Lagi! KPI Hentikan Tayangan Brownis

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 4 April 2020 14:35
Lagi! KPI Hentikan Tayangan Brownis
Ini keterangan dari KPI Pusat.

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menolak keberatan Trans TV dan tetap menjatuhkan sanksi kepada program Brownis. KPI tetap menghentikan sementara program yang dipandu Ayu Ting Ting dan Ruben Onsu itu selama empat hari, dari 6 sampai 9 April 2020.

Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, menyatakan keputusan menolak surat keberatan Trans TV merupakan hasil rapat pleno KPI Pusat. Rapat pleno telah membaca dan mempelajari keberatan yang disampaikan Trans TV dalam surat tersebut.

 para host acar brownis© para host acar brownis

Foto : @brownis_ttv

Beberapa hal yang memberatkan kami, program ini banyak mendapatkan aduan dari masyarakat. Hal yang paling banyak mereka keluhkan soal tayangan Brownis saat menghadirkan pasangan menikah dengan salah satunya masih berusia muda yang kemudian dieksploitasi dan jadi bahan candaan,” kata Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, Mimah Susanti dikutip Dream dari situs resmi KPI Pusat, Sabtu 4 April 2020.

Menurut Mimah, program televisi seharunya memberikan edukasi kepada khalayak masyarakat bukan malah sebaliknya. Salah satunya edukasi soal risiko ketika memilih menikah muda. Selain itu, Mimah mendapai beberapa adegan adegan yang dianggap rawan untuk ditiru oleh anak-anak.

" Kami juga mendapati adanya adegan yang tidak pantas dalam program “ Brownis” berupa adegan yang memainkan binatang yang membahayakan dan dikhawatirkan ditiru oleh anak," kata Mimah.

" Ingat, program yang tayang pada jam anak harus ramah anak, jangan memberi contoh buruk yang dapat ditiru atau berbahaya bagi anak,” Imbuhnya.

1 dari 5 halaman

KPI Hentikan Acara 'Brownis' untuk Sementara

Dream - Acara Brownis yang tayangan di Staisun Televisi Trans TV dihentikan sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, mengatakan siaran tersebut melanggar sejumlah Pasal di P3SPS KPI. Seperti penghormatan terhadap hak privasi dan nilai atapun norma kesopanan serta kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat.

" Sepatutnya hak privasi atau pribadi seseorang itu dihormati dalam setiap program siaran. Kehidupan pribadi itu berkaitan dengan kehidupan perkawinan, perceraian, konflik keluarga, konflik pribadi, perselingkuhan, hubungan asmara, keyakinan beragama, dan rahasia pribadi. Terlebih persoalan yang dibahas di program tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan publik," katanya dikutip Dream dari situs resmi KPI, Kamis 10 Oktober 2019.

Adapun tayangan " Brownis' yang melanggar ditemukan KPI Pusat pada tayangan tanggal 2 Juli 2019 karena membahas konflik antara Nikita Mirzani dengan Barbie Kumalasari.

Kemudian pada tanggal 7 Agustus 2019, terdapat adegan seorang pria berkata, " ..dia kalau nyanyi gigi depannya kering ngga?.." (yang ditujukan kepada seorang wanita), " ..dia kalau off air nyanyi? Oh gue pikir lo grogotin kayu panggung.." (sambil menunjuk seorang wanita) dan " ..ini cakep-cakep buta yaa.."  (sambil menunjuk gambar seorang pria).

  brownis_ttv© brownis_ttv

Foto : @brownis_ttv

KPI menemukan pelanggaran lain pada tayangan Brownis tanggal 13 Agustus 2019 berupa adegan seorang pria menoyor kepala temannya. Pada Brownis tanggal 13 Agustus 2019, KPI menemukan tayangan yang membahas kehidupan pribadi (Dewi Sanca) yang hamil di luar nikah.

