Arab Saudi Bakal Punya Bioskop Pertama?

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 7 Juni 2014 06:06
Arab Saudi Bakal Punya Bioskop Pertama?
Diketahui, selama ini pendirian dan pengoperasian bioskop dilarang di Arab Saudi. Selama ini warga Saudi menghabiskan banyak uang di luar negeri hanya untuk menonton film di negara-negara tetangga.

Dream - Seorang investor telah resmi meminta izin dari Komisi Umum Audiovisual Media Saudi untuk mendirikan bioskop.

Pada prinisipnya, Komisi Audiovisual Saudi tidak keberatan dengan ide tersebut. Yang penting, pihak investor menyerahkan studi kelayakan dari proyek itu. Diketahui, selama ini pendirian dan pengoperasian bioskop dilarang di Arab Saudi.

Jika investasi itu dianggap layak, Komisi Audiovisual Saudi bisa meminta otoritas yang lebih tinggi agar memberikan izin pendirian bioskop secara nasional.

Mutlaq al-Buqami, kepala editor situs bisnis lokal Maal, mengatakan pejabat Audiovisual Saudi akan berkomunikasi dengan investor tentang masalah ini. Jika terwujud, maka pendirian bioskop ini merupakan langkah maju bagi pemerintah Arab Saudi.

Ditambahkan Buqami, meskipun pembukaan bioskop di Arab Saudi tak terelakkan, namun masih banyak juga yang lantang menentang.

Masyarakat Saudi, lanjut Buqami, telah berubah jauh. Orang-orang di sana sudah memiliki akses ke sejumlah besar saluran TV dari seluruh dunia. " Pembukaan bioskop di Saudi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hiburan, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi," tambahnya.

Dari beberapa laporan tak resmi, warga Saudi menghabiskan lebih dari US$1 miliar hanya untuk menonton film di Bahrain dan Dubai. Bagi Buqami, nilai itu memiliki potensi ekonomi sangat besar.

Malek Najr, seorang produser film yang dikenal secara nasional dengan serial TV-nya 'Masmeer', mengatakan mendirikan bioskop di Arab Saudi akan menciptakan ribuan peluang kerja bagi pemuda, menjadi sumber pemasukan ekonomi dan memungkinkan negara mengekspor budayanya.

Selama ini warga Saudi menghabiskan banyak uang mereka di luar negeri hanya untuk menonton film di negara-negara tetangga. Uang yang dikeluarkan warga Saudi itu sebenarnya bisa dialihkan ke bioskop domestik.

" Film merupakan perwakilan dari peradaban dan budaya," kata Buqami. Menurutnya, bioskop tidak bertentangan dengan nilai-nilai kerajaan, terutama jika filmnya diatur dan diawasi.

Meskipun berita ini telah menjadi perhatian publik dan Departemen Informasi dan Dewan Syura Arab Saudi, namun sumber internal departemen tersebut mengatakan tidak ada perkembangan yang berarti dari pihaknya. Departemen Informasi tidak menyatakan setuju atau menolak izin investor tersebut.

(Ism, Sumber: Alarabiya)

Beri Komentar