Jover Chew (Asia One)
Dream - Banyak yang merasa akrab dengan Jover Chew dan toko ponselnya di Sim Lim Square, Singapura beberapa pekan ini.
Dia dan tokonya, Mobile Air, terus menjadi sorotan menyusul laporan tentang pengalaman buruk turis asing saat belanja di tokonya menjadi headline di media-media utama.
Tapi ketika Jover tidak menunjukkan penyesalan dalam beberapa wawancara, termasuk dengan The New Paper, dan Mobile Air terus beroperasi seperti biasanya, netizen langsung marah dengan cara mereka sendiri.
Mereka menyebarkan berbagai informasi tentang Jover, termasuk toko yang ia miliki, bisnis apa saja yang dijalani, alamat rumah, nomor telepon, serta foto-fotonya yang tanpa busana.
Istri Jover juga tidak luput diserang melalui forum online serta media sosial seperti Facebook dan Twitter. Selain Mobile Air, Jover juga memiliki jaringan toko J2 Mobile yang dikelola atas nama istrinya.
Dan aksi para netizens itu nampaknya berhasil menekan Jover. Saat The New Paper mengunjungi Sim Li Square pada Minggu, 9 November kemarin, Mobile Air ternyata tutup. Jover juga tidak menjawab panggilan telepon yang dibuat oleh wartawan koran tersebut.
Sebelumnya, Mobile Air terus buka meski sudah dimasukkan dalam daftar hitam oleh Consumers Association of Singapore atau YLKI-nya Singapura.
Menurut pengacara Steven Lam di Singapura, model bisnis seperti yang dilakukan Jover sering menimbulkan masalah. Karena salah satunya dikelola oleh istri atau anak.
" Itulah fungsinya perlindungan konsumen yang tertera di Consumer Protection (Fair Trading) Act (CPFTA)."
" Anda bisa menuntut bisnis yang merugikan. Tapi banyak dari mereka tutup dan kemudian berkibar lagi. Mereka bisa membuka toko baru di bawah kendali orang lain yang berisi direktur-direktur bayangan."
Dia menyarankan badan penegak hukum memberi hukuman yang lebih menggigit kepada toko yang membandel.
Namun Lam juga memperingatkan netizens agar berhati-hati dengan bullying. " Meskipun efektif, jangan lupa ada undang-undang Anti-Pelecehan. Mereka harus sedikit berhati-hati saat mengeluarkan pernyataan."
Nah, buat turis yang suka belanja di Singapura, berikut ini beberapa toko ponsel dan elektronik di Sim Lim Square yang masuk daftar hitam:
- Mobile Air jumlah komplain 25
- Gadget Terminal jumlah komplain 13
- Mobile22 jumlah komplain 10
- Mobile Apps jumlah komplain 9
- Mackin jumlah komplain 7
- Mobile Planet jumlah komplain 7
- One Mobile jumlah komplain 4
- Megacentrix Technologies jumlah komplain 4
- SLR Pro jumlah komplain 4
- Cyber Maestro jumlah komplain 3
(Ism, Sumber: Asia One)