Dream - Penyanyi Reza Artamevia kembali dipanggil Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh guru spiritualnya, Gatot Brajamusti.
" Hari ini Reza akan diperiksa jam 10.00 WIB, sebagai salah satu saksi kasus pemerkosaan Aa Gatot," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, di Jakarta, Senin 26 September 2016.
Reza diperiksa lantaran dianggap mengetahui kasus pemerkosaan tersebut. Sebelumnya, polisi telah memeriksa empat saksi terkait kasus ini.
Hingga saat ini, sudah ada dua korban dugaan pemerkosaan Aa Gatot yang telah melapor ke Polda Metro Jaya. Diketahui mereka adalah CT dan Ms X (identitas tidak diketahui). Sementara itu, ada pula 8 wanita yang juga mengaku dilecehkan oleh Gatot.
© Dream
Terkait tudingan pemerkosaan, pengacara Gatot, Suhendra Asido, mengatakan tak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan itu.
“ Kalau menurut kami, semua itu tidak benar. Karena itu masih dugaan,” kata Suhendra saat dihubungi Dream beberapa waktu lalu.
Suhendra menyebut, anggota padepokan Gatot menyatakan tak ada sama sekali tindakan pelecehan ataupun pemerkosaan ini.
“ Secara nyata alumni padepokan dan anggota padepokan tidak ada praktik itu. Termasuk juga disampaikan sahabat sendiri Pak Wahyu --teman Gatot, itu tidak ada. Reza [Artamivea] pun menyatakan tidak ada,” ujar dia.
© Dream
Dream – Delapan wanita yang diduga menjadi korban pelecehan Gatot Brajamusti mengaku diberi janji akan diorbitkan menjadi artis.
“ Untuk kepentingan artis dan backing vokal,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam, di Jakarta, Selasa lalu.
Asrorun mengaku mendapat keterangan ini dari Elza Syarif, pengacara yang mendampingi 8 wanita tersebut. “ Saksi lain menyatakan itu (dijanjiakan) hadir untuk kepentingan artis. Nggak sekadar kongkow-kongkow kan,” tutur dia.
Tak hanya mendapat pelecehan, 8 wanita ini juga terindikasi dicekoki sabu-sabu di padepokan Gatot yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat. “ Itu seluruhnya diberi sabu-sabu, yang dikatakan sebagai aspat itu,” ucap Asrorun.
Terkait dugaan penggunaan sabu ini, KPAI telah meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai tindak lanjut temuan. “ Dan soal aspat terkonfirmasi pada saat kami ke BNN.”
“ Ini pada hakikatnya bukan aspat, karena sudah positif dilakukan tes laboratorium. Itu adalah sabu-sabu dan ada yang ekstasi,” tambah Asrorun.