Temuan Puluhan STNK, Pablo Benua Diduga Terlibat Kasus Penipuan

Reporter : Nur Ulfa
Kamis, 11 Juli 2019 18:27
Temuan Puluhan STNK, Pablo Benua Diduga Terlibat Kasus Penipuan
Dari penggeledahan itu, polisi tidak menemukan barang bukti terkait video Ikan Asin yang viral di sosial media. Tetapi, polisi menemukan puluhan STNK di kediaman Pablo Benua.

Dream - Kediaman Pablo Benua dan Rey Utami yang berada di kawasan Sentul, Bogor digeledah polisi. Penggeledahan terkait laporan konten youtube milik mereka oleh mantan istri Galih Ginanjar, Fairuz A Rafiq.

Dari penggeledahan itu, polisi tidak menemukan barang bukti terkait video Ikan Asin yang viral di sosial media. Tetapi, polisi menemukan puluhan STNK di kediaman Pablo. 

" Kami temukan puluhan STNK. Setelah dicek di Ditkrimum (Direktorat Kriminal Umum) ada laporan penggelapan kendaraan dan penipuan dengan terlapor Pablo," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

Dari hasil pemeriksaan di Ditkrimum itulah, Kata Argo, pada 2017 dan 2018 Pablo pernah pernah dilaporkan. Tuduhannya. dugaan kasus penggelapan kendaraan dan penipuan.

Karena itu saat ini penyidik akan terus menindaklanjuti kasus dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan yang dilakukan suami Rey Utami itu.

" Pablo sebagai terlapor penipuan dan penggelapan tahun 2017 dan 2018. Sekarang dalam proses. Jadi kita masih mengecek semuanya," ungkapnya. (ism) 

1 dari 5 halaman

Temuan Mengejutkan Polisi di Rumah Pablo Benua dan Rey Utami

Dream - Penyidik Polda Metro Jaya mengaku tak menemukan barang bukti berupa perlengkapan rekaman milik Rey Utami dan Pablo Putera Benua di kediamannya di Sentul, Jawa Barat. Namun polisi menemukan barang lain yang tak kalah mengejutkan. 

Seperti diketahui, Rey dan Pablo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video pencemaran nama baik melalui media sosial. Kasus dengan laporan bernomor LP/3914/7/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus ini diajukan oleh Fairuz A Rafiq dan tenar dikenal sebagai kasus Bau Ikan Asin. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Agus Yuwono, menyampaikan, penggeledahan dilakukan tadi pagi sekitar pukul 10 setelah pemeriksaan dipastikan selesai pada dini hari tadi. 

 Pablo Benua dan Rey Utami

" Kita melakukan penggeledahan di rumah Pablo dan Rey di Sentul Bogor," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

Dalam penggeledahan tersebut, Argo mengungkapkan penyidik tak menemukan satupun barang bukti berupa perlengkapan pembuatan konten Youtube seperi kamera, laptop dan flashdisk.

" Hampir semuanya sudah kosong, artinya seperti yang digunakan untuk perekaman sudah tidak ada," imbuhnya.

2 dari 5 halaman

Polisi: Youtube Rey dan Pablo Mengandung Unsur Asusila dan Pornografi

Dream - Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus yang dilaporkan Fairuz A Rafiq. Karena itu ketiganya terancam hukuman 6 tahun penjara dan tak cuma dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tapi juga KUHP.

" Ancamannya enam tahun, pasal yang disangkakan 27 ayat 1, pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 1. Kemudian pasal 310,311 KUHP, yang tadinya (hanya) UU ITE sekarang kita kenakan KUHP," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono saat di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

 Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami

Menurut Argo, Rey dan Pablo mengaku secara sadar membuat konten youtube itu untuk disebarluaskan.

" Untuk channel youtube Rey dan Benua mengandung unsur asusila, pencemaran nama baik, dan konten pornografi," jelas Argo.

Sedangkan untuk Galih, lanjut Argo, kepada penyidik mengaku dalam video itu ia sengaja mempermalukan Fairuz A Rafiq.

" Galih Ginanjar saat diwawancara secara sadar menyampaikan jawaban yang mengandung unsur kesusilaan dan pencemaran nama baik," tuturnya. (ism)

3 dari 5 halaman

Kronologi Penangkapan Galih Ginanjar, Penyidik Sempat Dibohongi?


Dream 
- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menceritakan kronologi penangkapan Galih Ginanjar Kamis dini hari tadi, 11 Juli 2019. Galih menjadi tersangka atas laporan yang dilayangkan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq. 

Kata Argo sebelum Galih dijemput di Hotel, penyidik terlebih dahulu menghampiri Galih di kediamannya. Namun Galih tidak ada. 

" Ya memang, yang bersangkutan kita melakukan penangkapan di rumahnya, nihil. Kita cek ternyata yang bersangkutan menginap di sebuah hotel di Jakarta Selatan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

Penyidik, Argo melanjutkan, mendapat info suami siri Barbie Kumalasari itu sedang keluar untuk mencari makan. Galih disebut keluar dari sekitar pukul 2 dini hari hingga pukul 4 subuh.

Merasa tidak percaya, penyidik kemudian mengeledah ke kamar hotel dan Galih ditemukan di salah satu kamar.

" Setelah kita kesana dikatakan sedang keluar beli makan tapi setelah kita cek ke dalam ternyata ada di dalam kamar," ungkapnya. (ism)

 

4 dari 5 halaman

Galih Takut Ketemu Wartawan


Mengapa Galih memilih menginap di hotel? Bukan tinggal di rumah atau kediamannya?

Menurut Argo, Galih memilih menginap di hotel karena takut bertemu jurnalis yang terus mendatangi kediaman.

   Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari saat syuting

" Karena katanya banyak media yang mencari dia gitu loh," paparnya. 

Sebelumnya, Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua sudah menjadi tersangka. Ketiganya dijerat Pasal 27 ayat 1 ju Pasal 43 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancamannya 6 tahun penjara. (ism)

5 dari 5 halaman

Momen Saat Rey dan Pablo Masuk Mobil Tahanan


Dream -
 Rey Utami dan Pablo Benua resmi menjadi tersangka terkait kasus ucapan `ikan asin` yang diunggah di Youtube. Dalam video yang beredar di media sosial, keduanya naik ke dalam mobil tahanan.

Farhat Abbas, kuasa hukum Pablo dan Rey, menjelaskan, pasangan ini menaiki mobil tahanan bukan untuk ditahan.

" Nggak ditahan, mereka bilang mau pemeriksaan kesehatan. Ditanya, mau jalan apa naik mobil? Terus disiapkan mobil," kata Farhat, Kamis, 11 Juli 2019.

Farhat mengatakan, Pablo dan Rey menjalani pemeriksaan di Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya.

" Periksa kesehatan di Pusdokkes, muter-muter situ aja. Tujuannya ambil gambar di situ (naik mobil tahanan)," kata dia.

Farhat masih menunggu keputusan polisi mengenai penahanan Rey dan Pablo. Mengingat belum ada 1x24 jam setelah pemeriksaan keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

" Belum, ditahan apa nggak tunggu 1x24 jam," ucap dia.

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan