Anak-anak Dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK)
Dream - Sudah sepatutnya kita melestarikan warisan budaya leluhur untuk anak cucu. Di era modernisasi ini banyak anak-anak yang hidup dalam ketidaktahuan akan budaya Indonesia.
Lagu-lagu daerah yang dulu umumnya menjadi mata pelajaran wajib, kini lambat laun hilang. Tak ada lagi nyanyian merdu dari anak-anak yang menembangkan lagu daerah.
Anak-anak dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menghadirkan wajah berbeda. Sejumlah anak dalam yayasan ini menampilkan budaya seni Indonesia di ajang kompetisi internasional yang diadakan di Malaysia.
Lagu `Yamko Rambe Yamko` asal Papua ini membawa sejumalah anak diantaranya Muhammad Khairul Bin Haruna, Jaswan Bin Bahar, Agustinus, Fauzan Hafiz, dan Alfian Subano, melenggang menjadi juara pertama.
Dadang Hermawan selaku Kepala SIKK mengatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk anak-anak Indonesia di Sabah, dan mengimbau mereka untuk terus menggeluti kesenian-kesenian khas Indonesia. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Jadi Bloger Bukan Cita-Cita Buruk Mbah Tohir: Kenali Diri Melalui Lakon Teater Moshe, Bocah 11 Tahun Sudah Jadi Sarjana Kisah PNS Jujur, Mimpi Jumpa Rasul dan Naik Haji `Semalam` 10 Keunikan Indonesia di Mata Dunia
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau