Sah! DKI Jakarta Terapkan PSBB Senin 14 September

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 13 September 2020 14:52
Sah! DKI Jakarta Terapkan PSBB Senin 14 September
Pemprov DKI Jakarta resmi memberlakukan PSBB total pada 14 September 2020.

Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, resmi mengumukan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota, Senin 14 September 2020. PSBB  diberlakukan sebagai upaya menekan laju angka Covid-19.

Pertimbangan kebijakan ini, lantaran kasus Covid-19 di DKI Jakarta belum menunjukan penurunan.

" Kita memasuki pembatasan yang berbeda dengan masa transisi kemarin," kata Anies saat mengumumkan pemberlakuan PSBB DKI Jakarta melalui akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu 13 September 2020.

 

1 dari 4 halaman

Anies mengatakan, kasus Covid-19 di DKI sangat dinamis, dimana jumlah kasus aktif menurun, namun ada juga masanya jumlah kasus aktif meningkat.

" Ini menunjukkan kita harus kompak. Sisi pemerintah mengerjakan testing, tracing, isolasi dan treatment. Sedangkan dari sisi masyarakat masker, mencuci tangan rutin, dan menjaga jarak. Kekompakan ini dipelrukan sekali, kata Anies.

Anies sebelumnya menyatakan, kasus Covid-19 di DKI Jakarta sangat mengkhawatirkan. Tambahan kasus harian mencapai 1.000 kasus dalam kurun waktu 24 jam.

DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia terbanyak saat ini. (mut)

 

2 dari 4 halaman

Lihat Isi Surat Orang Terkaya RI untuk Jokowi yang Isinya Tolak PSBB

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beberapa hari lalu mengumumkan kalau akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 14 September 2020, Senin. Keputusan ini rupanya dikritisi banyak pihak, dianggap tak efektif menekan penambahan kasus Covid-19.

Pemerintah pusat pun tampaknya kurang setuju dengan PSBB di Jakarta. Kepastian soal PSBB di Jakarta bakal diumumkan siang ini, Minggu 13 September 2020. Beredar juga surat orang terkaya di Indonesia, salah satu pemilik Djarum, Budi Hartono, yang ditujukan untuk Jokowi.

Surat tersebut diunggah oleh Peter F. Gontha, salah satu pengusaha. Isi surat tersebut menolak PSBB karena dianggap bisa menghancurkan ekonomi dan tak bisa optimal mengendalikan jumlah kasus Covid-19.

Surat Budi Hartono© Instagram Peter Gontha

" Surat Budi Hartono Orang terkaya di Indonesia kepada Presiden RI SEPTEMBER ,2020,"  tulis Peter Gontha dalam akun Instagramnya.

 

3 dari 4 halaman

Berisi Grafik Data dan Studi Negara Lain

Surat tersebut juga berisi data-data dan grafik serta contoh penanganan Covid-19 di Singapura. Menurut Budi, pemerintah harusnya menyediakan penambahan fasilitas untuk penambahan kasus.

" Hal ini disebabkan seharusnya pemerintah daerah atau pemerintah pusat harus terus menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus,"  tulis Budi Hartono.

Surat Budi Hartono© Instagram Peter Gontha

Ia menyarankan untuk menggunakan kontainer besar seperti yang dilakukan di Singapura. Nantinya kontainer tersebut digunakan untuk RS darurat.

 

4 dari 4 halaman

Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Hal yang juga ditekankan Budi Hartono adalah kondisi ekonomi harus tetap dijaga. Pasalnya, aktivitas masyarakat merupakan penggerak perekonomian.

      View this post on Instagram

A post shared by Peter Gontha (@petergontha) on

Beri Komentar