Putra Elvy Sukaesih Ngamuk karena Rokok, Ipar: Masak Enggak Mampu Beli

Reporter : Nur Ulfa
Jumat, 13 September 2019 16:50
Putra Elvy Sukaesih Ngamuk karena Rokok, Ipar: Masak Enggak Mampu Beli
Zacky Alatas mengaku kaget mendengar kabar ini

Dream - Menantu Elvy Sukaesih, Zacky Alatas, mengaku kaget mendengar saudara iparnya, Haedar, yang ngamuk di warung. Apalagi, Haedar disebut mengamuk karena masalah sepele.

" Saya kaget karena baru dengar kabar ini juga," ujar Zacky saat dihubungi, Jumat, 13 September 2019.

Zacky tidak menyangka seorang anak Elvy Sukaesih bisa bersikap seperti itu, apalagi permasalahannya hanya rokok.

" Saya tidak menyangka dengan kejadian itu, makanya kok aneh ngutang tiga bungkus rokok, kalau ada saya, saya borong tuh," tutur Zacky.

Namun, Zacky justru tidak tahu bahwa Haedar mengalami gangguan jiwa. Saat Haidar diamankan polisi, keluarga Elvy Sukaesih menunjukkan surat dari rumah sakit jiwa.

" Nah saya enggak tahu kalau itu, malah baru dengar. Saya tahu dia hanya sakit, tapi bukan gangguan jiwa," ucap Zacky.

1 dari 5 halaman

Idap Gangguan Jiwa, Anak Elvy Sukaesih Rusak Warung Warga

Dream - Haidar, salah satu putra dari pedangdut Elvy Sukaesih ditangkap polisi. Ini lantaran Haidar merusak warung milik warga bernama Junaidi yang tak jauh dari kediamannya di Jalan Usaha 18, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur pada Kamis 12 September 2019.   " Iya, kita amankan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat 13 September 2019.   Peristiwa itu bermula ketika Junaidi tidak mengizinkan asisten rumah tangga (ART) Haidar untuk berhutang rokok sebanyak tiga bungkus. Mendengar hal itu, Haidar kemudian mendatangi warung Junaidi sambil membawa golok.

warung junaedi© warung junaedi

Di lokasi, Haidar langsung merusak warung. Tak hanya itu, saudara dari Dawiyah itu sempat menyerang pemilik warung, beruntung Junaidi dapat menghindar.   Tak hanya warung, pagar rumah Junaidi juga ikut dirusak Haidar. Mengetahui hal itu, warga sekitar kemudian menghubungi polisi. 

warung junaedi© warung junaedi

  Saat hendak dibawa ke kantor polisi, keluarga Haidar kemudian menunjukkan surat kalau ia tengah mengalami gangguan jiwa.    " Keluarganya menunjukan surat keterangan gangguan jiwa, sekarang di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit," kata Argo.

warung junaedi© warung junaedi

2 dari 5 halaman

Berseteru, Elvy Sukaesih Tak Dikunjungi Putrinya Saat Lebaran

Dream - Hubungan Wirdha Sylvina dan ibundanya, Elvy Sukaesih, masih renggang. Wirdha mengaku tidak mengunjungi Elvy pada Lebaran tahun ini.

" Tahun ini dan tahun kemarin tidak ke rumah umi karena memang masih ada masalah," ujar Wirdha di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu 13 Juni 2019.

Wirdha mengaku masih merasa sakit hati dengan sikap Elvy dan saudara-saudaranya. Apalagi, Elvy menolak bingkisan yang dia kirim sebelum Ramadan lalu.

" Awal puasa sudah niat Lebaran mau ke rumah umi, tapi kemarin saya dengar kue saya ditolak. Saya berpikir oh berarti belum mau akur," ujar dia.

Tidak hanya berseteru dengan Elvy, Wirdha juga tidak memiliki hubungan baik dengan sang adik, Dhawiya. " Dia enggak pernah kontak dan enggak pernah chatting saya," tutur dia. 

