Heboh Disebut Kabur saat Karantina, Rachel Vennya Minta Maaf: 'Kadang Aku Nyakitin Orang Lain'

Reporter : Amrikh Palupi
Kamis, 14 Oktober 2021 14:59
Heboh Disebut Kabur saat Karantina, Rachel Vennya Minta Maaf: 'Kadang Aku Nyakitin Orang Lain'
Ibu dua anak ini tidak menjelaskan permohonan maaf tersebut ditujukan untuk kabar dirinya kabur saat karantina.

Dream - Rachel Vennya sedang menjadi sorotan sejak dikabarkan kabur saat karantina di Wisma Atlet. 

Melalui akun instagramnya, selebgram kelahiran Jakarta, 25 September 1995 ini menulis permpintaan maaf atas semua kesalahannya yang dia perbuat.

" Hallo teman-teman semua..Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku," tulis Rachel Vennya dikutip Dream, Kamis 14 Oktober 2021.

Namun, ibu dua anak ini tidak menjelaskan permohonan maaf tersebut ditujukan untuk kabar dirinya kabur saat karantina.

Permohonan maaf Rachel Vennya© Permohonan maaf Rachel Vennya

Ia hanya menyebut kalau permohonan maaf itu untuk semua kesalahan yang pernah dilakukan.

" Kadang aku nyakitin orang lain, merugikan orang lain, egois dan sombong. Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya dan semoga semua hal buruk yang pernah aku lakukan di hidup aku menjadi pelajaran buat aku. Untuk selalu berfikir saat melangkag ke depan dengan baik," ucap Rachel Vennya.

Di akhir kalimat, mantan istri dari Niko Al-Hakim ini berterimakasih kepada para penggemarnya yang selalu memberikan dukungan.

" Untuk sahabat-sahabat online aku yang belum pernah ketemy aku tapi selalu mendukung aku dari duku aku mau bilang terimakasih, Rachel Vennya," tuturnya.

1 dari 8 halaman

Dear Rachel Vennya, Penggemar Menanti Klarifikasi Tudingan Kabur dari Karantina Wisma Atlet

Dream - Semenjak dibeberkan petugas RSD Wisma Atlet Pademangan, kabar Rachel Vennya tak mematuhi protokol karantina selama delapan hari terus bergulir. Kabar terbaru, Rachel bisa terancam hukuman setahun penjara bila aksi kabur dari karantina yang dibantu oknum TNI tersebut terbukti.  

Sejak mencuat akhir pekan lalu, Rachel belum memberikan klarifikasi ataupun membantah tudingan yang viral di sosialmedia tersebut. Setiap unggahan di akun Instagram selalu ramai komentar netizen yang memintanya untuk segera memberikan penjelasan.

Laman media sosial ibu dua anak itu masih banyak mengunggah konten-konten endorse baik melalui insta story maupun feed Instagram. Belum ada satupun unggahan dari mantan istri Niko AL Hakim yang menyinggung tudingan kabur dari kewajiban karantina setelah pulang dari Amerika Serikat.

buna© instagram

Keputusan tutup mulut Rachel dengan belum mengklarifikasi tudingan tersebut membuat netizen membandingkan sikapnya  saat menghadapi tudingan soal tudingan menggelapkan donasi ataupun hal-hal menyangkut lingkaran pertemanannya. 

" Yuk buna klarifikasi," pinta pemilik akun selinti*****jaditangan.

" Klarifikasi yuk Buna hihihi kmren pas dana bansos langsung cepet klarifikasi nya," kata akun jen****nab.

" Yu klarifikasi tanpa tremor2 besties," kata akun az***rst_.(Sah)

2 dari 8 halaman

Viral Tudingan Tak Jalani Karantina Sesuai Protokol, Unggahan Terbaru Rachel Vennya Diserbu Netizen

Dream - Rachel Vennya kembali mendapat tudingan tak sedap setelah perjalanan ke Amerika Serikat beberapa hari lalu. Viral di Twitter dengan hastag, Buna, kemarin, Rachel dituduh tak menjalani protokol karantina 8 hari di Wisma Atlet seperti yang wajib dilakukan semua warga yang baru bepergian ke luar negeri.

Kabar tersebut mencuat setelah seorang netizen yang mengaku sebagai petugas penginput data di Wisma Atlet membocorkan kegiatan Rachel Vennya. Tak hanya trending di Twitter, tudingan itu juga menjadi viral setelah disebar sejumlah akun Instagram.

Petugas penginput data tersebut mengatakan kekasih Salim Nauderer ini seharusnya menjalani karantina selama delapan hari. Namun baru berjalan tiga hari, Rachel Vennya sudah keluar dari Wisma Atlet.

" Oh dia harusnya karantina di Wisma Atlet selema 8 hari eh tapu baru 3 hari langsung kabur. Karena gua yang nginput data dia di Wisma Atlet Pademangan. Demi Allah...Puas? "   kata netizen petugas tersebut dikutip Dream dari @dramakuin, Minggu 10 Oktonber 2021.

Rachel Vennya© Rachel Vennya

Foto : @rachelvennya

 

 

3 dari 8 halaman

Tak hanya itu, netizen tersebut mengatakan Rachel juga meminta tinggal satu kamar bersama dengan manager dan kekasihnya, Salim. Permintaan tersebut ditanggapi petugas dengan meminta Rachel menunjukkan buku nikah. 

" Katanya mereka bertiga kok, sama manager Rachel yg cewek,"   ucapnya.

Untuk membuktikan ucapannya tak sekadar tudingan, petugas Wisma Atlet Pademangan itu mengaku menyimpan bukti berupa tangkapan layar unggagan insta story Rachesl saat berada di kamar Wisma Atlet. Unggahan tersebut hanya bertahan dua menit karena langsung dihapusnya.   

