Apakah Wanita Juga Memiliki Jakun? Ini Penjelasannya

Reporter : Abidah
Kamis, 27 Agustus 2026 16:00
Apakah Wanita Juga Memiliki Jakun? Ini Penjelasannya
Wanita ternyata juga memiliki jakun. Perbedaannya terutama terletak pada ukuran dan tingkat kemunculannya di permukaan leher.

DREAM.CO.ID - Ketika berbicara tentang jakun, banyak orang langsung mengaitkannya dengan laki-laki. Benjolan yang terlihat di bagian depan leher ini memang biasanya lebih menonjol pada pria setelah memasuki masa pubertas. Namun, anggapan bahwa wanita sama sekali tidak memiliki jakun sebenarnya kurang tepat.

Wanita juga memiliki jakun. Perbedaannya terutama terletak pada ukuran dan tingkat kemunculannya di permukaan leher.

Apa Sebenarnya Jakun?

Dalam istilah anatomi, jakun disebut laryngeal prominence atau tonjolan laring. Struktur ini merupakan bagian dari laring, yaitu organ yang berada di leher dan berperan penting dalam menghasilkan suara sekaligus melindungi saluran pernapasan.

Laring memiliki beberapa struktur tulang rawan. Salah satunya adalah tulang rawan tiroid (thyroid cartilage). Dua lempeng tulang rawan tersebut bertemu di bagian depan dan membentuk sudut yang dapat terlihat sebagai tonjolan pada leher. Tonjolan itulah yang sehari-hari disebut jakun.

Jadi, jakun sebenarnya bukan organ khusus laki-laki. Setiap manusia memiliki laring dan tulang rawan tiroid, termasuk perempuan.

1 dari 3 halaman

Mengapa Jakun Laki-Laki Biasanya Lebih Terlihat?

Perbedaan paling mencolok biasanya muncul ketika seseorang memasuki masa pubertas. Pada laki-laki, hormon androgen, terutama testosteron, berperan dalam perubahan pada laring. Laring tumbuh lebih besar dan struktur tulang rawan tiroid menjadi lebih menonjol.

Pada saat yang sama, pita suara juga menjadi lebih panjang dan tebal sehingga suara biasanya berubah menjadi lebih rendah. Itulah sebabnya jakun laki-laki sering mulai terlihat jelas pada masa remaja.

Sementara itu, laring perempuan juga mengalami pertumbuhan selama pubertas, tetapi rata-rata perubahan tersebut tidak sebesar pada laki-laki. Sudut tulang rawan tiroid pada perempuan juga cenderung membuat tonjolan tersebut tidak terlalu menonjol. Akibatnya, jakun perempuan biasanya lebih kecil dan tidak mudah terlihat. Namun, tingkat kemunculannya berbeda-beda pada setiap orang. Ada perempuan yang memiliki tonjolan laring cukup terlihat, sementara pada perempuan lainnya hampir tidak tampak.

2 dari 3 halaman

Apakah Jakun Menentukan Jenis Kelamin?

Ukuran atau bentuk jakun tidak dapat digunakan sebagai penentu tunggal jenis kelamin seseorang. Variasi anatomi manusia sangat luas. Ada laki-laki dengan jakun yang hampir tidak terlihat dan ada perempuan dengan tonjolan laring yang cukup jelas.

Bentuk leher, ketebalan jaringan di sekitar leher, komposisi tubuh, serta variasi anatomi individu dapat memengaruhi seberapa terlihat tonjolan tersebut. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan jenis kelamin seseorang hanya berdasarkan ada atau tidaknya jakun.

Apakah Besarnya Jakun Memengaruhi Suara?

Ada hubungannya dengan perkembangan laring, tetapi ukuran jakun bukan ukuran langsung tinggi-rendahnya suara seseorang. Suara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ukuran dan bentuk laring, panjang dan ketebalan pita suara, serta bagaimana seseorang menggunakan sistem vokalnya.

Laki-laki rata-rata memiliki laring dan pita suara yang lebih besar setelah pubertas sehingga suara mereka cenderung lebih rendah. Namun, terdapat variasi yang sangat besar antarindividu. Karena itu, seseorang tidak bisa menentukan karakter suara hanya dengan melihat ukuran jakunnya.

 

3 dari 3 halaman

Kapan Benjolan di Leher Perlu Diperiksa?

Hal yang perlu dibedakan adalah jakun normal dengan benjolan baru pada leher. Jakun merupakan bagian anatomi normal dan biasanya berada di bagian tengah depan leher. Namun, apabila seseorang menemukan benjolan yang baru muncul, membesar, terasa nyeri, sulit menelan, menyebabkan suara berubah, atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai jakun.

Benjolan leher dapat memiliki banyak penyebab sehingga pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Pada akhirnya, wanita memiliki jakun karena wanita juga memiliki laring dan tulang rawan tiroid. Perbedaannya terletak pada perkembangan dan bentuk struktur tersebut. Pada pria, perubahan hormonal selama pubertas biasanya membuat laring tumbuh lebih besar sehingga tonjolan di bagian depan leher menjadi lebih jelas.

Jadi, jika melihat seorang perempuan dengan tonjolan kecil di bagian depan leher, hal tersebut bukan sesuatu yang aneh. Bisa jadi itu memang tonjolan laring yang secara anatomi dimiliki semua manusia.

Beri Komentar