Last Child (Foto : Dok Label Last Child)
Dream - Grup band Last Child kini hadir dengan format baru yaitu 3 personil. Bukan cuma format yang baru, Last Child juga menyapa penggemar mereka lewat karya terbarunya berjudul Menyerah.
Lagu baru tersebut menjadi salah satu bagian dari proyek besar dr.m
(label) di tahun 2021. Sebuah universe baru terobosan lainnya di industri musik tanah air.
Di tahun 2021 ini dr.m membuat sebuah proyek film pendek bertajuk Aku dan Mesin Waktu. Film tersebut terinspirasi dari beberapa lagu karya musisi-musisi Tanah Air. Mulai dari Budi Doremi, Caitlin Halderman, Virgoun dan juga tentunya Last Child.

Foto : dok label Last Child
" Menurut gw di Indonesia ini belum pernah ada project yang kayak gini ya. Biasanya kan gw sama project solo lagu gw aja, kali ini enggak. Ada gw sebagai soloist, ada band gw ini, trus Budi (Doremi), dan juga Caitlin (Halderman). Jadi waktu dr.m ngegodok idenya tahun lalu, gw seneng banget. Yok, jadiin. Bakal seru nih rame-rame, hahaha!," kata vokal Last Child Virgoun pada keterangan tertulisnya, Selasa 6 April 2021.
Project kali ini menjadi jauh lebih menarik karena memiliki tantangan dengan tingkatan yang kompleks; dimana jalan cerita dari short movie dan lagu-lagu dari keempat musisi tersebut harus saling mengisi, melengkapi menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan.
Proses kreatif dimulai dari oktober tahun 2020 lalu, berawal dari ide besar memberikan sesuatu yang beda, nafas baru di perhelatan musik tanah air.

Maka, berangkat dari sebuah premis cerita dan pembabakan 4 episode, dimana masing-masing musisi diberikan tantangan menciptakan karya baru yang menggambarkan rasa dari masing-masing episode tersebut.
Melalui beberapa rangkaian workshop dan song-writers camp di Bandung, lahirlah tidak hanya 4 tapi 7 karya baru; 4 lagu menjadi soundtrack utama, dan 3 sisanya menjadi lagu pendukung.
Proses kreatif berikutnya adalah meminang production house, juga para pemain utama yang akan berlaga di short movie-nya. Adalah Upie Guava; yang setelah sukses memberi hidup di short movie Seluruh Nafas Ini, juga Surat Cinta Untuk Starla; kembali dipercaya untuk misi besar ini. Lalu Refal Hady, Fero Walandouw.
Kemudian Caitlin Halderman berhasil lolos seleksi dan didaulat untuk beradu peran dan rasa sebagai Rama, Bara, juga Sukma; tiga tokoh kunci dari project Aku Dan Mesin Waktu ini.
" Tentang lagu Menyerah yang kita buat untuk project ini, bercerita tentang seseorang yang mengihklaskan, dikarenakan si pasangannya tersebut memilih bahagia dengan orang lain..”, jawab Dimas (bass).
“ Kalau dari sisi musik, nuansanya kita bawa balik ke alternative rock era 2006-2007, dengan vibe lebih modern, tapi tetap kita buat serelatable mungkin dengan kebutuhan project ini," kata Ipank (bass).
Dengan lirik lugas dengan musik yang keras menghentak, mereka bertiga berharap karya baru ini bisa membantu orang-orang meluapkan emosinya, sekaligus menjadi lebih kuat dalam menghadapi sebuah hubungan yang gagal.
" Memang, memperjuangkan itu penting. Tapi kan berjuang pun ada batasnya ya, dan terkadang Menyerah itu jadi pilihan yang lebih baik daripada harus membenci. Nyerah tuh gak berarti kalah lho. Semua orang kan berhak atas kebahagiannya sendiri”,imbuh Dimas.
“ Nah, makna lagu ini akan lebih kegambar jelas di short movie-nya Aku Dan Mesin Waktu. Caitilin, Refal, dan Fero sangat bisa memvisualkan emosi dari lagu kita ini. Dan Insha Allah, semua yang nonton pada suka, trending, dan terus-terusan ditonton sampai bertahun-tahun ke depan. Sukses lah intinya. Amin YRA!”, tutup Virgoun seraya diaminkan Dimas dan Ipank.