Pamer Sebotol Lemak Hasil Sedot, Anissa Bahar Jadi Sorotan

Reporter : Kusmiyati
Senin, 25 Juli 2016 18:07
Pamer Sebotol Lemak Hasil Sedot, Anissa Bahar Jadi Sorotan
Pedangdut Annisa Bahar menjadi sorotan para peselancar dunia maya baru-baru ini, lantaran keputusannya untuk mengubah bentuk tubuhnya dengan sedot lemak.

Dream - Pedangdut Annisa Bahar menjadi sorotan para peselancar dunia maya baru-baru ini. Pemicunya, keputusan Annisa mengubah bentuk tubuhnya dengan sedot lemak.

Wanita kelahiran Jakarta, 25 November 1976 itu pun mengunggah beberapa video tengah saat dia melakukan operasi tersebut. Sebagai bukti, ibu empat anak itu bahkan menujukan lemak yang telah disedot dari dua tangannya.

" Ini adalah hasil lemak yang disedot dari kedua tangan aku, seperti juice ya," ujar Nisa melengkapi unggahan video singkatnya di akun instagram, Senin 25 Juli 2016.

 Annisa Bahar

Sontak video tersebut memicu reaksi para peselancar dunia maya, kebanyakan dari mereka mengaku ngeri melihatnya. " Ih geli lihatnya, ingin muntah rasanya," kata akun Utami.

" Ngeri juga ya liat lemak kaya gitu," ujar akun Atha.

" Serem," tutur akun Stefano.

 Annisa Bahar

" Maksudnya kamu harus sedot lemak gitu?," ujar akun Novi.

Selain itu ada juga netizen yang meminta Annisa untuk menjaga pola makan. " Makin cantik, jaga pola makan ya biar selalu sehat,"  akun Taufik menimpali.

 

1 dari 3 halaman

Tubuh Juwita Bahar Kurusan, Ternyata Rahasianya...

Dream - Penampilan pedangdut Juwita Bahar kini terlihat lebih ramping dibandingkan sebelumnya. Juwita panggilan akrabnya mengaku melakukan diet mayo untuk menurunkan berat badannya. Anak Annisa Bahar ini pun mengatakan sangat menghindari garam dan gula.

" Diet mayo. Pastinya tepat waktunya jauh dari garam dan gula. Anta rasanya. Rebus-rebusaan pasti. Kalau mau gorengan pakai minyak olive oil," kata Juwita ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin 6 Juni 2016.

Rutin menerapkan diet mayo, Juwita mengaku berhasil menurunkan puluhan kilogram lemak di tubuhnya. " Kalau dari awal banget parah gendut, turun 12 sampai 14 kg dari 70 kg sekarang 56 sampai 58 Kg," ungkapnya.

 Diet Mayo, Tubuh Juwita Bahar Kurusan

Meskipun sudah cukup banyak menurunkan bobot tubuhnya, namun Juwita masih merasa belum ideal. " Maunya 48 kilogram, itu paling gede harusnya," paparnya.

Penurunan berat badan yang dilakukannya termotivasi dari kritik keluarga soal bentuk tubuh yang gemuk. Ditambah para penggemar yang menyarankan Juwita untuk kurus.

" Keluarga sudah banyak yang bawel. Fans juga banyak komentar untuk menjaga badan lebih baik lagi. Kebetulan yang lagi jalan sama aku model, jadi mau diimbangi juga," ucap gadis 20 tahun itu.

                                          Diet Mayo, Tubuh Juwita Bahar Kurusan

Dalam menjalani diet mayo, Juwita tetap memperhatikan asupan makanan agar tidak menimbulkan sakit di tubuhnya. " Yang penting aku ngejaga lambung saja. Karena dari kecil maag kronis dan hipertensi. Kalau sudah ngerasa perih, aku minum atau makan serial yang ringan-ringan saja," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Mereka Tewas Mengenaskan Usai Operasi Sedot Lemak

Dream - Kepolisian Dominika terpaksa menutup sebuah klinik operasi plastik karena diduga menyebabkan kematian seorang wanita Amerika yang bepergian ke negara Karibia itu untuk menjalani prosedur sedot lemak.

