Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Angeline Dan Arie Hanggara.
Dream - Bocah delapan tahun, Angeline, harus meregang nyawa lantaran mengalami tindak kekerasan. Sejumlah kekerasan termasuk fisik, seksual, psikologis kerap dia alami di usianya yang masih begitu kecil.
Lebih tragis, jenazah Angeline ditemukan terkubur di bagian belakang rumah orangtua angkatnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Dia dikuburkan secara tidak layak di bawah kandang ayam rumah itu dengan posisi memeluk boneka.
Kasus ini mendapat porsi sebagai berita utama sejumlah media nasional. Sejak jenazah Angeline ditemukan pada Rabu, 10 Juni 2015, semua media berlomba mewartakan kabar ini, bahkan mengalahkan berita prosesi pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo.
Kasus ini juga menggugah kemarahan publik Indonesia. Kecaman muncul dari publik, tersiar lewat media sosial. Banyak pula masyarakat yang berharap pelaku dihukum dengan hukuman setimpal, bahkan meminta agar pelaku dihukum mati.
Kisah pilu Angeline mengingatkan publik pada tragisnya kematian Arie Hanggara. Bocah ini meninggal pada 8 November 1984 akibat mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungnya, Machtino dan ibu tirinya, Santi. Kala itu usianya belum genap delapan tahun.
Tino dan Santi dengan begitu tega menghajar Arie. Tamparan, pukulan, cubitan kerap dialami bocah ini dari kedua orang yang seharusnya menyayanginya, hanya karena dianggap nakal.
Tatkala mendapat kekerasan, Arie hanya diam. Dia seperti menahan rasa sakit yang kerap berulang dialaminya dan tidak berusaha memberontak.
Tetapi, diamnya Arie tidak membuat hati Tino dan Santi luluh. Dua orang ini semakin kalap menghajar bocah kecil itu.
Arie pun kerap dikurung di kamar mandi lantaran telah melakukan kesalahan. Puncaknya, Arie disuruh membersihkan kamar mandi tetapi malas-malasan. Hal itu membuat Tino dan Santi semakin berang dan terus menghajarnya, hingga bocah itu terkapar.
Arie sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Tubuhnya dipenuhi luka akibat pemukulan.
Tino dan Santi akhirnya mendapat ganjaran. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menvonis keduanya dengan hukuman penjara selama lima tahun.
Kisah pilu Arie menginspirasi Sutradara Frank Rorimpandey mengangkatnya ke layar lebar. Film yang melibatkan aktor Deddy Mizwar ini meraih sukses dan dilihat ratusan ribu orang.
Kasus terbunuhnya Angeline dan Arie Hanggara menunjukkan masih rendahnya kepedulian terhadap perlindungan anak. Akankah kasus serupa harus terulang kembali di masa mendatang? (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya