Foto: Instagram @denissa.pramesty/Pixabay
Dream - Sampah selalu menjadi problematika lingkungan hidup hingga saat ini. Terlebih untuk negeri kita, Indonesia.
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa bila tidak ada perubahan signifikan, termasuk kesadaran masyarakat, maka perbandingan sampah dan ikan di lautan Indonesia pada 2025 menjadi tiga banding satu.
Prediksi bahkan menyebut pada 2050 bisa saja jumlah sampah tersebut melampaui stok ikan yang ada. Ya, kondisi laut dan pantai Indonesia beberapa di antaranya terbilang memprihatinkan dengan banyaknya sampah.
Sampah yang tak dapat terurai kian menumpuk dari hari ke hari. Potret miris ini sempat ditemui oleh seorang perempuan bernama Denissa Pramesty. Ia kaget dengan penemuan sampah yang diperkirakan dibuang lebih dari tiga dekade silam.
Temuan itu sempat ia unggah ke Instagram Story. Denissa menceritakan penemuan sampah itu saat acara bersih-bersih pantai yang diadakan oleh Gerakan Pandu Laut.
Acara bersih-bersih ini dilaksanakan di Pantai Ancol Timur, Jakarta, pada 19 Agustus 2018.
Dalam acara itu Denissa menemukan banyak sampah yang diketahui sudah lama umurnya. Salah satunya seperti kemasan produk sampo yang diproduksi pada tahun 80-an.
Jika dihitung, maka sampah itu sudah berada di sana selama 38 tahun dan belum terurai.

" Semacam jadi pengingat kalau apa yang kita buang hari ini, akan jadi sampah hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan," tulisnya lewat akun Instagram @denissa.pramesty.
Ia menambahkan, sampah plastik fleksibel seperti bungkus sampo paling banyak ditemukan.
Mirisnya, banyak ditemukan kemasan yang usianya sudah puluhan tahun namun masih utuh. Sementara sampah plastik non fleksibel seperti botol lebih sedikit jumlahnya.
Curhatan Denissa ini viral di media sosial. Unggahannya telah di-posting ulang oleh berbagai akun di media sosial.
Sumber: Liputan6.com