Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Diego Maradona (Shutterstock.com)
Dream - Pesepakbola legendaris asal Argentina, Diego Maradona, meninggal dunia pada Rabu, 25 November 2020, waktu setempat. Dia mengalami serangan jantung setelah dua pekan sebelumnya menjalani operasi otak.
Kabar meninggalnya Maradona pertama kami disampaikan pengacaranya, Matias Morla. Tak butuh waktu lama, kabar tersebut cepat tersebar.
Maradona sempat mengalami pendarahan pada otak dan masuk rumah sakit pada 11 November 2020. Dokter yang merawatnya, Leopoldo Luque, sempat mengklaim perawatan berjalan baik sehingga Maradona diizinkan pulang dan berobat jalan.
Morla yang belakangan menjadi orang terdekat Maradona mengaku takjub dengan kondisi yang dialami kliennya. Dia mengaku sempat khawatir Maradona meninggal akibat pendarahan internal di dekat otaknya.
" Diego mengalami masa yang sulit, itu adalah saat tersulit dalam hidupnya dan saya pikir itu adalah keajaiban bahwa pendarahan terdeteksi di kepalanya karena itu bisa mengambil nyawa," kata dia.
Tetapi, masa-masa sulit itu bisa dilewati Maradona. Maestro sepakbola tersebut pun bisa kembali sehat.
" Puji Tuhan, bahaya itu lenyap berkat intervensi hebat dari dr. Leopoldo Luque (ahli bedah saraf dan dokter umum Maradona), karena dia mendeteksinya pada waktunya," kata Morla.
Dua pekan berlalu, Maradona kini meninggal di usia 60 tahun.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya