaku tidak percaya pada Tuhan. Rasa ketidakpercayaan itu bermula saat Dena marah pada Tuhan dan mempertanyakan identitasnya. 

" Aku bukan orang yang percaya sebelumnya karena experience gue, pengalaman gue, pergumulan hidup gue ditambah lagi dengan apa yang orang-orang bilang. Doktrin-doktrin, stigma-stigma, gue jadi enggak percaya," ungkap Dena Rachman.

" Kalau emang lo ada dan lo sayang sama umat lo, kenapa gue dibikin kayak begini? Jadi, aku sangat penuh kebencian waktu itu. Jadi aku tidak percaya pada Tuhan. Aku bisa bilang ateis," terang Dena Rachman.

10 dari 10 halaman

10. Pindah Agama Nasrani

Dena Rachman© Foto : Youtube/Daniel Mananta Network

Sampai akhirnya, Dena Rachman mulai percaya pada Tuhan saat berlibur ke Amerika dan berkunjung ke gereja di sana. Dena pun memutuskan pindah agama dan menjadi pemeluk agama Nasrani.

Dalam kesempatan itu pula, aktris 33 tahun ini juga mengungkap reaksi keluarga tentang keputusannya tersebut.

" Gue cukup berterima kasih dan bersyukur punya keluarga yang open minded. Jadi, mereka benar-benar tahu perjalananku. Mereka tahu dari mana asalku dan kenapa gue memilih pilihan gue, apa pun itu, termasuk yang ini (mengikuti Tuhan Yesus)," ujar Dena Rachman.

Meski tidak dipungkiri, Dena Rachman mengakui bahwa keluarganya sempat kaget saat mengetahui keputusannya pindah agama.

Dena merasa kalau keluarganya lebih mudah menerima keputusannya berubah menjadi transgender, daripada pindah keyakinan.

" Awalnya mereka syok sih. Jadi, i can say, kayaknya ya, in my opinion mereka lebih gampang waktu gue memutuskan untuk ganti gender," pungkas Dena Rachman sambil tertawa.

 

Sumber : Youtube

Beri Komentar