Warga Palestina Di Gaza Melakukan Salat Jenazah (The Guardian)
Dream - Shayman, seorang bayi perempuan di Jalur Gaza hanya bisa bertahan hidup selama lima hari. Dia berhasil diselamatkan dari rahim ibunya yang tewas akibat gempuran Israel.
Seperti dilansir BBC, jenazah Shayman kemudian dimakamkan tepat di samping makam ibunya. Shayman yang namanya diambil dari nama ibunya, lahir pada Jumat, 25 Juli 2014 melalui operasi caesar.

Diberitakan sebelumnya, sang ibu Shayma Al-Sheikh (23) terperangkap dalam reruntuhan bangunan berlantai dua rumahnya, akibat serangan udara Israel di kota Deir al-Balah.
Shayma meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Akan tetapi tim dokter berhasil mengeluarkan bayi perempuannya dalam operasi darurat. Si jabang bayi berhasil diselamatkan 10 menit setelah ibunya dinyatakan meninggal dunia. Ini merupakan keajaiban. Tapi 'bayi ajaib' itu akhirnya tak bertahan lama di dunia.
Salah satu dokter mengatakan kondisi si bayi belum stabil dan membutuhkan waktu dalam perawatan intensif di dalam fasilitas inkubator. (Ism)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak