`Trio Ikan Asin` Terancam Hukuman Penjara 12 Tahun

Reporter : Nur Ulfa
Selasa, 10 Desember 2019 06:24
`Trio Ikan Asin` Terancam Hukuman Penjara 12 Tahun
Ketiganya dituduh melanggar tiga pasal.

Dream - Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami terancam hukuman penjara 12 tahun dalam kasus ikan asin. Ketiganya dianggap telah melanggar tiga pasal sekaligus dalam kasus unggahan video yang diposting di akun Youtube.

Tuntutan tersebut muncul dalam sidang perdana yang mengagendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 9 Desember 2019. 

Jaksa Penuntut Umum, Donny M Sany dalam tuntutannya mengatakan Galih, Pablo dan Rey dinilai telah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terutama pasal tentang asusila.

" Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana, terancam pidana dalam pasal 51 ayat 2 juncto pasal 36 juncto 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016. Subsider Pasal 45 ayat 1 juncto pasal 27 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016," kata Donny.

Trio ikan asin itu juga dinilai telah melanggar pasal tentang pencemaran nama baik. Pasal yang dilanggar adalah 51 ayat 2 juncto pasal 36 juncto pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016, subsider Pasal 45 ayat 3 juncto pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016.

Terakhir, Pablo, Galih, dan Rey juga didakwa melanggar pasal tentang penyerangan terhadap seseorang yang diatur dan  Pasal 310 ayat (2) KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

" Kita Penuntut Umum yang menentukan pasal mana yang dilanggar, kita tentukan di persidangan. Nanti JPU yang membuktikan apa yang kita dakwa. Hanya satu yang terbukti, tak mungkin dua pasal," katanya lagi.

Dengan tiga pasal berlapis tersebut, Pablo dan istrinya Rey Utama serta Galih Ginanjar terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

" Ancaman hukuman sesuai pasal, ada yang maksimal 12 tahun keringanan tidak teratur," ujar dia.

Terkait tuntutan JPU, tim kuasa hukum ketiga tersangka menyatakan akan menyampaikan melakukan eksepsi yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Januari 2020.

" Kami akan mengajukan eksepsi yang mulia," kata Rihat Hutabarat kuasa hukum ketiganya.(Sah)

1 dari 3 halaman

Usai Ramai Kasus 'Ikan Asin', Fairuz A Rafiq Beri Pesan Menohok

Dream - Fairuz A Rafiq mengatakan kasus ikan pencemaran nama baik yang dilakukan Galih Ginanjar harus menjadi pembelajaan bagia semunya.

" Kalau menurut saya kasus ini bisa dijadiin bahan pelajaran untuk semua orang," kata Fairuz di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ibu dua anak ini menyarankan bagi siapapun harus berhati-hari dalam bentindak dan berbicara. Agar apa yang dilakukan oleh mantan suaminya dan pasangan selebritas Rey Utami dan Pablo Benua tidak terulang lagi.

" Kita harus hati-hati dalam berbicara dan bertindak," lanjut Fairuz.

 Sonny Septian Beri Sindiran Kasus Ikan Asin Fairuz A Rafiq© MEN

Kini, Fairuz terlihat lebih tenang dan ikhlas terkait kasus tersebut. Rasa ikhlas yang diutarakan Fairuz karena ia tidak ingin merasa stres dan cemas lagi.

Alasannya, ibu dua anak itu belum lama ini jatuh sakit dan sempat di rawat beberapa hari. Oleh karena itu, ia enggan memikirkan kasus itu lagi.

" Dokter nyuruh aku untuk tidak stress. Jadinya ya udah ikhlaskan saja. Didoakan habis ini dapat ketenangan hidup, tidak ada apa-apa lagi," ujar Fairuz.

Laporan : Alfi Salima Puteri/Magang

2 dari 3 halaman

Kabar Terbaru Kasus `Ikan Asin` Galih, Pablo, dan Rey Utami

Dream - Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara kasus " ikan asin" yang menjerat Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

" Untuk berkas perkara sudah kami kirim ke JPU, ke Kejati," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan, Selasa 20 Agustus 2019.

Iwan menjelaskan penyerahan berkas dijalankan bulan ini. Tetapi, dia mengaku lupa kapan tanggal penyerahannya.

" Tanggalnya lupa, yang pasti bulan ini," kata dia.

Kejati, kata Iwan, belum mengirim surat balasan terkait kelengkapan berkas. " Belum, belum ada balasan," ucap dia.

Kasus video 'ikan asin' bermula dari konten video wawancara antara Rey Utami dengan Galih Ginanjar. Video tersebut diunggah di channel YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.

Dalam wawancara itu, Galih mendapat pertanyaan dari Rey mengenai pengalaman saat masih terikat pernikahan dengan Fairuz A Rafiq. Galih pun membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut mantan istrinya berbau seperti ikan asin.

Tak terima, Fairuz melaporkan Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami ke Mapolda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

3 dari 3 halaman

Farhat Abbas Beber Kabar Mengejutkan Asal Mula Muncul Ucapan Ikan Asin

Dream - Farhat Abbas mengungkapkan tudingan serius terkait kasus ikan asin yang melibatkan Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua. Dari pengakuan kliennya, istilah ikan asin yang disebutkan Galih berasal dari permintaan Barbie Kumalasari.

" Pelakunya tidak tunggal Galih, menurut keterangan klien kami dimasukan ke BAP bahwa atas dasar suruhan dan kehendak dari Kumalasari," kata Farhat Abbas dikutip Dream dari tayang InsertTV di akun Youtubenya.

Mantan suami Nia Daniati itu berani mengungkap fakta tersebut karena memiliki bukti kuat untuk menyeret Barbie Kumalasari masuk ke penjara. Farhat mengklaim mempunyai bukti berupa rekaman percakapan Rey Utami dan Barbie Kumalasari.

Fakta-fakta yang dimiliki Pablo dan Rey rencananya akan dibeberkan di dalam persidangan. Salah satunya adalah keterangan kliennya jika Galih Ginanjar disuruh Barbie untuk mengucapkan ikan asin di tayangan tersebut.

" Itu menurut pengakuan dan bukti-bukti percakapan antara Rey Utami dan Barbie Kumalasari," ucap Farhat.

 Farhat Abbas© Farhat abbas

Dari bukti yang dimilikinya, Farhat mengungkapkan jika Pablo Benua dan Rey Utami menginginkan Barbie Kumalasari turut ditetapkan sebagai tersangka.

" Pelaku itu sebenarnya kalau tidak dalam tekanan atau tertekan, tidak mungkin Galih Ginanjar akan ngomong seperti itu," ucapnya.

Sebelumnya, Barbie menegaskan jika dirinya sama sekali tak terlibat dalam pembuatan video konten Mulut Sampah milik Rey dan Pablo. Di program tersebut, pasangan suami istri ini mengundang Galih sebagai nara sumber. 

Barbie juga menegaskan telah meminta Pablo dan Rey untuk menghapus konten tersebut. Sejak pertama kali dibuat, Barbie mengaku khawatir dengan isi konten tersebut.(Sah)

Beri Komentar