Gerakan Tabungan Akhirat untuk Kaum Jompo

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 Februari 2015 16:46
Gerakan Tabungan Akhirat untuk Kaum Jompo
Banyaknya jompo yang terlantar memicu semangat Slamet Setia Budi, 35 tahun, menyalurkan santunan lewat TabAh (Tabungan Akhirat).

Dream - Slamet Setia Budi, 35 tahun, warga Kedungmutih, Wedung, Demak merasa prihatin dengan lingkungannya. Di kanan kirinya, banyak kelompok jompo yang sama sekali tidak mendapat perhatian.

Jangankan makan enak, untuk makan sederhana hanya dengan nasi dan sedikit lauk saja mereka kesusahan. Para jompo tersebut terpaksa mengandalkan belas kasih para dermawan.

Berangkat dari keresahan tersebut, Slamet memutuskan membuat gerakan 'TabAh' (Tabungan Akhirat). Melalui gerakan ini, dia menyalurkan sepaket santunan berisi mie instan, biskuit, gula dan susu kepada para jompo sebulan sekali.

Gerakan ini awalnya hanya dapat menjangkau beberapa warga jompo saja. Penyebabnya, dana yang dikumpulkan Slamet tidak terlalu besar.

Tetapi, hal itu tidak membuat Slamet patah semangat. Ia mencoba menemui pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Margi Rahayu yang berkantor di kios Pasar Baru Kedungmutih. Di hadapan pengelola, Slamet mengutarakan idenya.

Ide itu mendapat sambutan positif dari pengelola KSP. Slamet kemudian mendapat sejumlah dana untuk mengembangkan gerakannya. Alhasil, saat ini santunan dapat disalurkan kepada 45 orang jompo sekitarnya.

Bagaimana kisah Slamet membangun gerakan ini? Simak selengkapnya di sini.

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

 

Beri Komentar