Tangis Fairuz A Rafiq di Sidang Kasus `Ikan Asin`: `Saya Sanggup`

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 27 Januari 2020 18:12
Tangis Fairuz A Rafiq di Sidang Kasus `Ikan Asin`: `Saya Sanggup`
"Saya kuat pak, saya sanggup"

Dream - Fairuz A Rafiq hadir sebagai saksi dalam kasus video ikan asin yang melibatkan mantan suaminya, Galih Ginanjar serta pasangan suami istri, Rey Utami dan Pablo Benua.

Istri Sonny Septian itu tak kuasa menahan tangis saat baru memberikan keterangan di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Senin, 27 Januari 2020.

Tangis ibu dua anak itu pecah saat mulai duduk di ruang sidang. Hakim yang memimpin persidangan sempat menannyakan kesiapan Fairus memberikan keterangan pada sidang kedua ini.

" Kenapa nervous?" tanya Ketua Hakim kepada Fairuz.

 Fairuz© Khidr Al-Zahrani

" Saya kuat pak, saya sanggup," kata Fairuz.

Sepanjang memberikan saksi, Fairuz tak berhenti menangis. Sonny Septian yang hadir menemani Fairuz juga sempat ditanya perihal dirinya mengenal Galih atau tidak.

" Saya kenal dengan Galih, pernah syuting bareng,” ungkap Sonny.

Sebelumnya, Galih, Rey dan Pablo sudah menjalani beberapa sidang. Salah satunya adalah sidang yang mengagendakan eksepsi yang di antaranya meminta persidangan dipindahkan ke Pengadilan Negeri Cibinong.(Sah)

1 dari 3 halaman

Terancam Hukuman Penjara Maksimal 12 Tahun

Dream - Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami terancam hukuman penjara 12 tahun dalam kasus ikan asin. Ketiganya dianggap telah melanggar tiga pasal sekaligus dalam kasus unggahan video yang diposting di akun Youtube.

Tuntutan tersebut muncul dalam sidang perdana yang mengagendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 9 Desember 2019. 

Jaksa Penuntut Umum, Donny M Sany dalam tuntutannya mengatakan Galih, Pablo dan Rey dinilai telah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terutama pasal tentang asusila.

" Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana, terancam pidana dalam pasal 51 ayat 2 juncto pasal 36 juncto 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016. Subsider Pasal 45 ayat 1 juncto pasal 27 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016," kata Donny.

Trio ikan asin itu juga dinilai telah melanggar pasal tentang pencemaran nama baik. Pasal yang dilanggar adalah 51 ayat 2 juncto pasal 36 juncto pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016, subsider Pasal 45 ayat 3 juncto pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016.

Terakhir, Pablo, Galih, dan Rey juga didakwa melanggar pasal tentang penyerangan terhadap seseorang yang diatur dan  Pasal 310 ayat (2) KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

" Kita Penuntut Umum yang menentukan pasal mana yang dilanggar, kita tentukan di persidangan. Nanti JPU yang membuktikan apa yang kita dakwa. Hanya satu yang terbukti, tak mungkin dua pasal," katanya lagi.

Dengan tiga pasal berlapis tersebut, Pablo dan istrinya Rey Utama serta Galih Ginanjar terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

" Ancaman hukuman sesuai pasal, ada yang maksimal 12 tahun keringanan tidak teratur," ujar dia.

Terkait tuntutan JPU, tim kuasa hukum ketiga tersangka menyatakan akan menyampaikan melakukan eksepsi yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Januari 2020.

" Kami akan mengajukan eksepsi yang mulia," kata Rihat Hutabarat kuasa hukum ketiganya.(Sah)

2 dari 3 halaman

Usai Ramai Kasus 'Ikan Asin', Fairuz A Rafiq Beri Pesan Menohok

Dream - Fairuz A Rafiq mengatakan kasus ikan pencemaran nama baik yang dilakukan Galih Ginanjar harus menjadi pembelajaan bagia semunya.

" Kalau menurut saya kasus ini bisa dijadiin bahan pelajaran untuk semua orang," kata Fairuz di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ibu dua anak ini menyarankan bagi siapapun harus berhati-hari dalam bentindak dan berbicara. Agar apa yang dilakukan oleh mantan suaminya dan pasangan selebritas Rey Utami dan Pablo Benua tidak terulang lagi.

" Kita harus hati-hati dalam berbicara dan bertindak," lanjut Fairuz.

 Sonny Septian Beri Sindiran Kasus Ikan Asin Fairuz A Rafiq© MEN

Kini, Fairuz terlihat lebih tenang dan ikhlas terkait kasus tersebut. Rasa ikhlas yang diutarakan Fairuz karena ia tidak ingin merasa stres dan cemas lagi.

Alasannya, ibu dua anak itu belum lama ini jatuh sakit dan sempat di rawat beberapa hari. Oleh karena itu, ia enggan memikirkan kasus itu lagi.

" Dokter nyuruh aku untuk tidak stress. Jadinya ya udah ikhlaskan saja. Didoakan habis ini dapat ketenangan hidup, tidak ada apa-apa lagi," ujar Fairuz.

Laporan : Alfi Salima Puteri/Magang

3 dari 3 halaman

Kabar Terbaru Kasus `Ikan Asin` Galih, Pablo, dan Rey Utami

Dream - Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara kasus " ikan asin" yang menjerat Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

" Untuk berkas perkara sudah kami kirim ke JPU, ke Kejati," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan, Selasa 20 Agustus 2019.

Iwan menjelaskan penyerahan berkas dijalankan bulan ini. Tetapi, dia mengaku lupa kapan tanggal penyerahannya.

" Tanggalnya lupa, yang pasti bulan ini," kata dia.

Kejati, kata Iwan, belum mengirim surat balasan terkait kelengkapan berkas. " Belum, belum ada balasan," ucap dia.

Kasus video 'ikan asin' bermula dari konten video wawancara antara Rey Utami dengan Galih Ginanjar. Video tersebut diunggah di channel YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.

Dalam wawancara itu, Galih mendapat pertanyaan dari Rey mengenai pengalaman saat masih terikat pernikahan dengan Fairuz A Rafiq. Galih pun membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut mantan istrinya berbau seperti ikan asin.

Tak terima, Fairuz melaporkan Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami ke Mapolda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna