Pagi Pagi Pasti Happy Dilarang Tayang KPI, Nikita Mirzani: Alhamdulillah

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 30 November 2018 17:52
Pagi Pagi Pasti Happy Dilarang Tayang KPI, Nikita Mirzani: Alhamdulillah
KPI memberi sanksi larangan tayang selama tiga hari untuk program itu. Mengapa Nikita mengucap syukur?

Dream - Nikita Mirzani memberikan tanggapan mengejutkan soal penghentian sementara program Pagi Pagi Pasti Happy oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Nikita yang menjadi presenter acara tersebut mengaku bersyukur acaranya tak boleh siaran selama tiga hari.

KPI seperti diketahui telah menjatuhkan penghentian sementara penayangan program tersebut mulai 3-5 Desember 2018.

Menurut Niki, sanksi yang diberikan KPI itu membuat dia dan para presenter lainnya, Uya Kuya dan Billy Syahputra itu, bisa menikmati liburan. Selama menjadi presenter acara tersebut, Niki mengatakan sangat sulit mengajukan izin libur.

 p3h

" Berarti kan kita punya kesempatan liburan. Karena, kan, selama ini mau liburan dari program itu ribet banget, kan. Susah," kata Nikita Mirzani di dikutip Dream dari liputan6.com, Jumat 30 November 2018.

Selama menjadi presenter program acara itu, Niki mengaku harus selalu bangun pagi mulai dari Senin sampai Jumat. Dengan distop tayang sementara, Niki kini bisa bernapas lega paling itdak untuk tiga hari. 

 nikita mirzani

" Kalau diliburkan tiga hari, alhamdulillah bisa bangun siang sekarang," sambung artis berusia 32 tahun tersebut.

Disinggung adakah kekhawatiran Niki jika program Pagi Pagi Pasti Happy akan dihentikan seterusnya. Niki ternyata santai menanggapinya. 

" Ya Allah, rezeki itu sudah Allah yang mengatur. Jangan takut sama rezeki. Kalau kita orang baik, pasti dikasih saja sama Allah," tuturnya.

(Sah, Laporan : www.liputan6.com/Zulfa Ayu Sundari)

1 dari 2 halaman

KPI Hentikan Tayangan Pagi-Pagi Pasti Happy

Dream Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara program siaran Pagi-Pagi Pasti Happy yang tayang di stasiun Trans TV. Program yang dipandu oleh Uya Kuya, Nikita Mirzani, dan Billy Syahputra, itu dilarang tayang selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2018.

Dikutip dari kpi.go.id, pemberian sanksi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan KPI Pusat Nomor 623/K/KPI/31.2/11/201. SK itu ditandatangani Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, tertanggal Jumat 23 November 2018.

  uya kuya

Program acara yang tayang setiap hari pukul 08.30 WIB ini dinyatakan melanggar Pasal 9, Pasal 13, Pasal 14 Ayat (2), dan Pasal 21 Ayat (1) Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) serta Pasal 9 Ayat (2), Pasal 13 Ayat (1) dan (2), Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a Standar Program Siaran (SPS).

KPI menilai program ini berisi muatan komentar negatif yang disampaikan host atau pembawa acara pada edisi tanggal 27 September 2018 dan tanggal 3 Oktober 2018. Dua edisi ini membahas kasus perseteruan antara Kriss Hatta dan Hilda.

2 dari 2 halaman

Bahan Refleksi dan Evaluasi

Komisioner KPI Pusat bidang Isi Siaran, Dewi Setyarini, mengatakan, sanksi ini diberikan setelah melalui sejumlah langkah yang sesuai prosedur. Mulai dari pelaksanaan sidang pemeriksaan pelanggaran untuk meminta klarifikasi hingga sidang penyampaian putusan.

Langkah tersebut termasuk memberi kesempatan kepada pihak Trans TV untuk mengajukan keberatan secara tertulis terhadap penghentian tersebut.

" Berdasarkan pleno, KPI secara final menghentikan program P3H selama tiga hari berturut-turut mulai dari hari Senin sampai Rabu minggu depan," tutur Dewi.

Dewi berharap sanksi ini menjadi bahan refleksi dan evaluasi di internal pengelola program P3H atau Trans TV pada umumnya. Sehingga ke depan tidak kembali melalukan pelanggaran program P3H berubah secara signifikan menjadi lebih baik.

" Jangan lagi ada muatan privasi, apalagi ditambah dengan statement host yang seringkali bukannya menjernihkan persoalan tapi malah memperkeruh keadaan," kata dia.

" Membuka aib seseorang berpotensi menimbulkan konflik, dan itu merupakan pelanggaran, apalagi tayang di jam di mana anak dan remaja sangat mungkin menonton dan bisa meniru perilaku negatif," imbuh Dewi.

(Beq)

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi