(c) Shutterstock
New normal memang sudah diberlakukan di beberapa negara, tapi faktanya virus Covid-19 masih menunjukkan angka penularan yang tinggi. Nggak hanya di tanah air, negara lain di seluruh dunia juga masih berperang menghadapi pandemi yang satu ini. Jadi, bukan hal yang mengherankan jika hadirnya vaksin dan obat anti Covid-19 masih menjadi kabar baik yang dinanti warga dunia.
Nah, beberapa waktu belakangan ini sempat beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa dokter di Italia sudah berhasil menemukan obat untuk Covid-19. Dalam pesan berantai tersebut juga disebutkan bahwa penyebab Covid-19 bukanlah virus, melainkan bakteri yang menjadi penyebab kematian. Pesan juga menjelaskan bahwa bakteri menyebabkan Trombosis atau penggumpalan darah sehingga perlu antibiotik untuk mengatasinya.
Berita ini jelas mengundang kehebohan netizen antara percaya dan tidak percaya. Namun, kebenaran pernyataan yang disampaikan dalam pesan berantai ini sudah dikonfirmasi oleh website resmi untuk update Covid-19, yaitu www.covid19.go.id yang menyatakan bahwa berita ini hanyalah hoax belaka.
Dalam jurnal kesehatan The Lancet, dijelaskan bahwa kematian pasien Covid-19 adalah terjadinya kegagalan pernapasan. Namun, trombosis atau pembekuan darah juga bagian dari komplikasi pasien Covid-19, tapi tidak semua pasien mengalami hal tersebut. Menurut studi yang dilakukan di Belanda dan Perancis, gumpalan darah terbentuk pada 20-30 persen pasien yang mengalami masa kritis. Hanya saja, tidak ada bukti ilmiah penyebab utama kematian pasien Covid-19 adalah karena penggumpalan darah.
Jadi, informasi yang menyatakan bahwa pasien Covid-19 mengalami kesalahan diagnosis pneumonia dengan penyebaran koagulasi intravascular atau trombosis. Selain itu, pengobatan dengan antibiotik tanpa peresepan dokter tidak direkomendasikan untuk pasien Covid-19 karena antibiotik yang digunakan tidak sesuai dapat menyebabkan tubuh menjadi resisten pada infeksi bakteri tertentu.
Bertebaran hoax soal Covid-19 membuat masyarakat harus lebih cerdas dalam memilah informasi yang beredar saat ini. Jangan langsung percaya, tapi perlu melakukan cross check fakta yang ada lewat sumber yang valid.
Sementara itu, untuk mencegah risiko terjadinya trombosis atau penggumpalan darah, bisa mengonsumsi aspirin atau acetylsalicylic acid namun pastikan untuk konsultasikan dengan dokter sebelum mengkonsumsi aspirin.
Covid-19 sendiri dapat memunculkan gejala dan respon yang berbeda pada masing-masing orang. Umumnya, gejala awal terinfeksi virus yang satu ini adalah demam di atas suhu 37 derajat, batuk kering, sesak napas, pilek, hingga kelelahan. Jika mengalami demam, kamu bisa mengonsumsi paracetamol untuk menurunkan demam misalnya dengan mengkonsumsi Puyer 16. Baca komposisi, aturan pakai dan keterangan lengkap lainnya pada kemasan sebelum mengkonsumsi Puyer 16.

Bintang Toedjoe Puyer 16 tersedia di apotik terdekat dan juga e-commerce kesayangan Anda, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan juga Aplikasi Kesehatan Halodoc.