Dikutip Dream dari Emirates 24/7, Rabu 29 April 2015, kantor kejaksaan di Santo Domingo mengatakan perempuan 23 tahun melakukan perjalanan ke Republik Dominika dua hari sebelum menjalani prosedur sedot lemak pada 23 April lalu, namun tidak mengungkapkan dari wilayah Amerika mana wanita itu berasal.

Klinik ini dijalankan oleh Dokter Edgar Contreras, yang sudah menjadi incaran penyidik Dominika selama bertahun-tahun atas tiga dugaan penyalahgunaan profesi lainnya. Dia tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Wanita AS ini adalah korban keempat dan warga Amerika kedua yang telah meninggal sepanjang tahun ini di klinik operasi plastik Dominika.

Korban terbaru adalah wanita 35 tahun dari Hawaii yang meninggal setelah menjalani prosedur sedot lemak. Korban wanita AS lainnya adalah wanita 24 tahun yang meninggal karena emboli pada Februari setelah menjalani operasi pencabutan implan pada pantatnya.

Tahun lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS melaporkan setidaknya 19 wanita di lima negara bagian meninggal akibat infeksi luka mikobakteri serius, usai menjalani prosedur kosmetik di Republik Dominika seperti sedot lemak, perut melipat dan implan payudara.

Negara Karibia, seperti negara-negara Thailand, Meksiko dan Kosta Rika, telah mempromosikan dirinya sebagai tujuan wisata medis. Disebut demikian karena orang-orang akan menginap beberapa hari di resor sebelum atau setelah menjalani o

3 dari 3 halaman

Tragis, Ratu Kecantikan Tewas Saat Jalani Sedot Lemak

Dream - Seorang ratu kecantikan meninggal dunia saat menjalani sedot lemak. Tragisnya, itu merupakan bagian dari hadiah yang diterimanya.

Catherine Cando, model glamor paruh waktu dari Ekuador, memenangi kontes kecantikan 'Queen of Duran', Oktober tahun lalu.

Selain gelar, gadis 19 tahun ini berhak atas mobil, tablet, dan operasi plastik sebanyak 3 kali.

Catherine mengatakan awalnya dia tidak akan menjalani operasi plastik karena tidak membutuhkannya. Namun akhirnya dia tertarik melakukannya setelah memenangkan kontes.

Namun saat menjalankan tugasnya sebagai Queen of Duran, kepada wartawan Catherine mengelak bahwa dia menjalani operasi plastik. Dia memilih melakukan olahraga diet untuk mengurangi berat badan dan menjaga proporsi tubuhnya.

Kakaknya, Daniel Zavala, 24 tahun, mengatakan kepada media setempat, sebelum menjalani operasi, ia menerima banyak telepon dari ahli bedah yang membujuknya untuk melakukannya, tapi dia terus berkata tidak.

Daniel mengatakan, adiknya malah punya ide untuk memberikan hadiah itu kepada orang lain. " Tapi entah kenapa, dia akhirnya menerima saran itu."

Ahli bedah yang melakukan prosedur tersebut dilaporkan telah ditangkap atas tuduhan lalai dalam menjalankan tugas. Catherine akhirnya meninggal di meja operasi saat proses sedot lemak tengah berlangsung.

" Saya diberitahu dia meninggal karena edema otak. Tapi staf klinik mengatakan kepada kerabatnya bahwa ia meninggal karena serangan jantung," kata Carlos Reyes Izquierdo, pengacara Catherine.

Atas peristiwa tersebut, Izquierdo memerintahkan pemeriksaan sitologi dan patologis terhadap Catherine untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, Izquierdo mengatakan kasus ini kemungkinan sebagai kelalaian karena belum ada penjelasan dari dokter-dokter lain.

Kasus ini mengingatkan kepada peristiwa meninggalnya model Brasil, Pamela Nascimento, 27 tahun, di meja operasi saat menjalani sedot lemak pada 2011 silam.

Penyebab kematiannya disebutkan sebagai syok hipovolemik, dimana ia kehilangan banyak darah sehingga jantungnya tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

(Sumber: News.com.au)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie