Presiden Macron Sudutkan Islam, Sunnu 'Matta' Unggah Kritikan Keras

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 29 Oktober 2020 11:45
Presiden Macron Sudutkan Islam, Sunnu 'Matta' Unggah Kritikan Keras
Sunnu Matta Band ikut mengekspresikan kemarahannya terhadap perilaku Presiden Macron.

Dream - Perilaku Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai hina islam, membuat beberapa publik figur Tanah Air marah besar. Sebelumnya, Arie Untung sebagai bentuk mengekspresikan kemarahannyan, membuang koleksi tas Louis Vuitton dan Dior milik sang istri.

Tak hanya Arie Untung, salah seorang pemusik tanah air, Sunnu Matta Band ikut mengekspresikan kemarahannya pada Presiden Macron.

Dalam unggahan Instagram Sunnu, Kamis 29 Oktober 2020, vokalis Matta Band tersebut mengunggah gambar karikatur Presiden Macron.

1 dari 5 halaman

Tak hanya itu, Sunnu juga mengiring warganet untuk ikut mengecam tindakan Presiden Macron yang menghina agama islam.

" dipersilahkan untuk bebas berekspresi dalam kata kata contohnya si " TERLAKNAT" #macron," tulis keterangan dalam unggahan Instagramnya @sunnumatta.

Unggahan Instagram© Instagram @sunnumatta

2 dari 5 halaman

Sama seperti Arie Untung, tindakannya tersebut dimulai dengan gelombang boikot negara-negara Arab terhadap produk asal Prancis.

Protes keras ini menghantan Prancis setelah presiden mereka, Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang pembuatan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan yang dikeluarkan Macron dianggap menghina, sehingga mendapat reaksi keras dari negara mayoritas muslim. (mut)

3 dari 5 halaman

Aksi Boikot Produk Perancis Muncul di Tanah Arab, Rak Supermarket Dikosongkan

Dream – Beberapa asosuasi dagang Arab memboikot produk-produk Perancis sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Diketahui pemimpin Perancis itu bereaksi keras usai seorang guru yang memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad jadi sasaran pembunuhan pemuda muslim.  

Dikutip dari Al Jazeera, Senin 26 Oktober 2020, awal bulan ini, Macron berjanji akan melawan separatis Islam serta cara mengendalikan komunitas Muslim di sekitar Perancis. Pria ini juga mendeskripsikan Islam sebagai krisis dunia.

Macron juga akan mengajukan Undang-Undang pada Desember ini untuk memperkuat regulasi tahun 1905 yang resmi memisahkan gereja dan negara di Perancis.

Pernyataan Macron tersebut berujung pada munculnya kampanye di media sosial yang menyerukan boikot produk Perancis dari supermarket di negara-negara Arab dan Turki. Tagar seperti #BoycottFrenchProducts dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab #ExceptGodsMessenger menjadi tren di berbagai negara termasuk Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.

 

 

4 dari 5 halaman

Kosongkan Produk dari Rak Supermarket

Di Kuwait, ketua dan anggota dewan direksi Perkumpulan Koperasi Al-Naeem memutuskan untuk memboikot semua produk Prancis dan mengeluarkannya dari rak supermarket. Asoasi Dahiyat al-Thuhr mengambil langkah yang sama.

“ Berdasarkan pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan dukungan terhadap kartun ofensif terhadap nabi tercinta, kami memutuskan untuk menghapus semua produk Perancis dan pasar dan cabang sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Dahiyat al-Thuhr.

Di Qatar, Wajbah Dairy mengumumkan akan memboikot produk Perancis dan berjanji akan memberikan alternatif produk pengganti. Ini dikatakan di akun resmi Twitter mereka. Al-Meera Consumer Good Company juga menarik produk Perancis dari rak toko hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kampanye ini juga ikut bergabung dalam kampanye tersebut. Pihaknya menunda acara Pekan Budaya Perancis dengan alasan ada penyalahgunaan dengan sengaja terhadap Islam dan simbol-simbolnya.

5 dari 5 halaman

Perbuatan yang Tidak Bertanggung Jawab

Gulf Cooperation Council (GCC) menggambarkan Macron sebagai perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan bisa menyebarkan kebencian di antara masyarakat. Sekretaris GCC, Nayef al-Hajraf, meminta para pemimpin dunia hingga pakar untuk menolak pidato kebencian dan penghoinaan terhadap dan simbol Islam untuk menghormati perasaan Muslim.

Kuwait juga bereaksi terhadap kampanye ini. Negara itu menyebut Macron membuat pelanggaran dan kebijakan diskriminatif yang menghubungkan Islam dengan terorisme. Organisasi Kerja Sama Islam juga mengutuk sebagai serangan lanjutan Perancis terhadap Muslim dengan menghina simbol-simbol agama.

Beri Komentar