Si petugas mengaku merasa kesal dengan tindakan Rachel Vennya yang tak menjalani karantina sesuai protokol yang ditetapkan. Di sisi lain banyak TKW yang baru pulang dari luar negeri dan sudah berumur harus menjalani karantina selama delapan hari. 

"  Ada yg ortu meninggal, anak meninggal, tapi terpaksa harus 8 hari sedangkan ni org dengan enaknya cma 3 hari,"   imbuhnya.

Munculnya tudingan tersebut membuat unggahan terbaru Rachel di Instagram menjadi buruan netizen. Mereka berharap Rachel memberikan klarifikasi terkait tudingan tak menjalani protokol karantina seperti yang sudah ditetapkan.

Dalam unggahan tersebut, Rachel berpose di atas ayunan dalam posting foto endorse salah satu produk pakaian. " Good morning," tulis Rachel di unggahan yang dibuat Minggu, 10 Oktober 2021 itu. 

"  Jelasin dong yg wisma atlit, biasanya lgsg buru-buru klarifikasi, yg wisma atlit ayooooo aku nungguin nih," komentar @cutwidyaz.

"  Klarifikasi yg ditwitter dong buna," tulis akun @verialauliaa.

Ada juga netizen yang menyayangkan tindakan Rachel jika tudingan tersebut terbukti benar. "  Buna aku ga pernah komen gini d lapak slebgram, aku kayak menyayangkan aja sikapmu yg malah ga patuh kaya tim erigo lain . So sad Ini soal ketaatan," komentar akun @lifanaclarista.

Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari Rachel terkait tudingan dari netizen yang mengaku salah satu petugas penginput data di Wisma Atlet Pademangan tersebut. (Sah)

4 dari 8 halaman

Temuan Mengejutkan Hasil Investigasi Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Dream - Kasus dugaan selebgram Rachel Vennya diduga dari karantina Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan turut menyeret instansi TNI. Hasil investigasi menemukan bukti Rachel kabur dibantu seorang oknum anggota TNI.

Temuan itu diketahui setelah Kogasgabpad Covid-19 menggelar investigasi atas dugaan kaburnya Rachel dari kewajiban menjalani 8 hari karantina. 

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Jayakarta (Kapendam Jaya), Kolonel Arh Herwin, BS, mengatakan hasil investigasi menyatakan oknum TNI berinisial FS diduga membantu keluarnya Rachel Vennya.

FS bertugas di bagian Pengamanan Satgas Covid-19 Bandara dan diduga telah melakukan tindakan non-prosedural.

" Dia (FS) yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri," ujar Herwin, dikutip dari Liputan6.com.

 

5 dari 8 halaman

Perintah Pangdam Jaya

Atas kasus ini, Herwin mengungkapkan Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) selaku Panglima Kogasgabpad Covid-19 telah mengeluarkan perintah dilakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap FS secepatnya.

Pemeriksaan juga akan dilakukan ke sejumlah tenaga kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina lainnya agar hasil penyidikan bisa maksimal.

Dia menyatakan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi. Herwin juga menyatakan sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomo 18 Tahun 2021, setiap pelaku perjalanan internasional yang baru datang dari luar negeri wajib melaksanakan karantina selama 8x24 jam.

Selanjutnya, Herwin mengungkapkan proses pemeriksaan sedang berjalan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

" Dimulai dari hulu sampai ke hilir dalam arti pemeriksaan dilakukan dimulai dari bandara sampai dengan di RSDC Wisma Pademangan," ucap Herwin.

6 dari 8 halaman

Tak Berhak Karantina di Wisma Atlet

Herwin juga mengungkapkan Rachel bukan orang yang berhak menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Dia tidak termasuk dalam kategori WNI pelaku perjalanan luar negeri yang ditetapkan dalam SE Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021.

" Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang tidak berhak mendapatkan fasilitas tersebut," kata Herwin.

Rachel diketahui baru pulang dari Amerika Serikat untuk urusan bisnis. Seharusnya, Rachel menjalani karantina di hotel khusus karantina.

Berdasarkan SE Satgas Covid-19, mereka yang berhak menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet adalah para pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan menetap di Indonesia minimal 14 hari. Kemudian, para pelajar dan mahasiswa Indonesia usai menempuh pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri.

Selain itu, pegawai Pemerintah Indonesia yang kembali ke Tanah Air setelah melakukan perjalanan dinas dari luar negeri.

7 dari 8 halaman

Ini Ketentuan WNI yang Baru Pulang dari Luar Negeri

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan aturan karantina bagi WNI yang baru tiba dari luar negeri berlaku selama delapan hari. Ketentuan itu disertai dengan aturan tambahan berupa tes PCR sebanyak tiga kali dengan hasil negatif.

" Ketentuannya masih delapan hari ya, dan disertai tiga pemeriksaan PCR negatif baru bisa dinyatakan selesai karantina," kata Nadia.

Selain itu, kata Nadia, karantina dijalankan di hotel atau wisma karantina yang sudah ditunjuk. Juga, dilarang untuk keluar dari area karantina.

8 dari 8 halaman

Ancaman Untuk Pelaku Pelanggaran Karantina

Bagi pelaku yang melanggar aturan karantina, ada sanksi tegas yang tertuang dalam Pasal 14 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Pasal tersebut memuat ketentuan pelanggar karantina sebagai berikut

(1) Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

(2) Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

(3) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

Tak hanya itu, pelanggar juga dikenakan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Demikian bunyi pasal tersebut.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Beri Komentar