Dicibir Kere Gegara Naik Transportasi Umum, Adrian Maulana Kasih Balasan Menohok

Reporter : Nur Ulfa
Jumat, 30 September 2022 15:24
Dicibir Kere Gegara Naik Transportasi Umum, Adrian Maulana Kasih Balasan Menohok
Adrian ngaku nyaman dengan kehidupannya saat ini

Dream - Aktor senior Adrian Maulana geram dengan komentar nyinyir netizen yang menyebutkan kere karena menggunakan transportasi umum.

Dalam unggahan video di Instagram yang menunjukkan dirinya naik ojek online dan KRL, Adrian memberikan jawaban menohok.

" Artis kok kere? Gara2 belakangan ini kalo ngantor seringnya naik ojek, MRT, bahkan KRL..saya malah dianggap ‘kere’. Hehehe.." tulis Adrian.

Adrian tak mau ambil pusing dengan komentar nyinyir yang dia terima. Sebab, hal tersebut tidak ada pengaruhnya bagi kehidupan dia.

Adrian Maulana© © 2016 http://www.dream.co.id

" AlhamdulillahKebetulan saya ngga pusing sih apa kata orang. Biasanya kalau kata2 nya positif, saya jadikan motivasi. Kalo negatif, saya jadikan introspeksi," tuturnya.

Buat Adrian, kaya atau miskin bukan dilihat dari transportasi yang digunakan. Selagi nyaman naik kendaraan umum tidak ada salahnya.

" Tapi ntah ya..saya kok nyaman2 aja tuh hidup dengan kesederhanaan. “ Kaya itu status. Sederhana itu sikap hidup”Itu artinya KERE, ato malah KEREN?" imbuhnya.

1 dari 4 halaman

Di luar permasalahan ini. Presenter Adrian Maulana memiliki ketertarikan besar di bidang investasi pasar modal. Bahkan dia sudah mulai terlibat untuk bermain di instrumen reksa dana sejak 2005 silam.

Adrian mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan sebagai investor pasar modal adalah kesabaran. Termasuk dalam menahan diri untuk tidak mencairkan dana yang telah diinvestasikan dalam jangka panjang.

Meskipun pada 2015 lalu indeks saham sempat anjlok sampai 12 persen, Adrian tetap bersabar. Dia tetap optimistis apalagi dengan kenaikan indeks tahun ini yang baru mencapai tiga persen.

" Tahun ini strategi saya tidak terlalu agresif tapi saya tetap berinvestasi di pasar modal, dan saya tidak akan pernah mencairkan reksa dana saya dalam keadaan apapun," tutur Adrian saat dijumpai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, kemarin.

 

2 dari 4 halaman

Diakui Adrian, dirinya memang pernah mencairkan reksa dana sekitar tahun 2009. Setelah merasakan peningkatan investasi hingga 40 persen, Adrian pun memutuskan kembali membuka rekening baru di tahun 2012.

Meskipun pasar saham sempat mengalami kelesuan, Adrian justru manfaatkan kondisi itu untuk membeli unit-unit reksa dana yang lebih banyak lagi. Dan sudah menjadi prinsipnya untuk selalu berinvestasi setiap bulan dalam kondisi apapun itu.

" Ini yang selalu saya coba share ke orang-orang untuk menyisihkan sebagian penghasilan agar berinvestasi karena saya sudah merasakan sendiri gurihnya," imbuh Adrian.

Menurut dia, kedisiplinan dalam berinvestasi dapat menjadi pengganti tabungan. Tetapi terarah dengan lebih jelas, sehingga hasilnya dapat dialokasikan untuk perencanaan yang lebih bermanfaat seperti naik haji dan umroh ataupun membeli rumah.

" Atau yang sifatnya sekadar jalan-jalan dan menikah kalau kita punya perencanaan yang matang dalam berinvestasi maka bisa kita cicipi hasilnya," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Setelah hampir 11 tahun berkecimpung di dunia pasar modal, seleb yang juga presenter Adrian Maulana mantap berinvestasi di pasar modal. Terlebih dengan pengetahuan agama yang semakin matang membuatnya tergerak untuk berpindah ke pasar modal syariah.

Sedangkan untuk portofolio pasar modal, hingga saat ini Adrian telah mengalokasikan 30 persen asetnya ke arah saham dan campuran. Tetapi dia tetap menyarankan agar para investor memiliki simpanan yang lebih besar dalam bentuk tunai sebagai amunisi dalam keadaan darurat.

" Apabila keadaan ini tidak sesuai dengan kenyataan. Kita tinggal mengalokasikan saja kemana tidak hanya ke pasar modal, tapi bisa ke properti dan bisnis lainnya," papar Adrian saat dijumpai di kawasan SCBD Jakarta Selatan, kemarin.

 

4 dari 4 halaman

Ketertarikan Adrian ke dunia pasar modal didasarkan pada keyakinanan yang cukup kuat instrumen pasar modal adalah bentuk investasi yang terbaik. Meskipun dalam pelaksanaannya dibutuhkan waktu dan usaha yang cukup keras.

" Jangan sampai kita membeli dan berinvestasi yang kita tidak tahu. Banyak bertanya sebelum terjun langsung sebagai investor. Bedakan dengan trader yang memang kerjanya jual beli," ungkapnya melanjutkan.

Lebih jauh ia menyarankan agar setiap investor melakukan riset mendalam terhadap profil setiap emiten. Mempelajari pertumbuhan emiten dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Serta besarnya pembagian deviden kepada setiap investor.

Adrian mengibaratkan berinvestasi seperti mencari jodoh yang tak bisa sembarang memilih. Bahkan harus dipertimbangkan dengan matang bibit, bebet dan bobot setiap calon yang akan dipinang. Termasuk menghindari sifat gegabah yang mengingikan kekayaan dalam waktu instan.

" Jangan lupa berdoa dan memilih sesuai dengan syariat Islam Insya Allah selamat dunia akhirat," kata Adrian. (Ism) 

Beri Komentar