3 dari 5 halaman

Elvy Sukaesih Ungkap Kabar Mengejutkan Soal Dhawiya

Dream - Kabar bahagia datang dari si Ratu Dangdut Elvy Sukaesih. Dia menyebut sang putri yang tengah menjalani rehabilitasi akibat kecanduan narkoba, Dhawiya, akan menikah dengan kekasihnya, Muhammad, pada 29 Maret 2019.

"  Alhamdulillah dengan izin Allah artinya apa yang Dhawiya inginkan dengan izin Allah terwujud semuanya. Mudah-mudahan semuanya lancar," kata Elvy di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa 26 Maret 2019.

Elvy Sukaesih mengaku memberikan restu kepada Dhawiya. Dia melihat anaknya itu sudah sangat ingin memiliki keluarga.

Dhawiya Zaid© Dream.co.id/Rizki Astuty

Pernikahan Dhawiya dan Muhammad, kata Elvy, akan digelar secara sederhana. Tak banyak tamu yang diundang karena memang Dhawiya tak ingin pernikahannya digelar secara mewah.

Sedangkan Fitria kakak kandung Dhawiya mengatakan bahwa pernikahan ini digelar setelah Dhawiya dan kekasihnya resmi sudah tidak menjalani rehabilitas rawat inap di Rumah Sakit Ketergantungnan Obat (RSKO).

Menurut Fitria, Dhawiya sudah keluar dari RSKO sejak akhir Januari walau memang tetap harus menjalani rawat jalan.

" Sebenarnya izin rehabnya Dhawiya ini rehab jalan ya kan tapi kalau menurut hitungan memang seharusnya dia sudah bisa bebas," ujar Fitria.

 

 

4 dari 5 halaman

Jenguk Dhawiya, Elvy Sukaesih `Nangis Bebek`

Dream - Setelah satu bulan lebih, pedangdut senior Elvy Sukaesih akhirnya menjenguk sang putri Dhawiya Zaida yang tersandung masalah narkoba di dalam penjara. Elvy mengaku sudah dua kali bertemu dengan Dhawiya.

" Sudah dua kali, tapi dia belum minta dibawain apa-apa," kata Elvy saat di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin 26 Maret 2018.

Elvi Sukaesih© Elvi Sukaesih

Saat bertemu putrinya, wanita 66 tahun ini tak kuasa menahan tangis. Apalagi saat melihat putri kesayangannya itu tidur di balik tembok penjara.

" Dhawiya juga berharap-harap cemas ketemu aku. Tapi ya sudah pas kita ketemu ya berurai air mata, `nangis bebek` kita," katanya.

Meski sempat kesal dan kecewa saat pertama kali bertemu dengan Dhawiya, namun bagi Elvy, Dhawiya tetaplah anaknya. Dia mau memaafkan kesalahan putrinya.

" Jelas itu rasa kecewa, rasa marah semua bercampur. Tapi saya tetap tabah karena ini anakku, dan siapa pun dia orangtua tetap punya hati dan doa buat anak," tuturnya. (ism) 

5 dari 5 halaman

Melihat Perubahan Dhawiya di Penjara

Dream - Sejak mendekam di penjara akibat kasus narkoba, perubahan terjadi Dhawiya Zaida. Putri Ratu Dangdut Elvy Sukaesih lebih rajin ibadah dan mulai bangkit dari keterpurukan.

Anak bungsu dari Elvy itu selalu menyatakan rasa penyesalannya.

“ Dhawiyah makin rajin ibadah. Selalu mengucapkan taubat dan ingin lepas dari narkoba,” ujar Zecky Alatas, kuasa hukum yang juga kakak ipar Dhawiya, Senin 16 April 2018.

Zecky menuturkan, saat ini keluarga berusaha semaksimal mungkin agar Dhawiyah bisa mendapatkan rehabilitasi. Alasannya, Dhawiyah adalah korban dan selayaknya diberi pengobatan.

“ Dhawiyah kan bukan pengedar. Dia korban, makanya harus direhabilitasi. Kami menunggu kebaikan hati pak polisi dan jaksa agar adik kami ini bisa disembuhkan dari ketergantungan obat" .

 

 

Beri Komentar