Pada tanggal 15 Agustus 2019 program tersebut menampilkan adegan seorang pria yang berkata, " kakinya pendek sih jadi ngga nyampe-nyampe." . Dan yang terakhir, pada tanggal 22 Agustus 2019, KPI mendapati 'Brownis' menampilkan adegan dua orang wanita (Duo Serigala) yang menari dengan menggoyangkan bagian payudara.

2 dari 5 halaman

Harapan KPI

Menurut Mulyo, setiap program wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan agama, suku, budaya, usia, dan atau latar belakang ekonomi.

" Kami sangat menekankan kehati-hatian agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat," kata Komisioner KPI Pusat bidang Isi Siaran ini.

Dia juga mengingatkan bahwa terdapat aturan dalam SPS KPI bahwa lembaga penyiaran yang memuat adegan seksual dilarang mengeksploitasi dan atau menampilkan bagian-bagian tubuh tertentu seperti paha, bokong, payudara, secara close up dan atau medium shot.

  brownies trantv© brownies trantv

Foto : @brownis_ttv

" Berdasarkan hal itu, kami menilai adegan dua orang wanita atau Duo Serigala yang menari dengan menggoyangkan bagian payudara sebagai bentuk pelanggaran," ucapnya.

Mulyo menyampaikan penghentian sementara ini berlaku dua hari penayangan. Dia berharap penghentian ini menjadi pembelajaran Trans TV dan semua lembaga penyiaran agar berhati-hati dalam menayangkan setiap program acara.

" Jadikanlah P3SPS KPI sebagai acuan untuk membuat program siaran," tutupnya. (mut)

Sumber : kpi.go.id

3 dari 5 halaman

Ditanya Soal Sanksi KPI untuk Brownis, Ruben Onsu Emosi

Dream - Ruben Onsu enggan menanggapi teguran Komisi Penyiaran Indonesia kepada program Brownis yang dia pandu bersama sejumlah artis. Dia merasa tidak berhak mengomentari teguran tersebut.

" Bukan aku (yang harus komentar), tapi pihak televisinya. Salah kalau tanya saya," kata Ruben Onsu di Jakarta, Senin 29 Juli 2019.

Ruben juga menolak mengomentari evaluasi terhadap bintang tamu. Dia bahkan terlihat emosi saat mendapat pertanyaan kemungkinan adanya evaluasi kepada para bintang tamu. 

" Pertanyaannya jangan mancing-mancing ya, Mbak salah kalau tanya ke saya," ujar Ruben.

Brownis mendapat teguran karena pada 13 Juni 2019 menontonkan seorang pria yang beradegan seperti wanita. Kala itu Brownis mengundang Hudson yang bisa menyanyi sebagai laki-laki dan perempuan.

Sebelumnya, Brownis juga pernah ditegur KPI karena mengundang Elly Sugigi, Irma Darmawnagsa, dan Irfan Sbaztian, yang mengumbar permasalahan pribadi di depan piblik.

 

4 dari 5 halaman

Kena Semprit KPI (Lagi), Brownis Terancam Distop

Dream - Program Brownis kembali mendapatkan terguran tertulis oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tayangan yang dipandu Ruben Onsu, Ivan Gunawan, dan Ayu Ting Ting ini Brownis dianggap melanggar kewajiban program dalam sebuah tayangan.

KPI menilai Brownis telah menghadirkan seorang bintang tamu seorang pria yang berpenampilan sebagai pria dan wanita pada tayangan tanggal 13 Juni 2019.

Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah menjelaskan bahwa pelanggaran ini dikategorikan sebagai kewajiban program siaran memperhatikan dan melindungi kepentingan anak. 

Menurutnya program siaran yang menampilkan muatan identitas gender tertentu dilarang memberikan stigma dan wajib memperhatikan nilai-nilai kepatutan yang berlaku di masyarakat.

Sebuah program siaran juga dilarang menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku tidak pantas.

