Sampai di Tokyo, Begini Kesibukan Restu Angraini

Reporter : Kusmiyati
Senin, 16 Maret 2015 11:46
Sampai di Tokyo, Begini Kesibukan Restu Angraini
Sesampainya di Tokyo, desainer Restu Anggraini langsung disibukkan dengan kegiatan fitting koleksi yang akan ditampilkan di Tokyo Fashion Week 2015.

Dream - Salah satu desainer busana muslimah tanah air kini sedang berjuang memperkenalkan karyanya di Tokyo Fashion Week 2015. Restu Anggraini lewat labelnya Etu rencananya tampil esok hari, Selasa 17 Maret 2015. Pagi tadi, Etu telah sampai di Negeri Sakura ini.

Dengan membawa empat koper, Etu dan Tim mengaku sangat menikmati perjalanan. Tidak ada kegugupan sedikit pun di wajah Etu.

" Tidak begitu deg-degan, lebih ke excited saja dengan momen ini. Aku ditemani tim Wardah berangkat semalam sekitar pukul 11 malam," kata Etu, Senin 16 Maret 2015. Seperti diketahui keterlibatannya di ajang bergengsi ini dimulai karena keikutsertaannya di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) tahun lalu.

" Koleksi bertema Metropolished rupanya dilihat penyelenggara Tokyo Fashion Week tahun ini. Dan alhamdulillah mereka tertarik, setelah lulus seleksi kemudian diundang Japan Fashion Week," ujar Etu.

Selama berada di Tokyo, Etu menempati salah satu apartemen di kawasan Shibuya yang tidak jauh dari lokasi acara. " Sekitar 10 menit dari apartemen ke lokasi acara, Alhamdulillah tidak terlalu jauh," ungkap wanita lulusan Esmod Jakarta dan Phalie Art Studio ini.

Etu pun menjelaskan kegiatannya di hari pertama. Para model yang akan membawakan koleksi Etu dijadwalkan untuk fitting dan tes riasan wajah. " Aku baru sampai pagi dan dikabarkan langsung untuk fitting. Rencananya sekitar jam 1 para model datang, amsing-masing model nantinya dapat waktu 30 menit untuk mencoba busanaku, tes make up dan jalan juga," papar Etu.

Sekitar 10 koleksi akan ditampilkan Etu dengan mengusung tema Femme De La Creme yang berarti wanita sukses di puncak posisi.

" Aku menampilkan 10 tapi bawa 12 koleksi untuk jaga-jaga. Koleksinya tampil dengan cutting dan panelling. Kombinasi warnanya lebih nude, putih, clean dan simpel sesuai dengan karakter Etu. Geometri yang dihasilkan melalu teknik woven atau anyaman, Aku sangat tertarik dengan motif kipas kayu atau tikar," kata Etu.

Etu berharap nantinya koleksi miliknya tidak hanya dikenakan wanita berhijab, tetapi semuanya. " Semoga dapat juga bekerjasama dengan desainer non hijab juga. Berharap semua desainer busana muslimah saling mendukung, Begitu juga dengan pelaku industri dan yang paling penting pemerintah dan masyarakat harus optimis dengan target Indonesia menjadi kiblat fashion busana muslimah. Amin," harapnya. 

Beri Komentar