Pembajak Film 'Warkop DKI Reborn' Ditangkap

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 27 September 2016 19:29
Pembajak Film 'Warkop DKI Reborn' Ditangkap
Salah satu pelaku berinisial PL menjalankan aksinya di bioskop Ambarukmo Plaza, Yogyakarta. Meski ditangkap, pelaku tidak ditahan karena kooperatif.

Dream - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembajakan film " Warkop DKI Reborn" .

" Pelaku sudah ditangkap, inisialnya PL," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Fadil Imran, di kantornya, Jakarta, Selasa 27 September 2016.

Menurut Fadil, PL merekam film tersebut menggunakan kamera ponsel. Aksi itu dilakukan di bioskop Ambarukmo Plaza, Yogyakarta.

Meski telah ditangkap, PL tidak ditahan karena bersikap kooperatif dan mengakui kesalahannya.

Meski tidak ditahan, PL diancam dengan Pasal Pelanggaran Hak Cipta dan UU ITE. Menurut dia, PL dijerat hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp4 miliar.

1 dari 2 halaman

Pelaku Lain Masih Buron

Selain PL, tambah Fadil, masih ada pelaku lainnya. Kini, masih diburu. " Tersangka lain sudah minta maaf dan kami sedang melakukan pencarian," ucap dia.

Fadil mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan melakukan perekaman secara ilegal.

" Imbauan untuk masyarakat yang suka rekam secara ilegal. Tindakan tegas kepolisian (kasus) penggandaan dan pembajakan film. Pelaku tidak ditahan karena berkas perkara masih tetap bisa dilakukan," ujar Fadil.

2 dari 2 halaman

Rugi Miliaran

Akibat pembajakan ini, rumah produksi Falcon Picture mengalami kerugian yang sangat besar. Video bajakan yang dibuat dua pelaku ini saja sudah ditonton oleh lebih dari 300 ribu orang.

“ Sebagai contoh kami menginvestasikan sudah Rp 25 miliar kepada film Warkop DKI dengan promosi dan produksi. Sekarang ini ditonton lebih dari 300 ribuan orang. Kami merasa sudah puluhan miliar kerugiannya,” ujar kata Eksekufit Produser Falcon Picture, HB Naveen.

“ Karena bukan 100, 200 ribuan maupun ratusan ribu orang itu bisa mengakses lewat online. Dan itu kemarin sampai 30 menit lebih pembajakan itu terjadi kepada film,” imbuh dia.

Neveen menghimbau ke asosiasi untuk malaporkan ke pemerintah. “ Kami sebagai PH di sini mengimbau kepada asosiasi untuk melaporkan kepada Kominfo, Depdikbud, dan Bekraf. Kami minta proteksi, itu menjadi penting bagi kami,” papar Neveen.

Beri Komentar