Chacha Frederica (Foto : Budi Santoso/kapanlagi.com)
Dream - Chacha Frederica menanggapi kasus yang menyeret nama sabahatnya, Nia Ramadhani, terkait dugaan menjadi figure endorse kosmetik oplosan yang ditemukan kepolisian.
Menurut Chacha, istri Ardi Bakrie itu belum cerita masalah endorse kosmetik palsu yang menyeret namanya.
Chacha sempat kaget mendengar kasus kosmetik ilegal yang menyeret beberapa artis ibukota lantaran menerima endorse produk tersebut.
" Nggak belum cerita. Saya juga pas ke sini baru sempet liat news. Waduh ada apa ini? Jadi pas ditanyain begini sudah tahu beritanya. Saya tahunya pas otw ke sini waktu di mobil," kata Chacha Frederica di Kawasan Sarinah, Jumat 8 Desember 2018.
![]()
Meski begitu, Wanita berusia 29 tahun ini ikut prihatin dengan apa yang dialami oleh sahabatnya itu. Dia menyakini, Nia tidak melakukan hal tersebut dengan kesengajaan.
" Ya aku turut prihatinlah. Tapi aku tahu Nia tidak melakukan itu dengan sengaja. Pasti kalau namanya manusia melakukan kesalahan itu wajar," kata Chacha.
" Tapi kita lihat dulu apa? Tapi saya yakin tidak ada unsur kesengajaan disitu. Saya yakinlah orang akan bijak menanggapi itu," imbuhnya.
Penanganan kasus kosmetik oplosan yang dibongkar Polda Jatim terus dikembangkan, termasuk dengan agenda memeriksa beberapa artis endrose kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC).
Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur telah mempersiapkan agenda memanggil tujuh artis yang menjadi figure endrose kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC).
Pemanggilan sejumlah artis papan atas itu untuk keperluan memenuhi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
" Di antara yang dikembangkan penyidik akan memanggil sejumlah artis yang di-endorse produk kecantikan pemutih ilegal, merek Derma Skin Care (DSC)," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera.
Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan menjelaskan tersangka memakai jasa artis setiap satu minggu untuk memasarkan produk kecantikan ilegal oplosan yang tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.
Adupun tarif endorse, kata Rofik, mulai Rp7-15 juta. Sejumlah artis itu melakukan endorse yaitu berfoto dengan produk kosmetik kecantikan palsu.
" Yang jelas mereka masing-masing artis per minggu dapat salary Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, sesuai kontraknya"