PMI Dirikan Tenda Darurat, Siswa SMPN 4 Boleng di NTT Tetap Bisa Belajar Pascagempa

Reporter : Abidah
Kamis, 3 September 2026 15:32
PMI Dirikan Tenda Darurat, Siswa SMPN 4 Boleng di NTT Tetap Bisa Belajar Pascagempa
PMI, Kabupaten Manggarai Barat mendirikan tenda darurat di SMPN 4 Boleng, Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur untuk memastikan sekolah tetap buka.

DREAM.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat mendirikan tenda darurat di SMPN 4 Boleng, Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tenda ini berfungsi sebagai ruang belajar sementara, membantu siswa dan guru melanjutkan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi pascagempa.

Berukuran 9 x 12 meter, tenda ini mampu menampung hingga dua kelas atau sekitar 52 siswa dalam satu waktu. PMI mendirikan tenda berbahan terpal yang dimodifikasi menjadi ruang peneduh ini di area luar bangunan sekolah, sehingga kegiatan belajar tetap bisa berlangsung tanpa memakai ruang kelas yang terdampak gempa.

Tujuh personel PMI terlibat dalam pendirian tenda ini, terdiri dari dua pengurus, tiga staf Markas PMI Kabupaten Manggarai Barat, dan dua relawan.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Manggarai Barat David Edward Rego menjelaskan bahwa bantuan ini hadir setelah PMI menerima permintaan dari pemerintah desa untuk menyediakan tempat yang lebih aman bagi kegiatan belajar mengajar.

" Kami membantu mendirikan tenda darurat ini setelah menerima permintaan dari Kepala Desa untuk membantu menyediakan tempat yang lebih aman bagi kegiatan belajar mengajar," kata David.

Dukungan PMI di sektor pendidikan ini menjadi bagian dari respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Boleng. Pemerintah Daerah sebelumnya meminta PMI memfokuskan dukungan pada penyediaan tenda darurat sebagai shelter untuk kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak.

" Sesuai laporan yang diterima dari pihak pemerintah desa dan sekolah, PMI diminta untuk membantu empat sekolah di Kecamatan Boleng. Fokus awal kami adalah membantu menyediakan tenda darurat sebagai shelter untuk mendukung proses belajar mengajar. Namun, kami tetap akan melakukan asesmen di sekolah-sekolah tersebut untuk melihat kondisi bangunan dan kebutuhan masing-masing sekolah," ujar David.

1 dari 1 halaman

© Dream

PMI Kabupaten Manggarai Barat turut mendirikan tenda serupa di SMAN Komodo, yang berlokasi di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, pada hari yang sama.

Keberadaan tenda darurat menjadi krusial bagi SMPN 4 Boleng, mengingat kegiatan belajar mengajar di dalam bangunan sekolah belum bisa berlangsung normal setelah gempa merusak sejumlah bagian bangunan. David menambahkan bahwa kerusakan yang ditemukan mencakup penurunan pada beberapa ruang, ubin yang ambruk dan pecah, serta retakan pada dinding laboratorium. Kondisi ini membuat guru dan siswa belum berani kembali menggunakan ruang kelas seperti sebelum gempa terjadi.

Data asesmen PMI bersama pihak pengajar SMPN 4 Boleng juga mengungkap bahwa sekolah ini masih membutuhkan sejumlah perlengkapan pendukung kegiatan belajar mengajar, seperti papan tulis, buku tulis, dan peralatan sekolah lainnya.

Beri Komentar