Beri Anak Pemanjat Tiang Bendera Uang Jajan Rp25 Juta, Hotman: Buat Beli Permen

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 18 Agustus 2018 14:17
Beri Anak Pemanjat Tiang Bendera Uang Jajan Rp25 Juta, Hotman: Buat Beli Permen
Hotman Paris kagum dengan aksi Yohanis Gama Marschal Lau.

Dream – Nama Yohanis Gama Marschal Lau menjadi terkenal belakangan ini. Remaja SMP asal Atambua, Nusa Tenggara Timur, ini menjadi viral di jejaring sosial setelah memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang putus.

Aksi heroik ini mengundang perhatian banyak pihak tersentuh. Salah satunya adalah pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Dikutip dari akun Instagramnya, Sabtu 18 Agustus 2018, Hotman Paris mengaku salut dengan aksi spontan Yohanis.

“Kepada anak remaja, Yohanes, pemuda NTT yang punya nyali dan berani memanjat tiang bendera dengan spontan pada saat tali bendera putus saat upacara bendera di NTT, saya salut,” kata Hotman Paris.

Kagum dengan keberanian Yohanes, Hotman Paris berjanji akan memberikan uang jajan kepada remaja ini. Tapi jangan bandingkan uang jajan yang diberikan Hotman dengan kebanyakan orang tua pada umumnya, 

“Kepada Yohanes, nanti gua kasih uang jajan, ya. Saya kasih uang jajan Rp25 juta. Tolong kasih tahu rekening orang tua kamu, untuk beli permen,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Yohanis Juga Dapat Beasiswa

Tak hanya uang jajan dari pengacara kondang, Yohanes juga mendapatkan beasiswa sampai kuliah dari PT PLN (Persero). Siswa kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT ini membuat warganet kagum dengan aksinya yang memanjat tiang bendera untuk memasang tali putus. Saat itu, uoacara bendera berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kab. Belu, NTT.

Sejak video tersebut beredar, PLN segera mendatangi alamat rumah Yohanis dan bertemu kedua orangtuanya, yaitu Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama, serta mengabarkan bahwa anaknya akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S-1. Kelak besar nanti, Yohanis bercita-cita menjadi seorang tentara. Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengapresiasi tindakan remaja ini yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

" Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," kata Ali.

Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter.

Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.

" Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia," kata dia.

 

 

2 dari 3 halaman

Aksi Heroik Siswa SMP di NTT Panjat Tiang Bendera Saat Upacara

Dream - Suasana khidmat upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia sempat berubah menjadi ketegangan ketika ada seorang siswa SMP tiba-tiba memanjat tiang bendera di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya pantai Mota'ain

Peristiwa itu bermula ketika anggota paskibra selesai memasangkan tali ke bendera merah putih namun tiba-tiba tali di bagian atas putus. Akibatnya bendera tidak bisa dikibarkan.

Setelah lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan, siswa SMP bernama Yohanes dengan sigap memanjat untuk mengikat tali bendera yang putus di puncak tiang.

Para peserta upacara dan tamu undangan sempat meminta bocah yang akrab disapa Jhoni itu untuk segera turun. Namun, jiwa nasionalis yang dimiliki Jhoni tak membuat nyalinya ciut untuk memanjat tiang bendera.

3 dari 3 halaman

Meraih Tali di Ujung Tiang

Setelah meraih tali di ujung tiang, penonton memberikan tepuk tangan atas apa yang dilakukan Jhoni itu. Sementara, TNI-Polri langsung membantu Jhoni mengikat tali di bagian bawah dan bendera merah putih pun bisa berkibar.

Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan selaku Inspektur Upacara peringatan HUT RI ke-73 mengapresiasi atas apa yang dilakukan Jhoni.

" Dan seorang anak kecil dengan begitu sikap hebatnya memanjat tiang ini dan kemudian dapat mengatasi masalah sehingga kita yang tadi bingung tersenyum kembali," ujar Ose.

Bahkan, Ose menyebut Jhoni sebagai pahlawan. " Ini pahlawan kecil penyelamat kita pagi ini. Seorang anak pelajar yang menjadi penyelamat dalam upacara kemerdekaan," kata dia.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik