Kriteria Khusus Marcell Siahaan Jadi Brand Ambasador Produk

Reporter : Amrikh Palupi
Minggu, 10 Februari 2019 14:00
Kriteria Khusus Marcell Siahaan Jadi Brand Ambasador Produk
Apa saja?

Dream - Penyanyi Marcell Siahaan tak mau sembarangan menerima tawaran menjadi brand ambassador. Dia punya kriteria khusus, di antaranya produk yang dipromosikan harus ramah lingkungan. 

" Saya suka dengan produk yang ramah lingkungan, eco green dan salah satunya Nescafe Dolce Gusto. Senang bisa berada dalam campaign ini," ujar Marcel Siahaan, dalam acara Mini Concert Music Drip, The Pallas, Jumat 7 Februari 2019.

Marcell mengaku senang jika berada dalam satu kerjasama yang memiliki frekuensi dan pola pikir yang sama.

" Jika kita bisa sama-sama menghargai lingkungan, menghormati pekerja, melibatkan semuanya itu akan menyenangkan, pasti menjadi bahan pertimbangan kenapa saya mau bekerjasama," kata suami Rima Melati Adams ini.

 marcell siahaan

Foto @marcellsiahaans

Marcell mengupayakan selalu mencari keseimbangan, tidak hanya karena uang dan keuntungan. Tapi ke depannya bisa memberikan edukasi atau pengetahuan yang baik tentang produk yang dipromosikan.

" Kita sebagai brand ambassador punya tanggung jawab untuk mengedukasi apalagi tentang kesehatan, punya tanggung jawab yang lebih," ucapnya.

" Kita mau orang yang memakai produk yang kita promosikan tentunya mau mereka sehat. Kita menjadi garda depannya, jangan sampai malah menyesatkan," imbuhnya.

Laporan : Ratih Permata Sari

1 dari 3 halaman

Sikap Tegas Marcell Siahaan Soal RUU Permusikan

Dream - Marcel Siahaan mempertanyakan tujuan dari DPR menyusun Rancangan Undang-Undangn (RUU) Permusikan yang mendapat penolakan dari sejumlah musisi. Jika tak bisa menjabarkan tujuan dari payung hukum tersebut, Marcel menilai RUU Permusikan tak perlu dibahas lebih jauh. 

Pandangan Marcel tersebut merujuk pada UU No. 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan.

" (Disitu) sudah jelas di pasal 5, bahwa di point A itu tujuan harus jelas," jelas Marcel Siahaan, di sela acara Mini Concert Music Drip, The Pallas, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.

  ruu permusikan

Marcell Siahaan (Foto : @marcellsiahaans)

Menurut Marcel, jika pihak penyusun tak bisa menjelaskan tujuan dari RUU tersebut, payung hukum yang sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas itu bisa dianggap cacat hukum.

Suami dari Rima Melati Adams ini menegaskan RUU Permusikan harus menjabarkan dengan tegas pihak yang akan dilindungi. Perlindungan itu bisa diterapkan pada pelaku, penikmat, atau konten dari karya yang dibuat musisi. 

" Ini kan tidak jelas tujuannya. Kalau tujuannya sudah tidak jelas berarti mengacu pada point berikutnya yaitu tidak berdaya guna," ucapnya.

Dari pandangan yang dipegangnya tersebut, Marcel menilai pembahasan RUU Permusikan tak perlu lagi dibahas lebih dalam jika tujuannya belum bisa dijabarkan tegas. 

" Kalau sudah tidak berdaya guna kita nggak perlu ribut ngobrolin pasal yang mana," tambahnya.(Sah)

2 dari 3 halaman

Harapannya

Menurut Marcell setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyampaikan pendapatnya mengenai RUU Permusikan dan memiliki konsekuensinya masing-masing.

" Kalau saya pribadi lebih melihat yang pasti positifnya yang saya dapat, siapa pun kita, lepas dari apapun caranya kita semua perduli. Saya sangat hargai itu. Ini adalah industri kita bersma," tuturnya.

Dia berharap agar tidak ada musisi yang saling menjatuhkan karena ego mereka masing-masing.

" Harapan saya adalah begini, dari kita-kita ini kita dukung apapun niat mereka karena niat mereka sama baiknya. Dan himbauan saya kalau jantuhin seseorang kita stop itu. Tujuan kita satu memperbaiki industi. Jadi rusak karena kita terlalu ego dan mengedepankan emosi kita," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Menolak

Meski begitu, pria berusia 41 tahun ini dengan tegas menolak RUU permusikan. Menurut dia, tujuan RUU permusikan dibuat karena tidak jelas sehingga cacat hukum.

" Kalau ditanya saya menolak karena secara tujuan secara ruhnya sudah cacat hukum. Jadi tidak perlu lagi bahas-bahas soal pasal itu," ucapnya.

Selain itu, Marcell menuding jika RUU permusikan dibuat lantaran saat ini banyak warga Indonesia ketakutan akan ujaran kebencian dan hoax.

" Apalagi ada ketentuan pidana, emang musisi itu siapa. Tahu tidak kenapa? kita itu sudah takut sekali dengan ujaran kbencian, hoax, jadi undang-undangan baru pun dimasukan aspel-aspek seperti itu," tuturnya.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting