Iseng Dorong Pemain dari Kereta, Fans Bola Ini pasti Menyesal

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 6 Januari 2017 16:02
Iseng Dorong Pemain dari Kereta, Fans Bola Ini pasti Menyesal
Empat pendukung klub sepakbola asal Inggris itu dinyatakan bersalah melakukan tindakan rasial di Paris Metro.

Dream - Empat orang pendukung klub sepakbola Inggris, Chelsea FC dijatuhi hukuman penjara oleh Pengadilan Perancis. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan rasis kepada seorang pria kulit hitam, Sylla, saat menaiki kereta Metro Paris.

Hanya dua dari empat terdakwa, James Fairbairn, 25 tahun, seorang insinyur dari Kent, dan Joshua Parsons, 22 tahun, dari Dorking, Surrey, yang muncul di pengadilan saat pembacaan vonis. Keduanya dihukum penjara masing-masing enam dan delapan bulan.

Sementara dua terdakwa lainnnya, William Simpson, 37 tahun, dari Ashford dan Richard Barklie, mantan anggota polisi di Irlandia Utara, diganjar hukuman penjara selama 12 bulan.

Mereka berempat juga diwajibkan membayar kompensasi kepada Sylla dengan jumlah total 10.000 euro, setara Rp140 juta.

Di pengadilan, Fairburn dan Parsons mencoba memberikan bantahan. Mereka menyebut tindakan yang mereka lalukan tidak bersifat rasis.

Parsons mengatakan di pengadilan kondisi di Metro Paris yang ramai memicu suasana menjadi panas dan bermusuhan. Dia mengatakan Sylla memiliki postur tubuh lebih besar daripada dia.

Saat Sylla akan masuk kereta, Parsons mengatakan, " Saya dorong kembali dia." Parsons pun berusaha meyakinkan hakim warna kulit bukan menjadi alasan dia melakukan hal itu.

" Hanya saat saya tahu soal warna kulit adalah ketika saya melihat video usai peristiwa itu," kata Parsons.

Insiden itu sempat direkam oleh penumpang Paris Metro lainnya menggunakan kamera ponsel. Video itu merekam empat fans Chelsea menyanyikan lirik 'Kami rasis, kami rasis, itulah cara yang kami suka.'

Fairburn membantah telah membuat gerakan tangan yang menandakan pengusiran kepada Sylla dengan cara mendorongnya keluar dari kereta. " Saya tidak melakukan tindakan rasial dengan cara apapun," kata Fairburn.

Sementara Barklie dan Simpson juga berusaha membantah dengan mengatakan mereka tidak bertindak rasis.

Klaim keempat orang ini diabaikan oleh pengadilan dan mereka tetap dihukum sesuai hukum Perancis. Jaksa Perancis menyatakan tindakan keempat orang ini terbukti secara sah dan meyakinkan termasuk pelanggaran anti-rasial.

Sebelum putusan dijatuhkan, sang korban, Sylla menggambarkan bagaimana situasi tersebut berdampak pada kehidupannya.

" Saya sampai minum obat anti-depresi agar bisa tidur, agar keesokan harinya bisa menghadiri sidang. Ini sangat menyakitkan," kata Sylla.

" Saya harus menjalani pengobatan, berkonsultasi rutin dengan psikolog, kejadian ini telah membalikkan kehidupan saya. Saya hampir selalu bermasalah dengan atasan karena saya punya 30-40 catatan masalah kesehatan. Semua karena mereka," ucap Sylla.

Usai vonis dibacakan, Sylla mengaku bersyukur. " Saya sangat senang keadilan ditegakkan. Saya telah menunggu keadilan selama dua tahun," kata dia.

Setelah insiden itu, Fairburn dilarang menyaksikan pertandingan sepakbola Chelsea dan Tim Nasional Inggris secara langsung selama tiga tahun oleh Hakim Inggris. Sementara tiga orang lainnya dilarang selama lima tahun.

Tidak hanya itu, Chelsea juga melarang mereka mengunjungi Stadion Stamford Brigde dan membeli tiket untuk menyaksikan pertandingan secara langsung seumur hidup.

Pengelola klub enggan memberikan komentar, tetapi mereka cukup paham dan puas dengan putusan hakim.

Pada Juli tahun lalu, klub yang berbasis di London barat itu menyatakan perilaku keempat pendukungnya sebagai menjijikkan. " Bertentangan dengan semua nilai-nilai klub dan jatuh di bawah standar perilaku para pendukung yang menyaksikan pertandingan kami," demikian pernyataan pengelola Chelsea FC.

" Klub akan terus mengambil langkah terhadap pendukung kami yang berperilaku anti-sosial dan akan menjalin kerjasama yang relevan dengan otoritas kepolisian di setiap investigasi di masa mendatang," lanjut pernyataan tersebut.

" Chelsea FC bangga akan perbedaan, yang telah ada dalam klub, dari pemilik kami hingga skuad pemain multi-budaya sekaligus tim ruang belakang, hingga karyawan dan para pendukung," bunyi pernyataan tersebut.

Sumber: espnfc.com

(Sah)

Beri Komentar