PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Reporter : Eko
Selasa, 8 September 2026 10:49
PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebaar mulai sebagian Sumatera dan Jawa. Jutaan orang terdampak, termasuk kelompok lansia yang rentan.

DREAM.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan satu juta masker untuk masyarakat yang terdampak letusan Gunung Anak Krakatau. Bantuan tersebut untuk melindungi warga dari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

" Untuk Krakatau, kita akan menyalurkan satu juta masker. Karena yang dibutuhkan masyarakat di sana terutama masker," kata Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, di Jakarta, Senin 7 September 2026.

Abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau memang telah menyebar ke sejumlah wilayah. Hamburan abu vulkanik gunung yang berdiam di Selat Sunda itu menghambur ke Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, serta DKI Jakarta.

Cianjur PMI

Banyak warga terdampak. Kementerian Kesehatan bahkan menyebut setidaknya terdapat 3,3 juta lansia yang terdampak oleh paparan abu vulkanik gunung yang meletus pada 4 September tersebut.

Masker sangat diperlukan masyarakat terdampak abu vulkanik, terutama bagi mereka yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dapat mengurangi risiko paparan abu vulkanik sehingga terhindar dari gangguan saluran pernapasan berupa iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada, dan sesak napas.

Cianjur PMI

Hadapi Bencana Beruntun

Selain memberi bantuan masker untuk warga terdampak abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau, Jusuf Kalla juga memastikan PMI terus memperkuat upaya kemanusiaan dalam menghadapi berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Selain menyalurkan bantuan, PMI juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menghadapi dan mengurangi risiko bahaya akibat bencana.

Usai menggelar rapat di kantor pusat PMI terkait penanganan bencana di sejumlah wilayah, Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia harus bekerja keras karena sejumlah bencana terjadi secara beruntun, mulai dari banjir dan bencana di Sumatera, kekeringan, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan, hingga dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

PMI Dirikan Tenda Darurat, Siswa SMPN 4 Boleng di NTT Tetap Bisa Belajar

" Negeri kita ini dari hari ke hari kita harus berusaha keras karena beberapa bencana yang timbul. Setelah Sumatera, kekeringan, NTT, kebakaran hutan, Erupsi anak Gunung Krakatau," ujar pria yang karib disapa JK itu.

Dia juga memastikan bahwa operasi kemanusiaan PMI untuk masyarakat terdampak gempa di NTT masih terus berjalan. PMI saat ini fokus membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.

" Masih tetap operasional di NTT. Baik untuk sekolah, rumah sakit, menyiapkan kelas-kelas darurat," jelasnya. JK menambahkan, selanjutnya PMI akan membantu pemerintah dalam proses pemulihan dan rekonstruksi, terutama pembangunan kembali rumah warga serta fasilitas yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Mobil tangki PMI (IG @humaspmikulonprogo)

Sementara untuk menghadapi ancaman kekeringan di sejumlah wilayah, PMI terus mengoperasikan lebih dari 100 unit mobil tangki air guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah. " Kalau kekeringan, masih operasi lebih dari 100 mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, baik di Jawa, Sulawesi, NTT, dan NTB," ungkap dia.

JK berharap seluruh upaya penanganan bencana yang dilakukan PMI bersama pemerintah dan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.

Beri Komentar