" Berdasarkan hal itu, kami memutuskan tayangan tersebut melanggar pedoman perilaku penyiaran KPi pasal 14, pasal 16 dan pasal 21 ayat 1 serta standar program siaran pasal 15 ayat 1, pasal 21 dan pasal 37 ayat 4 huruf a. Karenannya kami putuskan memberi sanksi administratif teguran tertulis kedua untuk brownis," kata Nuning dalam website KPI seperti yang dilansir Dream, Jumat 26 Juli 2019.

Sebelumnya program Brownis juga mendapat sanksi teguran tertulis pada 6 Mei 2019. Teguran itu diberikan lantaran Brownis menampilkan bintang tamu Elly Sugigi, Irfan dan Irma Darmawangsa yang membuka aib atau privasi masing-masing. 

Selain itu pula ada tayangan Kumalasari yang juga mmmenampilkan perhiasan dan harga dari perhiasan yang digunakannya. Yang dianggap tidak layak untuk ditonton.

Dari penelusuruan Dream melalui akun Youtube Brownis, program milik salah satu stasiun televisi tersebut yang tayang pada 13 Juni 2019 mengundang bintang tamu Hudson. Sosoknya dikenal sebagai orang serba bisa karena piawai bernyanyi dengan suara laki-laki maupun perempuan.

  Brownis© Youtube

Dalam setiap penampilannya, Hudson selalu tampil dengan dua wajah yaitu sosok aslinya sebagai pria dan sosok wanita. Ini dilakukan untuk menampilan perannya sebagai pria yang bisa tampil dengan dua sosok berbeda sekaligus.

Di tayangan yang diunggah di Youtube Brownis juga terlihat Wendi Cagur yang berusaha menirukan gaya Hudson. Wendi juga tampil dengan dua gaya sebagai pria dan laki. (Sah)

 

 

5 dari 5 halaman

Diundang Brownis, Luna Maya Ogah Sentuh Ayu Ting Ting?

Dream - Merenggangnya hubungan Ayu Ting-Ting dan Luna Maya akibat kasus pelanggaran kontrak kerja sama sepertinya masih terjadi. Meski Luna menganggap tak ada lagi ganjalan, namun bahasa tubuh Luna saat diundang acara Brwonis menunjukan hal berbeda.

Seperti diketahui program acara Brownis menampilkan tiga presenter salah satunya Ayu Ting Ting. Dua presenter lainnya adalah Ruben Onsu dan Ivan Gunawan. Luna hadir di acara tersebut sebagai bintang tamu. 

Saat masuk ke dalam studio tampak Ayu bersiap menyambut kedatangan Luna dengan melebarkan kedua tangannya. Luna menerima sambutan itu dengan menempelkan pipinya ke pipi Ayu.

Tak hanya Ayu, Luna melakukan hal tersebut kepada Ruben Onsu, dan Ivan Gunawan yang juga menjadi host Brownis.

Namun cara Luna menyapa Ayu justru mendapat sorotan publik.

Dalam video yang diunggah ulang sebuah akun gosip bahasa tubuh Luna saat beradu pipi dengan Ayu dinilai berbeda. Kedua tangan Luna tampak tak merangkul ibu dari Bilqis Khumairah Razak.

Gaya berbeda diperlihatkan Luna saat memegang pundak Ruben dan Ivan Gunawan kala saling menempelkan pipi. 

Sontak bahasa tubuh yang diperlihatkan Luna ini menyedeot perhatian netizen. Ada yang menafsirkan jika hubungan Luna dan Ayu belum sepenuhnya membaik.

"  Cipika cipiki tapi dingin bngt gt ya, susah klo sdh sakit hati memang," kata akun meirinawidjayanti_.

"  Gesture tubuh gak bisa boong yee... tangan tak bersambut," tulis akun bundabiyan.

"  Merhatiin gasihhh kalo luna pas cipika cipiki ga nyentuhh ATT," kata akun iwedrhmwt.

(Sah)

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting