Ilustrasi
Dream - Terkadang banyak orang yang terjebak pada keyakinan bahwa sebuah benda-benda mempunyai nilai kekeramatan tertenti. Sebagian lagi berdalih tak melakukan kemusyrikan dengan menganggap benda keramat itu menjadi perantara dirinya lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa.
Apa sih sebenarnya jimat dan hukumannya ? Menurut pada ulama, benda - benda keramat dalam istilah bahasa Arab disebut Tamimah. Definisi benda - benda keramat adalah benda - benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan gaib yang dapat membantu menyelesaikan segala persoalan hidup.
Benda - benda keramat banyak sekali bentuk dan jenisnya seperti keris, pedang, tombak, badik, batu mulia, batu kristal, besi kuning, jenglot dan lain sebagainya.
Dari semua penjabaran di atas, sesungguhnya semua benda - benda keramat itu hanya menjerumukan manusia pada perbuatan syirik. Tak hanya saat ini, fenomena benda keramat sudah muncul sejak lama, bahkan sejak masa Nabi Muhammad. Pesan nabi tentang pemilik benda keramat ini sungguh mengerikan.....
© Dream
Nabi pernah berpesan agar umat-Nya tak menyimpan apalagi mempercayai kekuatan benda keramat.
Diriwayatkan dari Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir dalam hadits marfu: Barang siapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wadaah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya."
Dalam riwayat lain juga dikatakan, " Barang siapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik" .
© Dream
Hati - hati juga dengan anggapan jika benda - benda itu hanyalah perantara keberhasilan saja. Tentu saja anggapan seperti itu membahayakan akidah. Rasulullah SAW pernah bersabda :
" Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai tamimah), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada tamimah itu," (HR Imam Ahmad dan At Tirmizi). Bahkan, para ulama menjelaskan, jika mereka yang memakai, mengagungkan, dan mengkultuskan benda - benda keramat dengan memujanya sebagai sarana ikhtiar mendekatkan diri dengan meminta pertolongan dari Allah melalui perantara benda - benda keramat itu tetaplah merupakan kesyirikan yang nyata."