BMKG: Gempa M 5,8 Sukabumi Dipicu Adanya Patahan Lempeng Indo-Australia

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 8 Desember 2022 10:36
BMKG: Gempa M 5,8 Sukabumi Dipicu Adanya Patahan Lempeng Indo-Australia
Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dream - Gempa bumi magnitudo 5,8 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2022 pukul 07.50 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, penyebab gempa akibat adanya deformasi/patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia.

" Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi/patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa Benioff," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis, Kamis 8 Desember 2022.

Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

1 dari 2 halaman

Sementara itu BMKG juga mencatat adanya gempa bumi susulan, yaitu hingga pukul 08.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M 3 pada pukul 08.05 WIB.

Gempa M 5,8 ini dirasakan di sejumlah daerah yaitu, Rancaekek dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Serta dirasakan di daerah Cianjur, Lembang, Bogor, Bandung, Pangandaran, Padalarang, Pamoyanan, dan Sumedang dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu).

2 dari 2 halaman

Kemudian di daerah Cisolok, Sumur, Sukabumi, Jakarta, Garut, Bekasi, Bandar Lampung, dan Tangerang Selatan dirasakan dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)

BMKG menganalisa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

" Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tutur Daryono.

Beri Komentar