MUI Minta Pesbukers Dihentikan, Ini Tanggapan Ruben Onsu

Reporter : Nur Ulfa
Kamis, 30 Mei 2019 15:53
MUI Minta Pesbukers Dihentikan, Ini Tanggapan Ruben Onsu
Onsu memilih menyerahkan semua ke pihak antv

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi penghentian tayang terhadap program siaran Pesbukers Ramadan dan Pesbukers Sahur. Dia tayangan ini dinilai mengandung muatan tidak baik seperti asusila dan ejekan. 

Salah satu pemain dalam acara tersebut, Ruben Onsu, enggan berkomentar banyak terkait keputusan MUI. Dia mengaku tidak mau ikut campur dan menyerahkan masalah ini kepada manajemen ANTV selaku televisi yang menayangkan program siaran tersebut. 

" Enggak ikut-ikutan ngomong. Sama yang di sana saja (pihak ANTV), aku artis doang," tutur Ruben Onsu saat di kawasan Tendean, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

Ruben juga tidak mempersoalkan jika program Pesbukers harus ditutup karena dinilai tidak mendidik oleh MUI.

" Enggak apa-apa," katanya singkat.

1 dari 6 halaman

Selain Pesbukers, 3 Tayangan Ramadan Ini Lagi Diawasi MUI

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan rekomendasi penghentian program siaran Pesbukers Sahur dan Pesbukers Ramadan yang tayang di ANTV. Dua program ini dinilai tidak mengalami perubahan, padahal sering mendapat teguran.

Pesbukers tidaklah sendiri. Ada beberapa program lain yang masuk dalam radar evaluasi serius MUI.

" Ada beberapa program yang harus dievaluasi serius, bukan hanya Pesbukers Ramadan dan Sahurnya Pesbukers," ujar tim pemantau TV Ramadan MUI, Elvi Hudhriyah di Gedung MUI, Jakarta, Rabu 29 Mei 2019.

Elvi mengatakan program lain itu yakni Sahur Seger Trans7, Bukbernya Wo Banget Trans7, Gado-gado Sahur Trans7.

Program-program tersebut dievaluasi serius oleh MUI karena dinilai bermuatan tarian erotis, percakapan bernada mesum serta ejekan yang tidak mendidik.

2 dari 6 halaman

Tak Cerminkan Nilai-nilai Ramadan

Elvi menegaskan program yang mendapat evaluasi serius sama sekali tidak memiliki nilai-nilai yang mencerminkan Ramadan.

" Jangan menggunakan kata Ramadan kalau tidak ada kaitannya atau konten Ramadan," ucap dia.

Untuk itu, MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menutup program tersebut.

" Ini tahun ke-12 dilaksanakan pantauan televisi, kami selalu berusaha konsisten melakukan pantauan ini setiap tahun," kata Ketua Bidang Komisi Infokom MUI, Masduki Baidlowi.

3 dari 6 halaman

Tetap Membandel, MUI Desak 2 Program Pesbukers di Bulan Ramadan Distop

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak program Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadhan di stasiun swasta, ANTV, dihentikan. MUI beralasan, sejak Ramadan tahun lalu, dua program ini sudah masuk program rekomendasi untuk dihentikan tayangannya.

MUI menyebut, dua program itu memiliki konten tayangan yang buruk untuk bulan Ramadan.

" Tahun ini tetap tayang, dan tanpa perubahan isi secara signifikan," kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, Selasa, 28 Mei 2019, melalui keterangan tertulisnya.

Tiga program Ramadan lain yang pada 2018 lalu disarankan berhenti, tahun ini sudah tidak tayang lagi. Tiga program tersebut diantaranya yaitu Ramadhan di Rumah Uya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV) dan Ngabuburit Happy (Trans TV).

" Tapi Sahurnya Pesbuker dan Pesbukers Ramadan masih tayang Ramadan 2019 ini, dan tetap dengan gaya konten yang tidak patut," ujar dia.

 

4 dari 6 halaman

Adegan Tak Patut Raffi Ahmad dan Zaskia Gotik

Program Ramadan yang berasal dari program regular dengan tambahan kata " Sahurnya” dan “ Ramadhan” ini, dalam catatan Tim Pemantau MUI, tiap tahun mendapat koreksi kritis dari MUI.

Sejak 2012 sudah berkali-kali memperoleh sanksi teguran dari KPI, namun tidak memperlihatkan perubahan berarti, hingga tahun ini.

" Pesbukers Ramadhan pada tayangan 15 Mei 2019, menjelang buka puasa, misalnya, Raffi Ahmad dan Zaskia Gotik memperlihatkan adegan yang tidak patut, apalagi dalam program yang diberi tajuk “ Ramadhan” ini, Raffi memeluk Zaskia, yang bukan istrinya, dari samping dan berkali-kali Raffi mencium tangan Zaskia Gotik," ucap dia.

Masduki juga mencatat, ada pula dialog berisi hinaan fisik. Misalnya, ketika Zaskia mengatakan kepada lawan jenisnya, “ Heh, Lu yang bener aja. Lu gak sadar badan lu tuh kaya truk gandeng.”

" Sahurnya Pesbukers yang tayang tiap pukul 02.00-04.30 (sepertiga malam terakhir yang merupakan waktu mustajab untuk munajat dan qiyamul lail) diawali dengan tarian India, dengan menghadirkan penari-penari dari India, yang meliuk-liukan badan dan menonjolkan keseksian tubuh, dibawakan secara bersama oleh laki-laki dan perempuan," kata dia.

5 dari 6 halaman

Tarian Saat Sahur

Masduki menyebut, tarian ini diikuti puluhan audience yang hadir di lokasi shooting dengan menghadirkan Caesar sebagai bintang joget. " Ini tidak patut ditayangkan dalam acara sahur,"  ucap dia.

Selain tarian, terdapat pula dialog saling menghina. Misalnya, dialog antara Aziz dan Eko Patrio.

Aziz bilang, ”Kaya tapi budeg mending gue.” Eko menimpali, ”Dari pada lu, jelek gagap.”

Eko pada kesempatan lain menyatakan ungkapan yang merendahkan wanita, “ Wanita mah gampang, tinggal bilang ah ah (sambal menepuk nepuk kantong saku bagian belakang).”

" Eko adalah juga pejabat publik: dua periode anggota DPR dan terpilih kembali pemilu ini, serta Ketua DPW PAN DKI Jakarta. Sepatutnya memberi teladan baik pada publik," ucap Masduki.

 

6 dari 6 halaman

Kalimat Sensual

MUI menilai, Sahurnya Pesbuker masih menayangkan canda berlebihan, saling ejek, hina-menghina, dan hura-hura. Bahasa tak patut juga mewarnai dialog program ini.

Ada adegan pria berwajah India (Sakheer) berperan sebagai tukang ojek yang mengantarkan Zaskia Gotik. Saat diminta bayaran, Zaskia bilang, tidak punya uang. “ Aku punyanya cuma cinta (sambil menggerakkan dan mengedepankan bagian dada). Atau, kita kawin saja.”

Lalu duet ini berdansa. Bertaburan kalimat-kalimat bernuansa sensual, 

“ Maaf gesekan Anda terlalu kencang,” kata Raffi.

Masduki menyebut, sejumlah warga masyarakat mengirim email pengaduan ke MUI, minta program Pesbukers Ramadhan dibubarkan. " Ada yang menyebut, ini program tak bermoral dan memalukan," ucap Masduki.(Sah)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri