Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara tegas membantah kabar yang menyebut terjemahan Alquran mengalami pengeditan. Dia mengatakan kabar tersebut tidak benar.
" Tak benar kabar yg nyatakan telah terjadi pengeditan terjemahan Alquran, apalagi atas instruksi Kemenag. Akan ada klarifikasi siang ini," ujar Lukman melalui akun Twitter @lukmansaifuddin, sebagaimana dikutip Dream pada Senin 24 Oktober 2016.
Unggahan tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. Banyak pengguna media sosial yang meminta Lukman menjelaskan isu ini agar tak menyesatkan.
" Diklarifikasi pak, jangan sampai menimbulkan fitnah," tulis pemilik akun @ratih_desiyanti.
" Butuh ketegasan dan pencerahan dari pemerintah, terutama Menag, sbgai imam bagi rkyt Indonesia," tulis pemilik akun @mamayuli.
Sebelumnya, sebuah unggahan menjadi viral di media sosial terkait penerjemahan Alquran ini. Unggahan itu menyebut terjemahan Surat Al Maidah telah diubah.
" Innalillahi wa innaillaihi roojiuun.... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf Al-Quran. Tlg dicek surat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya... Semua anak sekolah se- Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hr Kamis kemarin..setelah dicek ternyata isinya sdh dirubah...???????????? Hampir semua yg dijual di GRAMEDIA dok... Tafsirnya diganti jadi teman setia..."
Belum diketahui secara pasti siapa yang mengunggah status tersebut pertama kali.